Mempawah Kalbar,KOMPAS NASIONAL.Com- Anjloknya harga sawit belakangan ini menjadi salah satu pembahasan utama dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) I Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI), Sabtu (16/7/2022) di Ancol Beach City jalan KW Wisata Ancol Pademangan Jakarta Utara.
Seperti diketahui, AKPSI didirikan oleh Bupati Kabupaten penghasil sawit Indonesia dengan beranggotakan 160 Kabupaten penghasil sawit di 21 Provinsi, dengan Ketua Pembina AKPSI Jenderal TNI (Pur) Luhut Binsar Pandjaitan.
AKPSI memiliki visi, yaitu menjadi mitra strategis pemerintah pusat dan stake holder perkebunan sawit dalam pembangunan memperjuangkan kepentingan daerah penghasil sawit khususnya pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat di area perkebunan.
Adapun peserta yang hadir, yakni 22 Gubernur dan Pimpinan/Anggota DPRD Provinsi atau yang mewakili, 160 Bupati dan Pimpinan/Anggota DPRD Kabupaten penghasil sawit atau yang mewakili, Perusahaan perkebunan sawit dan stakeholder sawit serta 16.303 Desa area perkebunan sawit.
Kabupaten Mempawah menjadi salah satu anggota di antara 160 kabupaten lainnya yang membahas AKPSI I tentang komitmen pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sawit nasional.
Tahun 2021, Indonesia menguasai sekitar 54 persen produksi sawit di dunia, dengan kontribusi terbesar kedua berasal dari Provinsi Kalbar.
Bupati Mempawah, Erlina hadir didampingi Gusti Basrun, Kadis Pertanian Mempawah untuk menyampaikan bagaimana kondisi petani sawit di Kabupaten Mempawah akibat dari anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit.
“Kami mengapresiasi Munas AKPSI ini. Harapan kami, dengan kolaborasi yang terus diperkuat antara daerah dan pusat, semoga situasi semakin membaik. Karena sangat disayangkan potensi kekuatan ekonomi dari sawit sangat besar,” ujarnya.
(Hasnan Sutanto)








