Home / Berita / Daerah / Reviews

Selasa, 6 Maret 2018 - 11:11 WIB

Gubernur Kalteng Turun Tangan Setelah 2 Situs Budaya yang diduga diRusak,

Gubernur Kalteng Sugiono Sabran

Gubernur Kalteng Sugiono Sabran

Viewer: 533
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 21 Detik

KompasNasional.com, Kalteng – Persoalan legalitas lahan yang belum tuntas menjadi pemicu sejumlah kasus sengketa lahan antara perusahaan dengan warga setempat. Salah satu sengketa bahkan berujung perusakan situs budaya di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Situs adat di Desa Pondok Damar, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, diduga dirusak oleh oknum satpam PT MS, Sabtu (3/3) lalu. Situs adat yang dirusak berupa Patung Sapundu dan Pukung Sandung.

Oknum satpam diduga merusak situs budaya tersebut dengan dalih mengejar pelaku pencurian buah sawit yang dianggap sembunyi di rumah salah seorang warga Pondok Damar. Dalam upaya pengejaran itu, dua situs budaya tersebut diduga dirusak.

Perusakan situs itu memicu kemarahan warga setempat. Konflik hampir tak terelakkan. Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pun turun tangan. Sugianto memanggil perusahaan yang berkasus dengan warga setempat.

Baca Juga  2 Anggota SBSI 92 Tapteng Dianiaya, Polisi Sibuk Tawarkan Perdamaian

“Upaya penyelesaian sudah ada. Untuk strateginya, supaya komperehensif, ya dengan pendekatan dengan menghadirkan pengusaha dan penegakan hukum. Kita akan surati perusahaan. Nanti akan kita adakan rapat lagi,” kata Sugianto seperti dikutip dari siaran pers Pemprov Kalteng, Selasa (6/3/2018).

Sugianto mengatakan, konflik antara warga dan perusahaan, termasuk yang berujung perusakan situs budaya, disebabkan karena adanya kesenjangan ekonomi. Sugianto mengatakan banyak perusahaan belum menyediakan kebun plasma untuk warga, sehingga kesenjangan tetap ada.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Polsek Batang Lupar Beri Pelatihan dan Pembekalan kepada Linmas Desa Lanjak Deras

“Masalah legalitas perusahaan dan warga, iya. Ini akan kita rapatkan lagi dalam minggu ini melalui rapim terbatas dengan pimpinan FKPD terkait,” ujarnya.

Sugianto mengatakan, untuk membangun Kalteng, tidak bisa hanya dari sisi pemerintah dan masyarakat, dibutuhkan juga peran investor.

“Tetapi investor yang peduli Kalteng dan masyarakatnya. Tidak mencari masalah di perusahaan, ini kan supaya jangan sampai mengganggu ekonomi nasional dan daerah, tetapi mencari jalan keluarnya agar kepentingan pemerintah dan masyarakat sama-sama dapat,” pungkasnya.(Detik/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Penyerangan Mapolsek Ciracas, 31 Anggota TNI AD Diperiksa, Kasad: Tidak akan Berhenti Sampai di Sini

Berita

Hari Pertama Amankan Perbatasan, Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu 13,6 Kg

Berita

Danramil Hadiri Rapat Penataan Kembali Pedagang Di Tempat Wisata Pantai Sinam Pemangkat

Berita

Tim Futsal Pokewak FC Mewakili Sintang Di Liga Nusantara U23 Pontianak Tahun 2022.

Arsip

Demi BBM Satu Harga, Pertamina Nombok Rp 2 Triliun per Tahun

Berita

Kafilah Pontianak Timur Meraih Juara Umum MTQ Tingkat Kota Pontianak
Foto Ilustrasi

Berita

Eks Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka Penggelapan Uang!

Berita

Langkah Polda Kalbar Bentuk Pengawasan Koperasi di Kalimantan Barat