Viewer: 769
0 0

Home / Ekonomi

Rabu, 17 Juni 2020 - 19:59 WIB

Bos BRI Sebut Bank dengan Likuiditas Sehat Pasti Salurkan Kredit

Viewer: 770
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Kompasnasional | Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sunarso, menjamin bahwa bank dengan likuiditas yang sehat akan tetap menyalurkan kredit kepada nasabah. Ungkapan itu ia lontarkan untuk menjawab pertanyaan peserta diskusi BPP Hipmi tentang kemungkinan perbankan menolak pengajuan kredit di masa pandemi corona.
“Saya ini kan bankir. Kalau ada bank enggak mau menyalurkan kredit, ya tutup saja, karena tandanya bank itu enggak likuid,” ujar Sunarso dalam webinar pada Selasa, 16 Juni 2020.
Sunarso berpendapat, keberadaan bank yang tidak bisa menyalurkan kredit akibat likuditasnya terganggu justru akan berdampak terhadap industri lain. Meski, ia mengakui, perbankan memang mengalami penurunan likuiditas dan profitabilitas di masa pandemi.
Kondisi ini terjadi karena adanya penundaan pembayaran bunga dan pokok dari debitur. Namun, Sunarso menekankan, di saat yang sama, bank tetap harus menjaga pertumbuhan kredit, utamanya UMKM. Sebab, 99 persen entitas bisnis di Indonesia merupakan pelaku UMKM dan kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 68 persen.
“UMKM di Indonesia juga menyerap dan mempekerjakan 92 persen tenaga kerja. Jadi memberdayakan dan menjaga sustainability UMKM, itu sama saja menjaga dan menyejahterakan tenaga kerja,” katanya.
UMKM yang terdampak pandemi, rencananya memang akan diberikan kredit modal kerja oleh perbankan. Sunarso menjelaskan, pinjaman ini bakal dijamin oleh asuransi kredit dan preminya akan dibayar menggunakan dana APBN. Namun, UMKM yang memperoleh kredit modal tidak boleh melakukan PHK terhadap karyawannya.
Sedangkan dari sisi bank, untuk menjaga likuiditasnya, Sunarso mengatakan telah menyusun strategi dengan utang luar negeri. Menurut dia, saat ini sudah ada 13 bank yang telah berkomitmen membantu perusahaan memberikan dana sebesar US$ 1 miliar.
Kapan saja, kata Sunarso, perusahaan bisa menarik dana itu dengan suku bunga dolar 1,9 persen. “Itu yang saya jadikan cadangan likuditas sehingga kita tetap bisa ekspansi.(T/Red)

Baca Juga  KSPI: Harga Rokok Rp 50.000 Per Bungkus Memicu PHK Besar-besaran
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Inilah sektor-sektor usaha yang bisa mendulang cuan di tahun kerbau logam

Berita

Relawan DJM 1 Kali Lagi Dideklarasikan

Arsip

Warga Desa Bukit Meriah Minta Kasus Dana Desa TA 2015 Diusut

Berita

Jelang Event IMF-World Bank, Jumlah Peserta Meningkat sebanyak 32 Ribu Orang

Berita

Pro Kontra Penenggelaman Kapal di Tataran Elite Pemerintahan

Arsip

Harga Emas Antam Naik Rp 4.000 Jadi Rp 605.000 Per Gram

Arsip

Pakai BBG, Pengemudi Bajaj Gas Bawa Pulang Rp 300.000 Per Hari

Ekonomi

Ini Fungsi dari Materai 6000, Apa Anda Sudah Mengetahuinya ?