Home / Berita

Kamis, 12 Agustus 2021 - 13:30 WIB

Bupati Sambas H.Satono: Masih Banyak Data Kependudukan Yang Tidak Akurat, Diminta Kadis Jangan Egois

Viewer: 507
1 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 59 Detik

Sambas Kalbar, Kompas Nasional.com. Data kependudukan di kabupaten sambas yang di duga banyak tidak akurat sehingga menyebabkan sulitnya pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menjadi persoalan oleh Bupati Sambas,H. Satono, S.Sos.I., M.H saat membuka rapat koordinasi penyelarasan data kependudukan di Hotel Pantura Sambas.Selasa (10/8/2021)

Bupati Sambas,H. Satono, S.Sos.I., M.H meminta setiap kepala dinas yang memiliki kaitan dengan data atau penggunaan data penduduk untuk menepikan ego masing-masing dan saling bekerjasama agar tercipta penyelarasan data yang akurat.

“Selama ini yang kita jadikan rujukan, sumber datanya tidak benar. Sudahlah sumber datanya tidak benar, perencanaanya juga salah, akhirnya azas manfaatnya tidak berdampak pada masyarakat secara positif. Jadi saya perintahkan kepala dinas terkait cari terobosan,” Jelasnya

Satono mengatakan, selama ini yang sangat diperlukan adalah sumber data yang akurat dan selaras antar instansi. Misalnya kata dia, data Dinas Kependudukan harus selaras dengan data di Dinsos Pemdes. Satono meminta kedua kepala dinas itu untuk bekerja keras sehingga bisa menyelesaikan masalah data yang selama ini terjadi.

Baca Juga  Wujud Kepedulian Terhadap Satuan, Anggota Koramil Jawai, Laksanakan Pembersihan Pangkalan.

“Tidak mungkin kalau tidak mau kerja keras tapi mau dapat hasil yang banyak. Hari ini saya harapkan, Kadis Dukcapil, Kadis Dinsospemdes, saya minta hari ini di selesaikan masalah keselarasan data ini, jangan nanti Bupati, Wakil Bupati dan sekda meninggalkan ruang rapat, lalu kalian ikut pulang. Hari ini cari dimana selisih datanya, dimana problem ketimpangannya, karena sudah duduk satu meja,” tegasnya.

Satono memberi contoh, membangun daerah tolak ukurnya keberhasilannya adalah IPM. Namun itu tidak bisa maksimal jika data kependudukan saja tidak bisa dibenahi. Misal kata dia, ada anak yang baru saja selesai studi S1, namun di KTP nya masih SMA sehingga tidak masuk dalam rekapitulasi peningkatan status pendidikan.

Baca Juga  PELANTIKAN BUPATI/WAKIL BUPATI TOBA DILAKSANAKAN SECARA OFFLINE

“Bagaimana caranya IPM kita bisa naik kalau ada seribu orang bergelar doktor namun di KTP nya masih SMA atau masih S1 misalnya. Jika data itu tidak diperbaiki sia-sia saja, tidak ada efeknya untuk daerah kita,” kata Satono

Satono menyampaikan, hal yang paling penting dalam menjadi pejabat daerah adalah niat bekerja yang benar-benar demi memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Untuk itulah dia mengingatkan agar sesama kepala dinas antar instansi harus menjaga kebersamaan dan saling berkoordinasi.

“Kebersamaan ini bisa menghasilkan energi positif, jangan ego, hanyutkan dan buang ke sungai ego itu biar pergi jauh-juah. Ini niat kita harus sama, mulai dari Bupati, kepala dinas, dan kabid. Niatnya bagaimana bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sambas.”Ujarnya

(Kabiro : DARWIS)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Tinjau Vaksinasi di Kayong Utara, Pangdam XII/Tpr Himbau Masyarakat Tidak Usah Takut dan Ragu

Berita

Jaga kedisiplinan, Kodim 1206/PSB Laksanakan latihan PBB Dan Langkah Defile

Berita

Masuk Nominasi Terbaik se Indonesia, YLBH Bhakti Keadilan Terima Penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM RI

Berita

Anggota Babinsa Koramil 02/Serawai Bagikan Alat Prokes

Berita

Gubernur Kalbar Serahkan Santunan Kematian Kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Kerja

Berita

Operasi Aman Nusa ll Tahun 2021 Gencar Dilaksanakan Polres Melawi

Berita

Terlalu Sering Tes Covid-19, Hilary Duff Infeksi Mata

Berita

Penerima BSS dan Subsidi Minyak Goreng Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin Booster