Viewer: 768
0 0

Home / Internasional

Rabu, 24 Juni 2020 - 08:49 WIB

Prajurit TNI Serma Rama Wahyudi Gugur Diserang Milisi Republik Kongo

Viewer: 769
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 3 Detik

Kompasnasional | Seorang prajurit TNI Serma Rama Wahyudi tewas saat bertugas menjadi pasukan pemelihara perdamaian Indonesia yang bertugas di Misi MONUSCO, Republik Demokratik Kongo. Ia gugur setelah berupaya meredam sebuah konflik bersenjata di negara tersebut.

Dia gugur setelah patrolinya diserang oleh milisi pada Senin malam waktu setempat (22/6) di dekat Beni, kota di Provinsi Kivu Utara.

Kabar itu disampaikan Sy Koumbo, perwira komunikasi Misi Stabilisasi PBB untuk RD Kongo (Monusco), seperti dilaporkan AFP Selasa (23/6).

“Satu anggota Helm Biru (pasukan perdamaian PBB) gugur dan satunya terluka namun tidak serius. Saat ini kondisinya stabil,” jelas Koumbo.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya Serma Rama Wahyudi, salah satu putra bangsa yang ditugaskan pada misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO)

“Penghargaan setinggi-tingginya kepada Alm. Serma Rama Wahyudi atas pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan”, ujar Menlu Retno dalam keteranganya di website Kemenlu, Rabu (24/6).

Baca Juga  Wanita Ini Terkejut Bangun Tidur Temukan Kucing Afrika Liar di Tempat Tidurnya

Berdasarkan laporan yang diterima dari MONUSCO, sejauh ini terdapat 2 korban personel Indonesia dari pertempuran bersenjata di wilayah Kongo tersebut. Serma Rama Wahyudi, dinyatakan meninggal dunia, sementara korban lainnya. Prt M Syafii Makbul, masih dalam perawatan intensif.

“DK PBB telah mengutuk keras serangan kepada MONUSCO dan meminta otoritas Kongo untuk melakukan investigasi dan membawa pelakunya ke meja pengadilan”, ucap Menlu Retno

Indonesia, sebagai kontributor personel misi perdamaian PBB terbesar ke-8 di dunia, senantiasa aktif menyerukan perlunya peningkatan keamanan dan keselamatan personel misi perdamaian PBB pada forum – forum PBB.

MONUSCO adalah misi pemelihara perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo, dan merupakan misi PBB terbesar ke-2 di dunia. Saat ini terdapat 1.047 orang personel dari Indonesia yang ditugaskan disana.

Dalam rilis resminya, Kepala Monusco Leila Zerrougui mengecam serangan itu, dan menduga pelakunya adalah Pasukan Aliansi Demokratik (ADF).

Baca Juga  Gelandangan Terobos Pangkalan AS yang Simpan Air Force One

ADF merupakan kelompok bersenjata yang terkenal mempunyai reputasi buruk, dan beroperasi di kawasan timur negara yang dulunya bernama Zaire tersebut. Zerrougui menerangkan, prajurit Indonesia itu bertugas dalam proyek untuk membangun jembatan yang berada di kawasan Hululu.

ADF merupakan pergerakan yang awalnya berasal dari Uganda pada 1990-an silam, dan menentang pemerintahan Presiden Yoweri Museveni.

Pada 1995, mereka pindah dan bermarkas di Kongo, meski diyakini mereka tidak melancarkan serangan ke Uganda selama bertahun-tahun.

Berdasarkan data dari PBB, 500 orang tewas karena aksi mereka sejak akhir Oktober 2019, ketika militer RD Kongo melaksanakan operasi.

ADF diketahui membunuh 15 pasukan perdamaian PBB dekat perbatasan Uganda pada Desember 2017, dan membunuh tujuh lainnya dalam penyergapan Desember 2018. (MP/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bintang ‘Glee’ Tewas Bunuh Diri, Berkasus karena Miliki 50 Ribu Foto P*rnografi Anak-Anak

Berita

Turki Kembali Periksa Konsulat Saudi, Cari Bukti Pembunuhan Khashoggi

Internasional

Prancis Naikkan Upah dan Potong Pajak Demi Setop Aksi Rompi Kuning

Arsip

Top 3 Berita Bola: Model Turki Ngaku Calon Pacar Baru Ronaldo

Internasional

Gempa 7 SR Guncang Dekat Pangkalan Chili di Antartika

Berita

Lions Club Medan Golden Estate dan Pascasarjana UMSU Gelar Bakti Sosial Donor Darah, Cek Gula Darah dan Pemeriksaan THT

Internasional

WHO dan UNESCO Tegaskan Peran Jurnalis Dukung Vaksinasi Covid-19

Internasional

Pakar: Ekonomi Jatuh, Era Arab Saudi Berduit Berakhir