Viewer: 1457
0 0

Home / Berita

Senin, 1 Juni 2020 - 22:08 WIB

Beratnya Capai 1 Ton Lebih, Inilah Monster Ular dari Zaman Prasejarah yang Pilih Buaya Sebagai Mangsanya

Viewer: 1458
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 44 Detik

Kompasnasional | Bicara mengenai ular, apa yang muncul dibenak Anda?

Pasti hewan yang memiliki tubuh sangat panjang dan tentunya berbahaya.

Menariknya predator berbahaya ini sudah ada sejak zaman dulu.

Misalnya ketika kita pergi ke Kolombia saat 60 juta tahun.

Pada zaman itu, kita akan menemukan ular raksasa yang panjangnya melebihi bis sekolah.

Ular itu menjadi predator paling berkuasa pada periode Paleosen, 65,6-55,8 juta tahun yang lalu, setelah kemusnahan dinosaurus terjadi.

Bagaimana tidak, dengan panjang yang mencapai 14,6 meter, Titanoboa sudah terlampau besar meskipun menurut standar masa itu di mana hewan-hewan besar tercipta dalam kondisi lembab dan beruap.

Bobot Titanoboa juga diperkirakan mencapai 1,13 ton.

Dengan tubuh yang raksasa tersebut, tidak heran bila monster ular ini bisa membelit dan menelan buaya utuh-utuh

Baca Juga  Kasus suap BPK, KPK perpanjang penahanan dua pejabat BPK

Dikutip dari BYU, penemuan Titanoboa berawal saat tim peneliti mengunjungi tambang batubara terbesar di dunia di Cerrejón di La Guajira, Kolombia, pada tahun 2002.

Saat itu, peneliti sedang mempelajari penemuan berupa fosil daun dari seorang mahasiswa asal Kolombia.

Fosil tersebut memberi petunjuk tentang keberadaan kawasan hutan hujan kuno di jaman Paleosen di lokasi tersebut.

Lalu, ekspedisi yang dipimpin oleh Smithsonian Tropical Research Institute di Panama dan Museum Sejarah Alam Florida di University Florida dilakukan untuk meyakinkan asal muasal fosil daun tersebut.

Hasilnya, peneliti meyakini lokasi tersebut merupakan hutan hujan pertama di bumi.

Para peneliti juga menemukan fosil ular, buaya raksasa, serta tanaman kacang-kacangan, pisang, alpokat dan cokelat.

Jonathan Bloch dari Museum Sejarah Alam Florida dan Carlos Jaramillo dari STRI yang merupakan pakar terkemuka di dunia dalam ular purba bergabung dalam penelitian tersebut untuk menguak dan belajar lebih banyak tentang bagaimana Titanoboa hidup dan berburu.

Baca Juga  Tim Gabungan Sosialsasikan Intruksi Bupati Sintang Tentang PPKM

Fosil menunjukkan bahwa setelah masa kepunahan dinosaurus, suhu daerah tropis lebih hangat dari hutan masa sekarang.

Saat itu, hutan hujan pertama di Amerika Selatan pun terbentuk dan makhluk besar berjuang untuk menjadi pemangsa puncak bumi, termasuk Titanoboa.

Kini nenek moyang ular itu dapat disaksikan kembali di Monte L. Bean Life Science Museum di Universitas Brigham Young, Utah, Amerika Serikat.

Model Titanoboa dibuat dengan skala penuh lengkap dengan buaya yang setengah tertelan di mulutnya. (KC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Ambulance Jadi Mobil Pribadi, Warga Terpaksa Sewa Pick Up ke Rumah Sakit

Berita

PHBI Pontianak Siap Gelar Salat Id Depan Kantor Wali Kota.

Berita

Kadis PMPD Prov Kalbar Meresmikan Dan Serah Terima Gedung Pos Yandu Kepada Kades Pemuar Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi*

Berita

Bupati Samosir Minta Peningkatan Status RSUD kepada Kemenkes

Berita

Dansatgaster Laksanakan Peninjauan Lokasi TMMD Imbangan Ke-112 Kodim 1208/Sambas.

Berita

Kades Desa Kusik Batu Lapu Bekingi Tim Pelaksana Kegiatàn(TPK) Melakukan Manipulasi Matrial Bangunan Tribun Lapangan Bola.

Berita

Desa Semangut Utara Kecamatan Bunut Hulu Gelar Oven Turnamen Tenis Meja

Berita

4 Fakta Penyewa Mobil Tersangka Penggelapan Mobil Bos Rental