Viewer: 794
0 0

Home / Internasional

Rabu, 24 Juni 2020 - 08:49 WIB

Prajurit TNI Serma Rama Wahyudi Gugur Diserang Milisi Republik Kongo

Viewer: 795
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 3 Detik

Kompasnasional | Seorang prajurit TNI Serma Rama Wahyudi tewas saat bertugas menjadi pasukan pemelihara perdamaian Indonesia yang bertugas di Misi MONUSCO, Republik Demokratik Kongo. Ia gugur setelah berupaya meredam sebuah konflik bersenjata di negara tersebut.

Dia gugur setelah patrolinya diserang oleh milisi pada Senin malam waktu setempat (22/6) di dekat Beni, kota di Provinsi Kivu Utara.

Kabar itu disampaikan Sy Koumbo, perwira komunikasi Misi Stabilisasi PBB untuk RD Kongo (Monusco), seperti dilaporkan AFP Selasa (23/6).

“Satu anggota Helm Biru (pasukan perdamaian PBB) gugur dan satunya terluka namun tidak serius. Saat ini kondisinya stabil,” jelas Koumbo.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya Serma Rama Wahyudi, salah satu putra bangsa yang ditugaskan pada misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO)

“Penghargaan setinggi-tingginya kepada Alm. Serma Rama Wahyudi atas pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan”, ujar Menlu Retno dalam keteranganya di website Kemenlu, Rabu (24/6).

Baca Juga  Tidak Merokok & Suka "Junk Food", Bagaimana Prediksi Tes Medis Trump?

Berdasarkan laporan yang diterima dari MONUSCO, sejauh ini terdapat 2 korban personel Indonesia dari pertempuran bersenjata di wilayah Kongo tersebut. Serma Rama Wahyudi, dinyatakan meninggal dunia, sementara korban lainnya. Prt M Syafii Makbul, masih dalam perawatan intensif.

“DK PBB telah mengutuk keras serangan kepada MONUSCO dan meminta otoritas Kongo untuk melakukan investigasi dan membawa pelakunya ke meja pengadilan”, ucap Menlu Retno

Indonesia, sebagai kontributor personel misi perdamaian PBB terbesar ke-8 di dunia, senantiasa aktif menyerukan perlunya peningkatan keamanan dan keselamatan personel misi perdamaian PBB pada forum – forum PBB.

MONUSCO adalah misi pemelihara perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo, dan merupakan misi PBB terbesar ke-2 di dunia. Saat ini terdapat 1.047 orang personel dari Indonesia yang ditugaskan disana.

Dalam rilis resminya, Kepala Monusco Leila Zerrougui mengecam serangan itu, dan menduga pelakunya adalah Pasukan Aliansi Demokratik (ADF).

Baca Juga  Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Ditangkap, Apa Penyebabnya?

ADF merupakan kelompok bersenjata yang terkenal mempunyai reputasi buruk, dan beroperasi di kawasan timur negara yang dulunya bernama Zaire tersebut. Zerrougui menerangkan, prajurit Indonesia itu bertugas dalam proyek untuk membangun jembatan yang berada di kawasan Hululu.

ADF merupakan pergerakan yang awalnya berasal dari Uganda pada 1990-an silam, dan menentang pemerintahan Presiden Yoweri Museveni.

Pada 1995, mereka pindah dan bermarkas di Kongo, meski diyakini mereka tidak melancarkan serangan ke Uganda selama bertahun-tahun.

Berdasarkan data dari PBB, 500 orang tewas karena aksi mereka sejak akhir Oktober 2019, ketika militer RD Kongo melaksanakan operasi.

ADF diketahui membunuh 15 pasukan perdamaian PBB dekat perbatasan Uganda pada Desember 2017, dan membunuh tujuh lainnya dalam penyergapan Desember 2018. (MP/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Trump Sepakat Akhiri Shutdown Pemerintahan AS

Internasional

Viral, Pria Rasis di AS Terkapar Dihajar Pemuda yang Kabarnya Mahasiswa Asal Indonesia

Internasional

Stok Makanan Makin Menipis, Kim Jong Un Buru Anjing Peliharaan Para Elit Korea Utara untuk Dijadikan Santapan di Restoran

Internasional

Pangeran Belgia Positif Covid-19 Setelah Berpesta di Spanyol saat Pandemi

Internasional

Viral Sopir Taksi Kerja Sambil Gunakan Selang Oksigen, Sampai Harus Cuci Darah Sambil Menyetir

Arsip

Bosan, Agen Intel Jerman Pura-pura Rencanakan Aksi Teror

Internasional

Korut Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Malaysia

Internasional

Oknum Dokter Ditangkap Tengah Pesta Seks Bersama 35 Orang di Apartemen, Polisi Juga Temukan Narkoba