Home / Berita / Daerah / Korupsi / Reviews

Sabtu, 9 Juni 2018 - 13:10 WIB

Seorang ASN dan Honorer Ditetapkan Tersangka Korupsi Dispenda

Ilustrasi

Ilustrasi

Viewer: 614
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 42 Detik

KompasNasional.com – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer yang bertugas di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi penerbitan surat ketetapan pajak daerah (SKPD) di Samsat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau.

Hal itu diketahui, setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menerima berkas dugaan korupsi tersebut dari penyidik Polda Riau.

Dalam berkas tersebut, ada dua nama tersangka. Dua nama itu yakni Darmawati, yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Samsat tersebut. Kemudian Juljalali yang merupakan pegawai honorer di Samsat.

“Kita sudah menerima berkas perkara dan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) pada Senin (4/6) lalu. Ada dua tersangka yang tercantum,” kata Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, Jumat (8/6).

Baca Juga  Narkotika Berbahaya Itu Tembakau Super Cap Gorila

Setelah menerima SPDP, imbuh Muspidaun, jaksa peneliti akan melakukan penelitian terhadap berkas sebelum berkas dinyatakan lengkap (P 21).

Diketahui, perkara ini ditangani oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Dari hasil penghitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp1,7 miliar.

Beberapa waktu lalu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Gidion menyebut, jika kedua tersangka telah dimintai keterangan. Kendati demikian, dia mengakui belum melakukan upaya penahanan terhadap keduanya.

Penyidik akan melakukan upaya penahanan kepada kedua tersangka usai dilakukan tahap I nantinya. “Tersangka sudah diperiksa. Belum (ditahan), nanti setelah tahap I,” sebutnya.

Sebelumnya, korupsi pajak kendaraan itu terbongkar saat anggota kepolisian lalu lintas merazia sebuah mobil yang melanggar rambu lalu lintas. Saat surat-surat kendaraan diperiksa, ditemukan kejanggalan pada surat ketetapan pajak daerah.

Baca Juga  Rumah Ketua RW 1 Sipungguk Hampir Ludes Dilahap Api

Kedua tersangka merupakan operator input data pajak di Dispenda. Tersangka, dinilai mengetahui sistem program data yang dimasukkan ke data base Dispenda Riau.

Namun, penanganan kasus itu tidak mengalami perkembangan berarti. Penyidik tidak kunjung menyerahkan berkas dan tersangka atau tahap II ke Kejaksaan Tinggi Riau. Sehingga, Jaksa mengembalikan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) ke polisi.

Belakangan, penyidik Polda Riau kembali melakukan penyidikan ulang di bawah kendali Kombes Gidion. Dalam perjalanan kasus tersebut, akhir 2017 lalu penyidik juga telah menggeledah kantor Bapenda Riau dan menyita sejumlah dokumen.(JPC/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Ahok: Jangan Paksa Siswi Pakai Jilbab, Sebaiknya Dibeginikan …

Daerah

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gty Bantu Mengajar Siswa-Siswi SMA Di Perbatasan

Berita

Polisi Lakukan Pembatasan di 35 Titik Kawasan Jadetabek

Berita

World Cleanup Day: Tapsel Bersih, Manfaatkan Sampah Dan Limbah Bernilai Ekonomis

Arsip

SPBU Curang Bisa Kantongi Rp3 Miliar, Begini Modusnya

Berita

Wakil Walikota Togar Sitorus Terima Audensi DPD BKPRMI dan PD-Wasliyah

Berita

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Ajak Para Siswa Bersihkan Lingkungan Sekolah Di Perbatasan.

Berita

Deretan Pertimbangan Polri Soal Sanksi Kompol Yuni Purwanti, Dari Masa Dinas Hingga Prestasi