Home / Internasional

Minggu, 24 Januari 2021 - 14:42 WIB

Aparat Rusia Tangkap 3.000 Orang dalam Protes Pembebasan Alexei Navalny

Viewer: 395
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

Kompasnasional l Polisi Rusia menangkap lebih dari 3.000 orang dalam protes nasional menuntut pembebasan pemimpin oposisi Alexei Navalny, menurut sebuah kelompok yang menghitung penahanan politik.

Melansir AP, protes pada Sabtu (23/1/2021) terjadi di sejumlah kota dalam suhu serendah minus 50 derajat celsius.

Aksi unjuk rasa itu menunjukkan bagaimana Navalny, musuh Kremlin yang paling populer, telah membangun pengaruh jauh melampaui pusat-pusat politik dan budaya Moskwa dan St. Petersburg.

Di Moskwa, sekitar 15.000 demonstran berkumpul di dalam dan sekitar Lapangan Pushkin di pusat kota.

Terjadi bentrokan dengan polisi dan demonstran secara kasar diseret oleh petugas anti huru hara berhelm ke bus polisi dan truk penahanan. Beberapa dipukul dengan tongkat.

Baca Juga  Perdana Menteri Singapura Jatuh Pingsan Saat Pidato

Istri Navalny, Yulia, termasuk di antara mereka yang ditangkap.

Polisi akhirnya mendorong demonstran keluar dari alun-alun. Ribuan orang kemudian berkumpul kembali di sepanjang bulevar yang lebih lebar, sekitar satu kilometer (setengah mil) jauhnya.

Banyak dari mereka melemparkan bola salju ke polisi sebelum membubarkan diri.

Beberapa kemudian pergi untuk memprotes di dekat penjara tempat Navalny ditahan. Polisi melakukan penangkapan dalam jumlah yang tidak dapat dihitung pasti di sana.

Protes meluas ke seluruh wilayah Rusia, dari kota pulau Yuzhno-Sakhalinsk dekat utara Jepang dan kota Yakutsk di Siberia timur. Termasuk kota-kota Eropa yang lebih padat penduduknya di Rusia.

Baca Juga  Puluhan Jamaah Tumbang Saat Wukuf dan 4 Wafat di Arafah

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Luar Negeri AS mengutuk “penggunaan taktik keras terhadap pengunjuk rasa dan jurnalis akhir pekan ini di kota-kota di seluruh Rusia.”

AS meminta pihak berwenang Rusia segera membebaskan Navalny dan semua yang ditahan saat protes.

Navalny menghadapi sidang pengadilan pada awal Februari. Peradilan itu untuk menentukan apakah hukumannya dalam kasus kriminal, atas tuduhan penipuan dan pencucian uang diubah menjadi 3,5 tahun di balik jeruji besi. Menurut Navalny, proses ini bermotif politik. (K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Tolak Pensiun, Penggemar Bikin Patung Messi dari Perunggu
Foto Petugas menyuntikkan vaksin ke 3

Berita

Update Covid 6 November: Kasus Positif 3.662, Sembuh 2.495, Meninggal 22

Internasional

Azerbaijan Beri Tenggat Waktu Warga Armenia untuk Pergi

Berita

Jelang Event IMF-World Bank, Jumlah Peserta Meningkat sebanyak 32 Ribu Orang

Internasional

Prajurit TNI Serma Rama Wahyudi Gugur Diserang Milisi Republik Kongo

Internasional

32 Tewas, ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Ledakan Bom di Baghdad

Arsip

Pengusaha Aljazair Rela Bayari Denda Wanita Berhijab di Eropa

Arsip

JK Nilai Amerika Serikat Lebih Baik Dipimpin Oleh Hillary Clinton