Home / Arsip / Arsip 2016 / Kriminal

Jumat, 29 April 2016 - 12:40 WIB

Begini Perjuangan 5 Pemuda Miskin Dapat Beasiswa Sekolah Pilot

Viewer: 829
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 57 Detik

KompasNasional.com

Banyuwangi – Lima pemuda asal Surabaya, Muhammad Iqbal Mutaqqin (19), Adiyatma Kusuma Wijaya (23), Muhammad Salman Alfarizi (23), Muhammad Saifudin (24), dan Rizal Awaludin Adiansah (19), sukses menaklukkan tantangan. Ia lolos tes dan mendapatkan beasiswa sekolah pilot di Banyuwangi.

Ke-5 pemuda itu berasal dari keluarga tidak mampu. Sebagai contoh, ayah Muhammad Iqbal Mutaqqin berprofesi sales keliling dan ibunya hanya kasir warung. Sedangkan ortu Adiyatma Kusuma Wijaya adalah tukang masak restoran. Selanjut, ortu Muhammad Salman Alfarizi dan Muhammad Saifudin hanya kuli batu.

“Kami sempat minder. Sebab yang sekolah di sini anaknya orang kaya-kaya. Sedangkan kami hanya anak orang miskin,” ujar Muhammad Saifudin kepada detikcom, Jumat (29/4/2016).

Banyak tahapan yang harus dilalui untuk bisa sekolah gratis menjadi pilot yang keseluruhannya dibiayai oleh Pemkot Surabaya. Untuk masuk menjadi taruna di LP3 Banyuwangi, 5 pemuda ini harus menjalani 10 tes yang sangat ketat. Tes pertama dilakukan di Surabaya, meliputi tes akademik, tes administrasi dan masih banyak lagi. Selanjutnya, tes kedua dilakukan di Banyuwangi, yakni tes kesehatan dan bakat terbang.

Baca Juga  KPK Bidik Koruptor di Daerah Penghasil Migas

Dari 10 orang yang diajukan, 2 orang gugur dites pertama. Selanjutnya, 3 orang tidak lolos di tahap selanjutnya. Dari keseluruhan tes tersebut, 5 taruna yang lolos mendapat beasiswa ini mengaku tes bakat terbang dan kesehatan adalah yang paling sulit.

Sekolah Pilot di Banyuwangi (Foto: Aditya MD/detikcom)

“Teman saya terkena penyakit asam urat. Akhirnya tidak lolos. Sementara lainnya tidak memiliki bakat terbang dalam uji tes yang dilakukan di Banyuwangi. Makanya saya bersyukur bisa lolos dan menjadi taruna disini. Gak nyangka,” ujar Muhammad Iqbal Muttaqin.

Hal yang sama diungkapkan oleh Adiyatma Kusuma Wijaya. Pemuda asal jalan Saritama Tower15, Kecamatan Karang Poh, Surabaya ini, mengaku terkejut, kaget dan tidak percaya bisa lolos dalam rangkaian tes tersebut.

“Kaget, terkejut, bingung, gembira dan bangga bisa lolos menjadi taruna. Karena beberapa rekan kami tidak bisa lolos dengan 10 tes yang dijalani. Alhamdulillah semuanya bisa kita lalui,” tambahnya.

Meski lolos, kata Adiyatma, saat masuk menjadi taruna di LP3 Banyuwangi, dirinya bersama 4 rekannya asal Surabaya ini harus bisa beradaptasi dengan “ritme” pendidikan yang penuh kedisiplinan. Sebab, saat SMA dan SMK tak ditemukan kedisiplinan yang diterapkan di sekolah pilot ini.

“Sempat kaget saja. Karena disini penuh kedisiplinan. Kami senang di sini dan kesenangan itu menumbuhkan kedisiplinan,” pungkasnya.

5 Pemuda ini telah 6 bulan di Sekolah Pilot Banyuwangi. Jika lancar, maka mereka akan lulus setahun lagi.
(kn/ds/fat/try)

Baca Juga  3 Remaja Pelaku Pelemparan Batu ke Kereta Api di Yogya Tertangkap
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Tim Gegana Jinakkan Bom di Ubud Bali

Berita

Seorang Pemuda Nekat Bongkar Rumah, Gondol Emas dan Uang Jutaan hanya untuk foya-foya

Arsip

Sikap Komnas HAM Atas Penangkapan 144 Orang di Jakarta Utara

Arsip

Mencari Solusi Derita Masyarakat Hibala
Foto Hamdani bandar narkoba

Berita

Hamdani Ditangkap Polisi, Bagi yang Pernah Berhubungan, Siap-Siap Saja

Berita

Niat Mengantarkan Penumpang Driver Ojol Dihipnotis Penumpangnya

Arsip

Prajurit Kopassus Ini Tetap Berpuasa di Tengah Sengitnya Perang

Berita

Surati Penyidik Ada Urusan Lain, Sandiaga Uno Batal Diperiksa Polisi Hari Ini