Home / Berita / Korupsi / Nasional / Olahraga / Reviews

Jumat, 2 Februari 2018 - 15:47 WIB

Dugaan Korupsi Reklamasi, Kadishub DKI Diperiksa soal Amdal

Viewer: 666
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 14 Detik

KompasNasional, Jakarta – Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah mengemukakan, polisi menanyakan soal izin analisis dampak lingkungan (amdal) lalu lintas proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Hal itu ditanyakan penyidik saat memeriksa Andri sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek reklamasi Teluk Jakarta.

“Saya jelaskan bahwa tugas dari Dishub itu adalah amdal lalin, memberikan rekomtek (rekomendasi teknis) amdal lalin,” ujar Andri di Markas Polda Metro Jaya, Jumat, 2 Februari 2018.

Dia menambahkan, “Nah rekomendasi teknis itu ada apabila sudah ada bentuknya, sudah ada pulaunya, karena pulaunya belum ada, berarti belum apa-apa kita lakukan”.

Baca Juga  Polisi temukan buku catatan transaksi narkoba mantan wakil ketua DPRD Bali

Ia mengemukakan, izin amdal lalu lintas tak berkaitan dengan penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Pulau C dan D reklamasi. Amdal lalu lintas pun tak ada hubungan dengan penerbitan sertifikat di pulau buatan itu.

“Enggak ada urusannya dengan sertifikat, enggak ada hubungannya dengan HGB, enggak ada urusannya dengan NJOP, enggak ada. Ada bangkitan lalinnya enggak, itu tugas kami,” ujar Andri.

Penyelidikan kasus ini dimulai sejak September 2017, dengan dasar adanya polemik di masyarakat soal reklamasi. Polisi sudah meminta data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga  Sidang Perdana Ivan Sugiamto di Kasus Paksa Siswa Gonggong Digelar 5 Februari

Penyidik lantas meningkatkan status proses hukum proyek reklamasi Teluk Jakarta dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Keputusan ini diambil setelah ditemukannya dugaan korupsi di proyek itu.

Polisi menduga ada pelanggaran ketika penetapan nilai jual objek pajak (NJOP) Pulau C dan D dalam proyek reklamasi Teluk Jakarta. Diduga, penetapan NJOP pada pulau reklamasi itu tidak wajar. NJOP di pulau reklamasi C dan D diketahui hanya Rp3,1 juta per meter persegi. (Viva/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Asahan

Di Nilai Tidak Pro Rakyat, HIMMAH Tolak Kenaikkan BBM

Berita

Ratusan Warga Desa Padang Garugur Paluta Unjuk Rasa Di Polres Tapsel Tolak Keberadaan Galian C Di Desanya
Kepala BNK Asahan Drs Tuangkus Harianja MM foto bersama anak yatim dan tokoh masyarakat

Arsip

BNK ASAHAN BUKA PUASA BERSAMA ANAK YATIM DAN TOKOH MASYARAKAT

Arsip

Pelaku Mobil Bergoyang di Samping Kantor Gubernur Riau Nyaris Tabrak Satpol-PP

Berita

Bupati Kapuas Hulu Menerima Kunjungan Dari Direktorat Jenderal Kementerian PUPR 

Arsip

Staf Khusus Presiden Akan Tinjau Islamic Rohul

Berita

Di Acara Kirab Merah Putih, Kapolri Gelorakan Semangat Persatuan-Kesatuan Bangsa

Berita

Pimpinan Komisi III Minta Kapolri Bongkar Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin