Home / Berita / Daerah / Reviews

Selasa, 6 Maret 2018 - 11:11 WIB

Gubernur Kalteng Turun Tangan Setelah 2 Situs Budaya yang diduga diRusak,

Gubernur Kalteng Sugiono Sabran

Gubernur Kalteng Sugiono Sabran

Viewer: 645
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 21 Detik

KompasNasional.com, Kalteng – Persoalan legalitas lahan yang belum tuntas menjadi pemicu sejumlah kasus sengketa lahan antara perusahaan dengan warga setempat. Salah satu sengketa bahkan berujung perusakan situs budaya di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Situs adat di Desa Pondok Damar, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, diduga dirusak oleh oknum satpam PT MS, Sabtu (3/3) lalu. Situs adat yang dirusak berupa Patung Sapundu dan Pukung Sandung.

Oknum satpam diduga merusak situs budaya tersebut dengan dalih mengejar pelaku pencurian buah sawit yang dianggap sembunyi di rumah salah seorang warga Pondok Damar. Dalam upaya pengejaran itu, dua situs budaya tersebut diduga dirusak.

Perusakan situs itu memicu kemarahan warga setempat. Konflik hampir tak terelakkan. Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pun turun tangan. Sugianto memanggil perusahaan yang berkasus dengan warga setempat.

Baca Juga  Bahas Persiapan Penyaluran Bantuan, Pangdam XII/Tpr Ikuti Rapat Bersama Panglima TNI

“Upaya penyelesaian sudah ada. Untuk strateginya, supaya komperehensif, ya dengan pendekatan dengan menghadirkan pengusaha dan penegakan hukum. Kita akan surati perusahaan. Nanti akan kita adakan rapat lagi,” kata Sugianto seperti dikutip dari siaran pers Pemprov Kalteng, Selasa (6/3/2018).

Sugianto mengatakan, konflik antara warga dan perusahaan, termasuk yang berujung perusakan situs budaya, disebabkan karena adanya kesenjangan ekonomi. Sugianto mengatakan banyak perusahaan belum menyediakan kebun plasma untuk warga, sehingga kesenjangan tetap ada.

Baca Juga  Gen Z di Medan Bikin Posko Relawan Ganjar Dilengkapi Kantin Kejujuran dan Ambulans

“Masalah legalitas perusahaan dan warga, iya. Ini akan kita rapatkan lagi dalam minggu ini melalui rapim terbatas dengan pimpinan FKPD terkait,” ujarnya.

Sugianto mengatakan, untuk membangun Kalteng, tidak bisa hanya dari sisi pemerintah dan masyarakat, dibutuhkan juga peran investor.

“Tetapi investor yang peduli Kalteng dan masyarakatnya. Tidak mencari masalah di perusahaan, ini kan supaya jangan sampai mengganggu ekonomi nasional dan daerah, tetapi mencari jalan keluarnya agar kepentingan pemerintah dan masyarakat sama-sama dapat,” pungkasnya.(Detik/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kodim Putussibau Siapkan Pemuda Perbatasan Ikuti Seleksi TNI AD TA. 2021*
Foto Ilustrasi

Berita

Makin Panas! Korut Tembakkan Lagi 80 Peluru Artileri

Berita

Oknum Polantas Polresta Pontianak Di Duga Cabuli Anak SMP Pengganti Tilang Pelanggaran Lalin

Berita

Bupati Tapsel : Manasik Haji Timbulkan Kembali Rasa Rindu Ke Tanah Suci

Berita

Wabup Halsel Terima Penghargaan Tokoh Inspirator Muda

Berita

897 Santri Kubu Raya Jalani Swab Antigen dan GeNose

Berita

Harga Daging Ayam Meroket, Pedagang Ancam Mogok

Berita

Pemerintah Kabupaten Samosir Raih WTP untuk Keempat Kalinya Secara Berturut-turut