Viewer: 767
0 0

Home / Internasional

Kamis, 28 Mei 2020 - 11:40 WIB

AS Paksa Iran Berunding Soal Reaktor Nuklir

Viewer: 768
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 6 Detik

Jakarta –Kompasnasional | Pemerintah Amerika Serikat (AS) hingga saat ini masih terus menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Iran. Kebijakan tekanan maksimum yang dilakukan Presiden AS Donald Trump itu memaksa Iran untuk memutuskan 2 pilihan yang sulit.

Pilihan pertama Iran harus mau berunding atau bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk menghentikan program nuklirnya. Sedangkan pilihan kedua jika tidak mau berunding, maka Iran akan menghadapi dampak ancaman keruntuhan perekonomian mereka yang disebabkan sanksi AS.

Demikian menurut pernyataan resmi yang disampaikan Brian Hook yang ditunjuk mewakili AS untuk masalah Iran. Melansir Reuters, hingga saat ini Pemerintah Iran belum memberikan tanggapan terkait pernyataan AS tersebut.

Baca Juga  Advokat Tatang SH : “Kepengurusan GPEI Benny Soetrisno Yang Sah”

“Karena tekanan AS, para Pemimpin Iran menghadapi keputusan apakah mereka mau bernegosiasi (berunding) dengan kami atau menghadapi keruntuhan ekonomi,” kata Brian Hook kepada media seperti dilansir Reuters, Rabu (27/5/2020).

Sementara itu, menurut sumber Reuters telah mengonfirmasi terkait sebuah artikel tentang Iran yang dimuat Washington Post. Sumber tersebut mengatakan keputusan itu berlaku untuk keringanan yang melibatkan reaktor riset air berat (Arak Reactor) milik Iran.

Baca Juga  Anti Gempa, Seorang Arsitek Beijing Ciptakan Gedung Cetak 3D

Sanksi yang dijatuhkan AS tersebut terkait dengan proses pengayaan uranium yang diperkaya untuk Reaktor Riset Teheran dan juga transfer reaktor riset bekas bahan bakar Iran.

Menurut Reuters, Pemerintah Amerika Serikat diperkirakan juga akan akan memperpanjang sanksi terpisah yang meliputi pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr Iran selama 90 hari ke depan atau selama 3 bulan. (RRI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pemulangan Ratusan Ribu Pengungsi Rohingya Dipastikan Tertunda

Arsip

Ini Gadis Hijab Pertama Yang Muncul di Majalah Playboy

Internasional

Penentang Kudeta Militer Myanmar Umumkan Pemerintahan Baru

Internasional

Kanye West Jadi Pria Kulit Hitam Terkaya dalam Sejarah Amerika

Internasional

Virus Corona Pertama di Korea Utara, Kim Jong Un Lockdown Kota Perbatasan

Arsip

Dalai Lama sebut muslim Rohingya bakal ditolong Buddha

Internasional

Tes keperawanan’ dengan dua jari bagi korban perkosaan dilarang pengadilan Pakistan, disebut ‘penghinaan dan tidak ilmiah’

Asahan

Lions Club Golden Estate Diserbu 600an Masyarakat Kurang Mampu