Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi

Jumat, 8 April 2016 - 10:03 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tetap, Defisit Anggaran Melebar

Viewer: 490
0 0
Terakhir Dibaca:48 Detik

KOMPASNASIONAL.COM

JAKARTA – Dalam draft Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tetap di level 5,3 persen.

Namun di sisi lain defisit akan melebar. Dikarenakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Sumber Daya Alam (SDA), serta Pajak Penghasilan (PPh) minyak dan gas turun Rp 17 triliun, akan diturunkan targetnya.

Baca Juga  Teken Kontrak Ilegal, KPPU Prancis Tuntut Apple Rp 722 Miliar

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengatakan pemerintah butuh investasi lebih banyak dari berbagai pihak, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun demikian, kondisi ekonomi global telah memaksa pemerintah, untuk tidak berharap banyak dari penerimaan.

“Karena itu selisihnya itu haruslah ditambah dengan utang, atau lainnya, dengan itu artinya defisit,” kata Jusuf Kalla kepada wartawan, di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (7/4/2016).

Sementara itu untuk nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sepanjang kuartal ke dua 2016, menurut Jusuf Kalla, pemerintah cukup optimis.

“Sekarang kan ekonomi amerika (serikat) dan lain-lainnya kan ikut melemah juga, China dan sebagainya, boleh dibilang terjadi kstabilan,” katanya.(dac/tbnb)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Saat Jokowi Cari “Lawan” Sawit dengan Jengkol Hingga Petai

Arsip

Alquran Berisi Terjemahan Al Maidah Dibelokkan Beredar di Tangerang

Arsip

Terkait Visi Misi Bupati Gayo Lues Masyarakat Porang Sedah Menjalankan Pola 1821

Arsip

Berantem Dengan Pacar, Artis Dewi Sanca Coba Bunuh Diri

Ekonomi

Seribu Rupiah Akan Diubah Jadi Rp1, RUU Redenominasi Siap Dibahas

Arsip

Presiden Jokowi Minta Pramuka Jadi Gerakan Keren dan Mutakhir

Arsip

Bahrun Naim Kirim Rp5 Juta untuk Bom Bunuh Diri di Istana

Berita

Mentan Mau Bagikan 10 Juta Ekor Ayam Petelur ke Masyarakat Miskin