Viewer: 841
0 0

Home / Gaya Hidup

Jumat, 7 Agustus 2020 - 11:41 WIB

Dulu Tersohor Bintangi Banyak Judul Sinetron Hingga Tajir Melintir di Ibukota, Kini Komedian Kondang Ini Hidup di Kampung Halaman Sembari Jualan Salak dan Buka Usaha Fotokopi Demi Sesuap Nasi

Viewer: 842
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 18 Detik

Kompasnasional | Roda kehidupan selalu berputar termasuk artis yang dulu tenar dan tajir kini harus menikmati masa tua dengan sederhana.

Seperti halnya, komedian Eddy Gombloh yang dulu familiar usai mainkan banyak peran hingga menghibur film era 80-an.

Namun kini, komedian Eddy Gombloh harus meninggalkan ibukota dan rela hidup sederhana dengan membuka usaha fotokopi dan jualan salak.

NamanyaEddy Gombloh, pria asal Yogyakarta yang kerap membintangi judul-judul sinema tenar pada zamannya.

Sebut sajaSamson Betawi,Inem Pelayan Sexy, atauBenyamin Tukang Ngibul, pria satu ini sukses membuat judul-judul tersebut lebih menarik karena aktingnya yang jenaka.

Lantas roda kehidupan pun memang tak bisa dihentikan oleh manusia, termasuk pria dengan nama asli Supardi ini.

Semakin tua usianya, Eddy Gombloh pun makin jauh dari gemerlap dunia hiburan yang membesarkan namanya.

MelansirKompas.com, padahal ketika ia aktif membintangi berbagai film dan sinetron, pendapatan Eddy Gombloh tak bisa dipandang sebelah mata.

Honornya di tahun 1980-an saja untuk satu episode berkisar Rp 2 juta!

Baca Juga  Manfaat Terumbu Karang Bagi Masyarakat Pesisir

“Tahun 1980, satu episode saya dapat upah Rp 2 juta. Jumlah itu sangat besar kala itu,” cerita Eddy Gombloh, mengenang masa kejayaannya.

Sayangnya Eddy Gombloh tak bisa terus merasakan indahnya hidup sebagai salah satu aktor dengan penghasilan tertinggi di zamannya.

Eddy Gombloh mengakui jika tawaran untuk membintangi film maupun drama berseri semakin jarang ia dapatkan.

Kian sepinya tawaran itu lantas membuat Eddy Gombloh memutuskan untuk meninggalkan Ibu Kota yang membesarkan namanya.

Meninggalkan nama besar yang telah ia bangun susah payah, Eddy Gombloh akhirnya menepi ke daerah Sleman, Yogyakarta, kampung halamannya.

“Sudahsumpekdan ingin tenang. Ya meski di sana menjanjikan, tapi kan saya sudah tua,” ucapnya menceritakan keputusannya pindah ke pinggiran.

Eddy Gombloh saat muda(YouTube.com/Falcon)
Tak lagi menggantungkan hidup pada kemampuannya melawak dan berperan sebagai tokoh konyol di depan kamera, ia pun mencari cara lain agar kebutuhan sehari-hari terpenuhi.

Beruntung, Eddy Gombloh bukan tipe orang yang terlena atas kekayaan dan ketenaran yang dimilikinya dahulu.

Baca Juga  Kapan Waktu Sarapan yang Baik?

Ia pun terang-terangan mengaku berhemat sepanjang kariernya, kerap memilih berangkat ke lokasi syuting dengan angkot.

Eddy tak malu menggunakan kendaraan umum walau ia seorang aktor terkenal.

“Saya tidak pernah gengsi. Daripada untuk sesuatu yang tidak berguna seperti rokok dan minuman, (penghasilan) lebih baik ditabung. Banyak teman yang honornya habis semalam untuk minum,” tuturnya.

Tabungannya itulah yang menyelamatkan Eddy di masa tua, sehingga ia bisa membeli rumah di Yogyakarta dan membuka usaha baru.

Eddy Gombloh pun membuka usaha fotokopi dan menanam kebun salak sebagai mata pencaharian baru di masa tua.

Tak hanya itu, uangnya pun ternyata cukup untuk membeli sebuah ruko di Jakarta untuk disewakan.

Hidupnya yang lebih beruntung dari beberapa rekan artis yang justru sengsara di hari tua membuatnya memberikan petuah untuk artis-artis muda.

“Jadikanlah kami yang tua ini sebagai contoh. Meski zaman dulu dan sekarang sudah berbeda, pengalaman itu adalah guru,” tutupnya.(GI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

CFD di DKI Akhirnya Kembali Digelar Jelang New Normal, Tapi Hanya Boleh Adakan Ini

Gaya Hidup

TNI Gadungan di Medan Ditangkap, Lihat Fotonya

Gaya Hidup

Valentino Rossi Jelaskan Alasannya Tak Mau Punya Anak

Gaya Hidup

Benarkah Makan dengan Tangan Lebih Sehat Daripada Pakai Alat Makan? Begini Penjelasan Ahli
Foto Ilustrasi pernikahan

Berita

Heboh Pernikahan di Palembang Batal gegara Mahar Kurang Rp 700 Ribu

Gaya Hidup

Kisah Pria Jepang yang Dibayar untuk Tidak Melakukan Apa-apa

Gaya Hidup

Etika Berdebat Teddy Gusnaidi: Bantahlah dengan Argumen bukan Hinaan

Gaya Hidup

Polisi Mediasi Ormas dan Wanita Bercadar Rawat Puluhan Anjing di Bogor, Ini Hasilnya