Home / Berita / Gaya Hidup / Kesehatan / Reviews

Kamis, 19 April 2018 - 13:25 WIB

Hati-Hati, Orang yang Tidur Larut Malam Lebih Cepat Meninggal

Foto: ilustrasi/thinkstock

Foto: ilustrasi/thinkstock

Viewer: 515
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

KompasNasional.com– Kebiasaan tidur cukup memang sangat baik untuk kesehatan. Kenyataannya, tidak sedikit orang yang tidur hingga larut malam. Apa dampaknya?

Sebuah studi terbaru mengungkapkan, mereka yang menyebut sebagai burung hantu dan kerap tidur larut malam lebih mungkin meninggal lebih dini dibandingkan yang mengaku “morning person”.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Chronobiology International, periset dari University of Surrey di Inggris dan Northwestern University di Chicago meneliti sekitar setengah juta orang dari usia 30 hingga 73 tahun, serta mengikuti apa yang terjadi pada peserta penelitian selama 6,5 tahun.

Hasilnya mengejutkan, mereka yang mengidentifikasi diri sebagai “night person” memiliki risiko 10 persen lebih tinggi untuk meninggal selama masa studi daripada mereka yang mengaku sebagai “morning person” sejak awal penelitian.

Baca Juga  Bupati Samosir Resmikan Penyalaan Anjungan Listrik Mandiri di Pelabuhan Simanindo

Korelasi antara kematian lebih dini dan gaya hidup sebagai “night person” juga dipengaruhi dampak kesehatan dari tidur malam. Menurut penelitian tersebut, para burung hantu lebih mungkin memiliki masalah kesehatan, seperti diabetes, masalah neurologis, dan gangguan pernapasan.

Penelitian yang mengungkapkan hubungan antara gangguan kesehatan dan tidur larut malam juga pernah ditelusuri sebelum penelitian dari Inggris dan Chicago ini. Hasilnya, kurang lebih sama bahwa mereka yang tidur larut malam memiliki risiko depresi yang lebih besar, penggunaan narkoba, dan perilaku gaya hidup negatif seperti makan makanan berlemak yang tidak sehat dan penggunaan alkohol.

Baca Juga  Satgas Pamtas Yonif 642 Bantu Distribusikan Alkes*

“Jika ingin bekerja hingga larut malam, Anda harus mencoba untuk tetap tidur teratur, mendapatkan paparan cahaya alami di pagi hari dan cobalah untuk menyelesaikan sesuatu lebih awal di malam hari untuk mendapatkan istirahat malam yang baik,” kata Kristen Knutson, penulis penelitian sekaligus seorang profesor neurologi di Universitas Northwestern, dikutip dari Time, Rabu (18/4/2018).

Namun, ia menegaskan bahwa penelitian tersebut hanya menunjukkan hubungan antara mengidentifikasi “night person” dan risiko meninggal lebih dini, sehingga temuannya belum pasti. Biar demikian, tidur larut malam dan kurang cukup tidur dapat memberikan dampak kesehatan yang sama buruknya.(Inews/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
100 %

Share :

Baca Juga

Asahan

Pemkab Asahan Dukung Penuh Pelaksanaan TMMD ke 115 Kodim 0208

Berita

MTQ Kalbar, Wabup Wahyu Suport Kafilah Kapuas Hulu

Berita

Kebakaran Gudang di Pantai Pasir Putih Parbaba Samosir, Personil Pos Pengamanan Bertindak Cepat

Berita

Mantan Napi Maju Pilpres 2024, Ferdinand Hutahaean Bilang Begini…

Berita

PM Jepang Kirim Delegasi Temui Jokowi Bahas Proyek Infrastruktur

Berita

Kapolda Kalbar Kunjungan Kerja ke Polsek Entikong
Foto sejumlah oknum polisi yg diduga menyerang RS Bandung

Berita

Sejumlah Oknum Polisi Penyerang RS Bandung Diperiksa Propam Polrestabes Medan

Berita

GAWAI DAYAK SINTANG 2022 AKAN DIMERIAHKAN RIBUAN PESERTA PAWAI BUDAYA