Viewer: 623
0 0

Home / Ekonomi

Senin, 15 Juni 2020 - 08:46 WIB

Bank Kota Bogor Permudah Transaksi selama Pandemi

Viewer: 624
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 39 Detik

Kompasnasional | Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga masa transisi, Perusa­haan Umum Daerah (Perum­da) Bank Pasar Kota Bogor masih melayani para nasabah, dengan memberlakukan penyesuaian sistem kinerja bagi karyawan. Begitu pula dengan strategi kebijakan moneter dan likuiditas dila­kukan Bank Kota Bogor seba­gai siasat agar transaksi tetap berjalan normal.

Kepala Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Bank Kota Bogor, Bambang Sulistyo, mengatakan, pascastrategi kebijakan moneter, likuiditas, cash flow dan Non Performing Loan (NPL) Bank Kota Bogor dalam kondisi sehat dengan indikasi aset di atas Rp100 miliar sampai Rp250 miliar.

”Banyak yang terkena dam­pak, tapi likuiditas kami tidak tertanggu. Kami tetap berjalan dalam kondisi bank yang sangat sehat. Bahkan, kami memperoleh penghargaan sebagai BPR peringkat ketiga nasional,” katanya.

Baca Juga  Menteri ESDM Resmikan Gedung Pusat Informasi Geopark Nasional Kaldera Toba di Open Stage Parapat

Bank Kota Bogor juga mela­kukan strategi berupa relaksa­si kredit untuk menunjang pelayanan kredit nasabahnya yang terkena dampak pan­demi. Di antaranya seperti nasabah Usaha Kecil dan Menengah (UKM), nasabah kredit produktif, kredit modal kerja dan kredit pegawai.

Relaksasi kredit berupa ke­ringanan angsuran, keringa­nan pembayaran bunga dan perpanjangan waktu kredit. Sejauh ini tak kurang dari 70 nasabah yang mengajukan relaksasi, namun Bank Kota Bogor melakukan survei ulang sesuai persyaratan dan me­menuhi prosedur yang ber­laku. Prosedur yang menjadi persyaratan itu sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bambang juga mengimbau masyarakat Kota Bogor tidak khawatir dengan pelayanan di Bank Kota Bogor. Selain jam pelayanan yang berkurang, pihaknya tetap memperhati­kan protokol kesehatan. Bank Kota Bogor juga mengatur skema pembayaran tunjangan kinerja ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bogor dengan melakukan pembayaran di kantor kas dan menggunakan mobil kas keliling.

Baca Juga  Lebih Hemat Dari Elpiji, ESDM Bangun 200 Ribu Jaringan Gas 2017

“Penumpukan masa itu ter­jadi, karena 80 persen nasabah Bank Kota Bogor adalah ASN. Sisanya 20 persennya pemo­dal kerja dan pengusaha UKM,” kata Bambang.

Selain itu, penyesuaian dila­kukan berupa memperhatikan protokol kesehatan yang ketat bagi petugas yang melakukan teknik penjemputan bola ke­pada nasabah. Nasabah juga dimanjakan dengan sistem telepon dan online, sehingga setiap nasabah tidak perlu datang ke kantor untuk tran­saksi. (MI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Banjir Jakarta Bikin Perputaran Uang Rp 57 M per Hari di Pusat Bisnis Terhenti

Arsip

Para rival beri dukungan untuk Valentino Rossi

Berita

Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya Kunjungi Desa Tertinggal di Papua
Pertumbuhan Ekonomi Tetap, Defisit Anggaran Melebar-Detikasia

Arsip

Pertumbuhan Ekonomi Tetap, Defisit Anggaran Melebar

Arsip

BI: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Paling Bagus Se-ASEAN

Ekonomi

Blak-blakan Ahok: Saya digaji untuk menyelamatkan Pertamina

Arsip

Senin, pembeli e-money di gerbang tol cukup bayar sebesar saldo di kartu
Pemko Galakkan Penanaman Cabai dan Bawang di Tanjungpinang-KompasNasional

Arsip

Pemko Galakkan Penanaman Cabai dan Bawang di Tanjungpinang