Home / Berita / Daerah / Reviews

Selasa, 6 Maret 2018 - 11:11 WIB

Gubernur Kalteng Turun Tangan Setelah 2 Situs Budaya yang diduga diRusak,

Gubernur Kalteng Sugiono Sabran

Gubernur Kalteng Sugiono Sabran

Viewer: 686
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 21 Detik

KompasNasional.com, Kalteng – Persoalan legalitas lahan yang belum tuntas menjadi pemicu sejumlah kasus sengketa lahan antara perusahaan dengan warga setempat. Salah satu sengketa bahkan berujung perusakan situs budaya di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Situs adat di Desa Pondok Damar, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, diduga dirusak oleh oknum satpam PT MS, Sabtu (3/3) lalu. Situs adat yang dirusak berupa Patung Sapundu dan Pukung Sandung.

Oknum satpam diduga merusak situs budaya tersebut dengan dalih mengejar pelaku pencurian buah sawit yang dianggap sembunyi di rumah salah seorang warga Pondok Damar. Dalam upaya pengejaran itu, dua situs budaya tersebut diduga dirusak.

Perusakan situs itu memicu kemarahan warga setempat. Konflik hampir tak terelakkan. Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pun turun tangan. Sugianto memanggil perusahaan yang berkasus dengan warga setempat.

Baca Juga  Ibu Dan Anak Tewas Bersimbah Darah Di Banjar Serasan

“Upaya penyelesaian sudah ada. Untuk strateginya, supaya komperehensif, ya dengan pendekatan dengan menghadirkan pengusaha dan penegakan hukum. Kita akan surati perusahaan. Nanti akan kita adakan rapat lagi,” kata Sugianto seperti dikutip dari siaran pers Pemprov Kalteng, Selasa (6/3/2018).

Sugianto mengatakan, konflik antara warga dan perusahaan, termasuk yang berujung perusakan situs budaya, disebabkan karena adanya kesenjangan ekonomi. Sugianto mengatakan banyak perusahaan belum menyediakan kebun plasma untuk warga, sehingga kesenjangan tetap ada.

Baca Juga  Dorong Percepatan Pembangunan Pontianak Utara

“Masalah legalitas perusahaan dan warga, iya. Ini akan kita rapatkan lagi dalam minggu ini melalui rapim terbatas dengan pimpinan FKPD terkait,” ujarnya.

Sugianto mengatakan, untuk membangun Kalteng, tidak bisa hanya dari sisi pemerintah dan masyarakat, dibutuhkan juga peran investor.

“Tetapi investor yang peduli Kalteng dan masyarakatnya. Tidak mencari masalah di perusahaan, ini kan supaya jangan sampai mengganggu ekonomi nasional dan daerah, tetapi mencari jalan keluarnya agar kepentingan pemerintah dan masyarakat sama-sama dapat,” pungkasnya.(Detik/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

PERTANYAKAN KEAKURATAN DATA DAN KINERJA OPERATOR SIKS-NG ANGGOTA DEWAN BESERTA SEJUMLAH KEPALA DESA DATANGI KANTOR DINSOS KABUPATEN

Berita

Syaren Situmorang Mendapat Restu dan Dukungan Pimpin ITJI Sibolga Tapteng

Berita

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Lakukan Pendampingan Penanaman Dan Perawatan Tanaman Jagung Di Perbatasan.

Arsip

Dalam 6 Bulan, Uber Telan Kerugian Rp 16,7 Triliun

Daerah

Gubernur Anies Dikritik Karena Kerahkan Aparat TNI/Polri Jaga Pasar

Arsip

Jokowi Akan Resmikan Irigasi Lakkut Siborna

Arsip

Ketahuan Suka Ngelem, Siswi SMP Dirantai dan Dikurung Dalam Kamar

Berita

MUSIBAH MENIMPA ANGGA SEPTIADI, BUTUH PERHATIAN KESRA PEMKAB SINGKAWANG.