Viewer: 1561
0 0

Home / Berita

Senin, 1 Juni 2020 - 22:08 WIB

Beratnya Capai 1 Ton Lebih, Inilah Monster Ular dari Zaman Prasejarah yang Pilih Buaya Sebagai Mangsanya

Viewer: 1562
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 44 Detik

Kompasnasional | Bicara mengenai ular, apa yang muncul dibenak Anda?

Pasti hewan yang memiliki tubuh sangat panjang dan tentunya berbahaya.

Menariknya predator berbahaya ini sudah ada sejak zaman dulu.

Misalnya ketika kita pergi ke Kolombia saat 60 juta tahun.

Pada zaman itu, kita akan menemukan ular raksasa yang panjangnya melebihi bis sekolah.

Ular itu menjadi predator paling berkuasa pada periode Paleosen, 65,6-55,8 juta tahun yang lalu, setelah kemusnahan dinosaurus terjadi.

Bagaimana tidak, dengan panjang yang mencapai 14,6 meter, Titanoboa sudah terlampau besar meskipun menurut standar masa itu di mana hewan-hewan besar tercipta dalam kondisi lembab dan beruap.

Bobot Titanoboa juga diperkirakan mencapai 1,13 ton.

Dengan tubuh yang raksasa tersebut, tidak heran bila monster ular ini bisa membelit dan menelan buaya utuh-utuh

Baca Juga  Silang Pendapat Bakal Calon Bupati Simalungun Warnai Perdiskusian GMKI Siantar-Simalungun

Dikutip dari BYU, penemuan Titanoboa berawal saat tim peneliti mengunjungi tambang batubara terbesar di dunia di Cerrejón di La Guajira, Kolombia, pada tahun 2002.

Saat itu, peneliti sedang mempelajari penemuan berupa fosil daun dari seorang mahasiswa asal Kolombia.

Fosil tersebut memberi petunjuk tentang keberadaan kawasan hutan hujan kuno di jaman Paleosen di lokasi tersebut.

Lalu, ekspedisi yang dipimpin oleh Smithsonian Tropical Research Institute di Panama dan Museum Sejarah Alam Florida di University Florida dilakukan untuk meyakinkan asal muasal fosil daun tersebut.

Hasilnya, peneliti meyakini lokasi tersebut merupakan hutan hujan pertama di bumi.

Para peneliti juga menemukan fosil ular, buaya raksasa, serta tanaman kacang-kacangan, pisang, alpokat dan cokelat.

Jonathan Bloch dari Museum Sejarah Alam Florida dan Carlos Jaramillo dari STRI yang merupakan pakar terkemuka di dunia dalam ular purba bergabung dalam penelitian tersebut untuk menguak dan belajar lebih banyak tentang bagaimana Titanoboa hidup dan berburu.

Baca Juga  Siswa SMAN 2 Pematangsiantar Dapat Penyuluhan Hukum Tentang Perlindungan Anak dan Narkoba Dari Program JMS

Fosil menunjukkan bahwa setelah masa kepunahan dinosaurus, suhu daerah tropis lebih hangat dari hutan masa sekarang.

Saat itu, hutan hujan pertama di Amerika Selatan pun terbentuk dan makhluk besar berjuang untuk menjadi pemangsa puncak bumi, termasuk Titanoboa.

Kini nenek moyang ular itu dapat disaksikan kembali di Monte L. Bean Life Science Museum di Universitas Brigham Young, Utah, Amerika Serikat.

Model Titanoboa dibuat dengan skala penuh lengkap dengan buaya yang setengah tertelan di mulutnya. (KC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolres P.Sidempuan Laksanakan Pengamanan Unras 11 April Sesuai SOP dan Humanis

Berita

Abaikan Prokes Covid-19,Puluhan Pelajar Berseragam Sekolah Berkeliaran

Berita

Bersama Masyarakat Perbatasan, Satgas Yonif 642 Perbaiki Akses Jalan*

Berita

Pemko dan Kejaksaan Negeri Sidimpuan MoU Penyelamatan Aset Daerah

Berita

Personil Pos Kotis Gabma Entikong Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Bantu Mengajar Siswa/Siswi SDN 03 Sontas Di Perbatasan Kalbar

Berita

Launching Tv Lokal Publik Melawi Tv dari Pelosok Untuk Ibu Kota Nanga Pinoh Kabupaten Melawi

Berita

Kodim 1206/PSB Semakin Gencarkan Serbuan Vaksin Booster di Bulan Ramadhan

Berita

Dalam Uji Coba, Warga Samosir Tetap Waspada dan Terjaga