Home / Berita / Nasional

Selasa, 9 Juli 2019 - 17:45 WIB

Babak Baru Kasus Penembakan Berdarah di Ricuh 22 Mei

Viewer: 678
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 46 Detik

Kasus penembakan saat kericuhan 22 Mei memasuki babak baru. Polisi menemukan titik terang soal sosok pelaku penembakan itu. Salah satu yang diduga pelaku tertangkap CCTV di jembatan layang Slipi, Jakarta Barat.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut, ciri-ciri pelaku berbadan kurus dan berambut gondrong.

“Ciri-cirinya tinggi 175 sentimeter agak kurus dan rambut panjang,” kata Dedi kepada kumparan, Senin (8/7).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto, mengatakan, Harun diduga ditembak dari jarak 11 meter saat kerusuhan tengah berlangsung.

Hasil autopsi menyatakan Harun yang tewas pada malam hari, diketahui mengalami patah pada otot bahu kanan, sobek pada paru dan jantung.

“Bahwa ada seseorang yang diduga melakukan penembakan dari jarak kurang lebih 11 meter dari sisi kanan, di mana anggota Polri yang melakukan penanganan unjuk rasa dengan jarak itu kurang lebih ada 100 meter,” kata Suyudi saat jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/7).

Sedangkan Abdul Aziz, kata Suyudi, diduga ditembak dari jarak 30 meter oleh orang tak dikenal. Polisi menyebut Abdul Azis ditembak dari arah belakang. hasil autopsi menyebutkan tulang iga ke-9 kiri belakang Abdul Aziz patah, paru dan jantung sobek.

Baca Juga  Biro SDM Polda Kalbar Gelar Sosialisasi Penerimaan Tamtama Polri Gelombang 1 Tahun 2023 di Radio Sonora 

Sementara dari hasil autopsi korban atas nama M Rehan Fajari dan Bachtiar Alamsyah, polisi tak menemukan proyektil peluru di tubuh mereka. Hasil autopsi, Rehan luka pada mata kiri dan kepala belakang. Satu korban lainnya, Bachtiar, luka pada leher kiri dan pipi kanan.

Menyikapi perkembangan kasus penembakan ini, LSM HAM Amnesty International akan menyambangi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Tujuan pertemuan ini untuk menanyakan kejelasan terkait tewasnya korban kericuhan 22 Mei. Pertemuan kedua pihak itu akan berlangsung tertutup. Usman menganggap para korban meninggal dunia secara tidak wajar.

“Dalam pertemuan hari ini kita ingin menanyakan lebih jauh tentang perkembangan dari hasil penyidikan kepolisian terkait dengan dugaan-dugaan kematian yang tidak sah terhadap sekitar 10 orang,” kata Usman saat dihubungi wartawan, Senin (8/7).

Usman menyebut, dari hasil temuannya, terdapat 9 orang tewas di Jakarta, sedangkan 1 lainnya tewas di Pontianak. Ia menduga ada keterlibatan oknum polisi dalam kasus ini.

“Di Jakarta maupun yang di Pontianak, dan juga berkaitan dengan kekerasan, penyiksaan dan juga perlakuan buruk lainnya yang dilakukan oleh anggota kepolisian di dalam peristiwa tersebut,” ujar Usman.

Baca Juga  Bos Judi Tembak Ikan di Medan Pakai Kursi Roda Saat Diadili

Usman menduga terdapat 3 lokasi yang dijadikan sebagai tempat penyiksaan oleh oknum polisi. Bahkan, 5 kasus diduga kuat sebagai penyiksaan yang disengaja.

Terkait penanganan massa saat kericuhan 22 Mei, Polri mengakui ada 10 personelnya yang melakukan kekerasan saat menangani massa. Kesepuluh anggota Polri dari satuan Brimob tersebut sudah menjalani sidang displin.

“Ada 10 anggota yang sudah diproses baik diperiksa dan sudah sidang disiplin,” ucap Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/7).

Meski begitu, ia enggan menyebutkan secara detail dari polda mana saja anggota Polri yang terbukti melakukan kekerasan saat kericuhan 21-22 Mei.

Dedi memastikan anggotanya yang diduga melanggar prosedur penangkapan akan ditindak tegas. Kesepuluh anggota Polri dari satuan Brimob tersebut akan mendapat hukuman penahanan selama 21 hari. Penahanan tersebut berlaku sejak anggota tersebut kembali ke polda masing-masing.

Menurutnya, insiden tersebut terjadi secara spontan. Anggota Brimob terpancing emosi dan mengejar massa karena salah satu komandan dari kesatuan Brimob Nusantara terkena panah beracun dari massa. Beruntung saat itu, komandan yang terkena panah beracun menggunakan pelindung, sehingga tetap aman.(kumparan/aw)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pengabdian Untuk Rakyat, Babinsa Bantu Warga Binaan Bersihkan Rumput Tanaman Padi.

Berita

Seorang Kakek 91 Tahun Digugat Anak dan 3 Cucunya Gara-gara Warisan, Tergugat Hanya Bisa Berbaring

Berita

Keren!! 248 Siswa Alumni MAN Pematangsiantar Lulus Masuk PTN 2021

Berita

Gubernur Kalbar H.Sutarnidji Dorong Kemudahan Prosedur Realisasi APBN

Berita

Rombak Kantor Bupati Kapuas Hulu Jadi Gedung Pelayanan Satu Atap

Berita

Unit Reskrim Polsekta Tanah Jawa Amankan Puluhan Bungkus Narkotika Jenis Sabu

Berita

Kodam XII/Tpr Kembali Harum, Empat Satuan Juarai LKJ TMMD ke-111

Berita

Kisah Soes Toer, Adik Pramoedya Ananta Toer yang Kini Jadi Pemulung