Kompasnasional l Ada banyak keuntungan untuk mengikuti arisan, Bunda. Akan tetapi, ada kita harus berhati-hati untuk mengurangi risiko yang tak diinginkan.
Seperti apa yang dilakukan oleh bos arisan lebaran, Tarmiati alias Mia. Wanita berusia 42 tahun tersebut mengakui bahwa ia telah menipu ratusan ibu-ibu dengan total uang senilai Rp1 miliar.
Uang sebanyak itu diketahui ia pakai untuk membangun rumah dan membayar utang. “Kurang lebih uang arisan yang saya habiskan Rp1 miliar,” kata Mia dikutip dari detikcom pada Senin (24/5/2021).
Sebagaimana yang Mia akui, awalnya ia menggunakan uang arisan lebaran dari para peserta untuk membangun rumahnya di Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Namun tak tanggung-tanggung, pembangunan rumah tahun 2018 itu menghabiskan dana hingga Rp450 juta.
“Saya bangun rumah belakang untuk garasi dan gudang untuk menyimpan barang-barang, seperti sembako. Setelah itu saya kekurangan uang terus,” terangnya.
Selain itu, uang arisan lebaran juga dia gunakan untuk membayar angsuran yang mencapai Rp50 juta per bulan. Ini karena Mia menggadaikan tiga sertifikat rumah, dua BKPB mobil, serta delapan BPKB sepeda motor.
Saat itu, ibu dua anak ini meminta para ketua kelompok arisan untuk menyediakan dana talangan. Dia mempunyai 6 kelompok arisan lebaran.
“Setelah lebaran (Idul Fitri tahun 2020) uang para ketua kelompok saya kembalikan pakai uang arisan (arisan lebaran 2021),” jelasnya.
Puncaknya, Mia tak mampu mengembalikan uang arisan 200 lebih peserta menjelang Idul Fitri 2021. Nilainya mencapai Rp 1 miliar. Dia memilih kabur bersama suami dan dua anaknya ke Jawa Tengah pada 6 April lalu, atau 5 pekan sebelum lebaran.
Ratusan emak-emak yang menjadi korban arisan lebaran Mia melapor ke Polsek Ngoro, Mojokerto pada 15 April 2021. Para korban diwakili 6 ketua kelompok arisan melaporkan Mia ke polisi. Tim gabungan Polsek Ngoro dan Satreskrim Polres Mojokerto akhirnya meringkus Mia di rumah kontrakan Kecamatan Sidoarjo, Sragen, Jateng.(DN/Red)








