Viewer: 607
0 0

Home / Ekonomi

Senin, 15 Juni 2020 - 08:46 WIB

Bank Kota Bogor Permudah Transaksi selama Pandemi

Viewer: 608
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 39 Detik

Kompasnasional | Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga masa transisi, Perusa­haan Umum Daerah (Perum­da) Bank Pasar Kota Bogor masih melayani para nasabah, dengan memberlakukan penyesuaian sistem kinerja bagi karyawan. Begitu pula dengan strategi kebijakan moneter dan likuiditas dila­kukan Bank Kota Bogor seba­gai siasat agar transaksi tetap berjalan normal.

Kepala Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Bank Kota Bogor, Bambang Sulistyo, mengatakan, pascastrategi kebijakan moneter, likuiditas, cash flow dan Non Performing Loan (NPL) Bank Kota Bogor dalam kondisi sehat dengan indikasi aset di atas Rp100 miliar sampai Rp250 miliar.

”Banyak yang terkena dam­pak, tapi likuiditas kami tidak tertanggu. Kami tetap berjalan dalam kondisi bank yang sangat sehat. Bahkan, kami memperoleh penghargaan sebagai BPR peringkat ketiga nasional,” katanya.

Baca Juga  Kisah 'Suku Tikus', Pekerja Pencari Karier Hidup di Tanah Ilegal China yang Dihuni 1 Juta Orang

Bank Kota Bogor juga mela­kukan strategi berupa relaksa­si kredit untuk menunjang pelayanan kredit nasabahnya yang terkena dampak pan­demi. Di antaranya seperti nasabah Usaha Kecil dan Menengah (UKM), nasabah kredit produktif, kredit modal kerja dan kredit pegawai.

Relaksasi kredit berupa ke­ringanan angsuran, keringa­nan pembayaran bunga dan perpanjangan waktu kredit. Sejauh ini tak kurang dari 70 nasabah yang mengajukan relaksasi, namun Bank Kota Bogor melakukan survei ulang sesuai persyaratan dan me­menuhi prosedur yang ber­laku. Prosedur yang menjadi persyaratan itu sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bambang juga mengimbau masyarakat Kota Bogor tidak khawatir dengan pelayanan di Bank Kota Bogor. Selain jam pelayanan yang berkurang, pihaknya tetap memperhati­kan protokol kesehatan. Bank Kota Bogor juga mengatur skema pembayaran tunjangan kinerja ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bogor dengan melakukan pembayaran di kantor kas dan menggunakan mobil kas keliling.

Baca Juga  Di ASEAN, Serangan Siber Bisa Sebabkan Kerugian USD 750 Miliar

“Penumpukan masa itu ter­jadi, karena 80 persen nasabah Bank Kota Bogor adalah ASN. Sisanya 20 persennya pemo­dal kerja dan pengusaha UKM,” kata Bambang.

Selain itu, penyesuaian dila­kukan berupa memperhatikan protokol kesehatan yang ketat bagi petugas yang melakukan teknik penjemputan bola ke­pada nasabah. Nasabah juga dimanjakan dengan sistem telepon dan online, sehingga setiap nasabah tidak perlu datang ke kantor untuk tran­saksi. (MI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Kasus Lumpur Lapindo, Utang Bakrie Ke Negara Makin Bengkak Hingga Jatuh Tempo

Arsip

KAI Tak Sanggup Biayai Investasi LRT yang Bengkak Rp4 Triliun

Berita

DJM 1 Kali Lagi Gelar Refleksi Kegiatan

Ekonomi

Giant Tumbang, Asosiasi UMKM Minta Indomaret Cs Dibatasi

Ekonomi

8 Aplikasi Trading Terbaik 2020, Uangmu Bakal Beranak Pinak

Berita

Laporan Pertanggungjawaban Dana Desa Akan Disederhanakan

Berita

Dinilai Gagal Revitalisasi Pasar Timah, Fraksi PDIP DPRD Medan Siapkan 1.000 Massa

Arsip

Bangun Jalan Pantai Selatan, Pemerintah Utang Rp 3 Triliun ke IDB