Home / Berita / Kriminal / Nasional / Reviews

Selasa, 6 Februari 2018 - 12:40 WIB

Surati Penyidik Ada Urusan Lain, Sandiaga Uno Batal Diperiksa Polisi Hari Ini

Viewer: 577
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 4 Detik

KompasNasional.com, Jakarta– Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno batal diperiksa penyidik Subdit Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Selasa (6/2/2018).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menerangkan, berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima penyidik, Sandiaga memiliki kegiatan terjadwal.

“Ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, sudah dikomunikasikan dengan penyidik. Jadi hari ini tidak ada pemeriksaan,” ujar Argo saat dikonfirmasi wartawab, Selasa (6/2/2018).

Baca Juga  DJM 1 Kali Lagi Provinsi Papua Dilantik

Menurut Argo, penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Sandiaga, “Tunggu informasi dari penyidik,” ujar Argo.

Kasus bermula saat PT. Japirex menjual tanah seluas sekitar 6.000 meter persegi di Jalan Curug Raya, Tangerang pada 2012. Sandiaga dan Andreas Tjahjadi merupakan pemilik saham perusahaan.

Di belakang lahan itu, terapat tanah 3.000 meter persegi milik Djoni Hidayat. Menurut pelapor, tanah itu turut dijual oleh PT. Japirex, meski tidak ada perjanjian dengan Sandiaga dan Andreas.

Baca Juga  Tiang Pancang Dermaga Desa Sebubus Terlihat Miring Apakah Sudah Sesuai Speksifikasi Teknis...?

Sandiaga membantah hal tersebut. Menurut Sandiaga, penjualan tanah telah disetujui oleh seluruh jajaran direksi, termasuk Djoni Hidayat.

Sandiaga dan Andreas dilaporkan oleh pihak Djoni melalui kuasa Fransiska Kumalawati Susilo. Laporan polisi dalam kasus ini, teregistrasi dengan nomor: LP/1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum pada 8 Maret 2017.

Penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya telah meningkatkan kasus ini, ke tahap penyidikan. Andreas telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.(Tribun/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Sinergitas TNI dan Polri di Majene, Bagikan Masker ke Masyarakat

Berita

ITB Giat Riset dan Rating Transformasi Digital 2021 Bekerjasama Dengan Apeksi

Berita

Sekda Lantik 90 Pejabat Administrator Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat

Berita

Wabup Kapuas Hulu Kunjungi Pedalaman Kalis Tinjau Kopi Bahenap

Berita

Ikut Cerdaskan Anak Bangsa, Personel Satgas 643 Menjadi Gadik di Perbatasan,

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Berita

Cegah Penyebaran Varian Omicron Jelang Nataru

Berita

Puskesmas Radak Dua Selenggarakan Pelatihan Pemulasaran Jenazah Covid-19