Home / Berita

Kamis, 12 Agustus 2021 - 13:30 WIB

Bupati Sambas H.Satono: Masih Banyak Data Kependudukan Yang Tidak Akurat, Diminta Kadis Jangan Egois

Viewer: 485
1 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 59 Detik

Sambas Kalbar, Kompas Nasional.com. Data kependudukan di kabupaten sambas yang di duga banyak tidak akurat sehingga menyebabkan sulitnya pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menjadi persoalan oleh Bupati Sambas,H. Satono, S.Sos.I., M.H saat membuka rapat koordinasi penyelarasan data kependudukan di Hotel Pantura Sambas.Selasa (10/8/2021)

Bupati Sambas,H. Satono, S.Sos.I., M.H meminta setiap kepala dinas yang memiliki kaitan dengan data atau penggunaan data penduduk untuk menepikan ego masing-masing dan saling bekerjasama agar tercipta penyelarasan data yang akurat.

“Selama ini yang kita jadikan rujukan, sumber datanya tidak benar. Sudahlah sumber datanya tidak benar, perencanaanya juga salah, akhirnya azas manfaatnya tidak berdampak pada masyarakat secara positif. Jadi saya perintahkan kepala dinas terkait cari terobosan,” Jelasnya

Satono mengatakan, selama ini yang sangat diperlukan adalah sumber data yang akurat dan selaras antar instansi. Misalnya kata dia, data Dinas Kependudukan harus selaras dengan data di Dinsos Pemdes. Satono meminta kedua kepala dinas itu untuk bekerja keras sehingga bisa menyelesaikan masalah data yang selama ini terjadi.

Baca Juga  Polisi temukan buku catatan transaksi narkoba mantan wakil ketua DPRD Bali

“Tidak mungkin kalau tidak mau kerja keras tapi mau dapat hasil yang banyak. Hari ini saya harapkan, Kadis Dukcapil, Kadis Dinsospemdes, saya minta hari ini di selesaikan masalah keselarasan data ini, jangan nanti Bupati, Wakil Bupati dan sekda meninggalkan ruang rapat, lalu kalian ikut pulang. Hari ini cari dimana selisih datanya, dimana problem ketimpangannya, karena sudah duduk satu meja,” tegasnya.

Satono memberi contoh, membangun daerah tolak ukurnya keberhasilannya adalah IPM. Namun itu tidak bisa maksimal jika data kependudukan saja tidak bisa dibenahi. Misal kata dia, ada anak yang baru saja selesai studi S1, namun di KTP nya masih SMA sehingga tidak masuk dalam rekapitulasi peningkatan status pendidikan.

Baca Juga  Ormas Indonesia Bersatu Yakin Rizal Ramli Berbohong

“Bagaimana caranya IPM kita bisa naik kalau ada seribu orang bergelar doktor namun di KTP nya masih SMA atau masih S1 misalnya. Jika data itu tidak diperbaiki sia-sia saja, tidak ada efeknya untuk daerah kita,” kata Satono

Satono menyampaikan, hal yang paling penting dalam menjadi pejabat daerah adalah niat bekerja yang benar-benar demi memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Untuk itulah dia mengingatkan agar sesama kepala dinas antar instansi harus menjaga kebersamaan dan saling berkoordinasi.

“Kebersamaan ini bisa menghasilkan energi positif, jangan ego, hanyutkan dan buang ke sungai ego itu biar pergi jauh-juah. Ini niat kita harus sama, mulai dari Bupati, kepala dinas, dan kabid. Niatnya bagaimana bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sambas.”Ujarnya

(Kabiro : DARWIS)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Disambut Meriah di Tapsel, Ketua Tim Wasev TMMD Ke-111 Mengaku Bahagia

Berita

Hj.Lismaryani Sutarmidji : Posko Desa Upaya Percepatan Pemulihan Covid-19

Berita

Pekerja Gaji di Bawah Rp10 Juta Bebas Pajak Penghasilan di 2025

Berita

Wakil Bupati Kapuas Hulu Buka Open Tournamen 9 Ball Biliard POBSI

Berita

Hadiri Pelantikan Pengurus DPW PERHIPTANI Kalbar Ini Harapan Gubernur Kalbar
Foto 5 remaja diamankan polisi karena bikin onar di jalanan

Asahan

Sangar di Jalanan, Kelompok Remaja di Asahan Jadi Lemah Usai Ditangkap
Foto Gubernur Sumut Edi Rahmayadi

Berita

Respons Gubsu soal Viral PNS Diduga Main Judi di Gedung DPRD Sumut

Berita

Satpol PP Tapsel Bersama Tim Gabungan Prokes Lakukan Operasi Yustisi Rangka Terapkan Perbup No 40 Tahun 2020