Home / Arsip / Arsip 2016 / Internasional / Nasional / Reviews

Jumat, 30 September 2016 - 12:48 WIB

Diplomat Cantik Indonesia Berani Kecam Para Pemimpin Negara Pasifik

Viewer: 553
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 14 Detik

Para pemimpin negara di Kepulauan Pasifik melontarkan kritik terhadap pemerintah Indonesia pada pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York Senin lalu dalam kasus pelanggaran hak asasi di Papua.

Delegasi dari Kepulauan Solomon, Vanuatu, Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Tonga di PBB menyampaikan kekhawatirannya tentang keadaan di Papua.

Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare mengatakan pelanggaran hak asasi di Papua terjadi karena rakyat Papua ingin merdeka.

“Pelanggaran hak asasi di Papua Barat dan keinginan untuk merdeka adalah dua sisi dari koin yang sama,” ujar Manasseh, seperti dilansir stasiun televisi ABC, Senin (26/9).

Baca Juga  ‍KPUD Simalungun Butuh Dana Rp 12 M, Pemkab Berencana Menyiapkan dalam Bentuk Barang

“Banyak laporan pelanggaran hak asasi di Papua Barat berhubungan dengan keinginan untuk merdeka lantaran pelanggaran itu dilakukan oleh Indonesia yang membungkam segala bentuk oposisi,” kata dia.

Namun kritikan mereka itu mendapat respon keras dari delegasi Indonesia yang diwakili oleh Nara Masista Rakhmatia. Perempuan cantik berusia 34 tahun ini mengatakan kritik dari negara-negara Pasifik itu bermotif politik dan bermaksud mengalihkan isu di dalam negeri mereka sendiri.


“Pernyataan mereka yang bermotif politik itu dibuat untuk mendukung kelompok separatis di Papua Barat yang kerap melanggar ketertiban dan melakukan serangan bersenjata,” kata dia.

Baca Juga  Ternyata Ini yang Menginspirasi Pelaku Bom Gereja Santo Yosep

“Itu adalah pelanggaran kedaulatan negara. Sungguh tidak elok dan berbahaya jika suatu negara menyalahgunakan forum PBB, termasuk pertemuan majelis umum ini,” ujar Nara.

Laporan pencarian fakta dari Keuskupan Agung Brisbane pada Mei lalu menyebut di Papua tengah terjadi genosida perlahan karena banyak terjadi penyiksaan dan pelecehan.

Indonesia sudah berulang kali membantah pelanggaran hak asasi di Papua di forum-forum internasional (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemerintah Putuskan Tahun Ini Kembali Tidak Berangkatkan Haji
KPK Temukan Uang dari Ruang Kerja Sanusi-KompasNasional

Arsip

KPK Temukan Uang dari Ruang Kerja Sanusi

Berita

PD Pasar Jaya Sediakan Tempat Relokasi Pedagang Pasar Gembrong
Siapa Sangka Buah Rambusa Yang Kecil, Mempunyai Kasiat Yang Luar Biasa-KompasNasional

Arsip

Siapa Sangka Buah Rambusa Yang Kecil, Mempunyai Kasiat Yang Luar Biasa

Arsip

Sebelas Pemudik yang Rela Bersepeda Hingga Ke Kampung Halaman

Internasional

Kebakaran di Ruang Isolasi Covid RS Irak, 44 Tewas

Berita

Pelajar di Kebumen Tewas Tersengat Listrik saat Memanjat Rambutan

Arsip

Marquez Tinggalkan Rossi, Klasemen MotoGP