Home / Gaya Hidup

Kamis, 7 Januari 2021 - 15:39 WIB

Kisah Pria Jepang yang Dibayar untuk Tidak Melakukan Apa-apa

Viewer: 430
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 9 Detik

Kompasnasional l Hidup memang ada-ada saja. Seorang pria di Jepang meraih sukses hanya dengan tidak melakukan apa-apa. Pria bernama Shoji Morimoto itu membangun karier yang sukses dengan menyewakan dirinya untuk tidak melakukan apa-apa.
Hanya dalam waktu dua tahun, Morimoto menjadi seorang selebriti di Jepang. Dia memiliki lebih dari 270 ribu pengikut di Twitter, tampil di sejumlah program televisi, kisahnya dibagikan di sejumlah majalah, dan buku-bukunya terjual.

Morimoto membangun kesuksesannya di atas layanan yang pada dasarnya mengharuskan dia untuk tidak melakukan apa-apa, selain bertemu orang secara acak, mendengarkan cerita mereka, atau hanya secara fisik berada di dekat orang-orang yang membutuhkan.

Morimoto hanya menyewakan dirinya pada orang asing dan memberi tahu mereka sebelumnya bahwa dia tidak bisa melakukan apa-apa selain makan, minum, dan bergaul.

Mengutip News Beezer, Morimoto sebelumnya adalah contoh seorang siswa teladan. Dia selalu mendapatkan nilai akademik yang bagus. Dia bahkan telah mendapatkan gelar master di bidang fisika dari Osaka University yang bergengsi.

Baca Juga  Ditemani 4 Wanita, Kakek 62 Tahun Ditangkap. Ngaku Telah Berhubungan Intim

Morimoto sempat menjadi seorang editor buku. Setelah tiga tahun bekerja sebagai editor, dia berhenti dan menyadari bahwa itu bukan-lah karier yang diinginkannya.

Karya-karya filsuf asal Jerman, Friedrich Nietzsche, memengaruhinya untuk kembali memikirkan hidupnya. “Saya melanjutkan sekolah ke pascasarjana karena orang-orang di sekitar saya melakukan itu. Saya terhanyut tanpa berpikir, saya jarang hidup atas inisiatif saya sendiri,” kata Morimoto.

Pada Agustus 2018, Morimoto akhirnya membuka layanan pribadinya pada publik. Morimoto mempersilakan siapa saja yang membutuhkan kehadirannya sebagai teman yang bisa mendengarkan segala keluh kesah, teman menikmati bunga sakura, atau apa pun. Klien hanya dikenakan biaya transportasi dan makanan-minuman jika ada.

Ide cerdik Morimoto ini populer di media sosial. Dia kemudian dibanjiri oleh permintaan orang asing. Saat ini, bisnis yang dijalaninya berjalan cukup baik. Dia pergi ‘bekerja’ pada pukul 8.30 pagi dan kembali ke rumah pada pukul 10.00 malam.

Baca Juga  Panik! Keasyikan Main HP, Ibu Kelabakan Tahu Bayinya Makan Kecoak

Layanan Morimoto ini diberikan secara gratis. Hanya saja, beberapa orang bersikeras untuk memberikan bayaran ekstra untuk waktu yang telah diberikan Morimoto.

Bisnis menyewa orang memang cukup pesat di Jepang. Bisnis ini berkembang seiring kehidupan orang-orang masa kini yang kian sibuk.

Mengutip laman The Emotion Machine, saat perasaan ingin didengarkan itu tak bisa tercapai, seseorang akan dengan mudah merasa kesepian, stres, sedih, atau bahkan marah.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Physchology menemukan bahwa saat individu diberi kesempatan untuk berbagi cerita dan pengalaman dengan orang lain, hal itu dapat membantu meningkatkan suasana hati.

Saat seseorang tak bisa menyalurkan apa yang ada dalam pikirannya, sering kali hal tersebut menimbulkan konsekuensi negatif bagi orang lain. Merasa didengarkan dan ditemani penting bagi kesehatan mental.
(CNN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

Tiap Malam Selalu Dililit, Wanita Ini Tak Tahu Jika Ular Piton Peliharaannya Ternyata Bersiap Makan Besar

Berita

Dihari Valentine Roro Fitria Ditangkap Polisi Gunakan Sabu

Gaya Hidup

Oknum PNS Dibuntuti Istri, Masuk Hotel, Digerebek, Tanpa Busana, Masih Bohong Juga

Gaya Hidup

Asli Gila, Perut Pria Ini Nyaris Meledak, Ngaku Sebagai Sebuah Tantangan, Tidak Takut Sama Kematian

Gaya Hidup

Ditemani 4 Wanita, Kakek 62 Tahun Ditangkap. Ngaku Telah Berhubungan Intim

Gaya Hidup

Usai Disebut Bertarif Rp 30 Juta, Vernita Syabilla Curhat di IG: Manusia Tidak Ada yang Sempurna

Gaya Hidup

Akhir Perjalanan Pria Asal Jakarta 4 Tahun Jadi TNI Gadungan di Sukabumi

Gaya Hidup

Polisi Mediasi Ormas dan Wanita Bercadar Rawat Puluhan Anjing di Bogor, Ini Hasilnya