Home / Berita

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:36 WIB

Mengenal Hantavirus: Cara Penularan, Gejala dan Risikonya

Viewer: 86
0 0
Terakhir Dibaca:3 Menit, 34 Detik

Jakarta, JejakNasional – Tiga pelancong dilaporkan meninggal dunia di atas kapal pesiar yang berlayar dari Argentina menuju Cape Verde, dengan dugaan kuat terinfeksi hantavirus. Seorang pelancong lain dinyatakan positif terinfeksi virus ini. Menurut laporan media, pria berusia 69 tahun tersebut kini dirawat intensif di Afrika Selatan. Dua anggota kru kapal juga dilaporkan menderita sakit parah. Hingga kini, belum diketahui secara pasti bagaimana dan di mana para pelancong tersebut terinfeksi.

“Badan Kesehatan Dunia (WHO) wilayah Eropa menyatakan bahwa risiko bagi masyarakat umum tetap rendah,” demikian pernyataan resmi WHO pada Senin (04/05). “Tidak ada alasan untuk panik atau memberlakukan pembatasan perjalanan.”

Kapal yang dimaksud adalah Hondius, yang dioperasikan oleh perusahaan Belanda, Oceanwide Expeditions. Saat ini terdapat 149 penumpang dan awak kapal di dalamnya.

Hantavirus dan penularannya
Hantavirus adalah penyakit zoonosis, artinya penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Penularan dari manusia ke manusia belum pernah diamati di Eropa.

Di Amerika Selatan, sejumlah kecil kasus penularan antarmanusia pernah dilaporkan, khususnya yang melibatkan virus Andes, salah satu jenis hantavirus yang ditemukan di Argentina dan Cili. Saat ini, virus Andes merupakan satu-satunya varian hantavirus yang diketahui mampu menular antarmanusia. Namun, sebuah studi tahun 2021 menyebutkan bahwa penularan antarmanusia virus Andes pun belum sepenuhnya dapat dibuktikan secara pasti.

Hewan inang alami hantavirus terutama adalah berbagai jenis tikus dan mencit, meskipun virus ini juga ditemukan pada celurut, tikus tanah, dan kelelawar. Hewan yang terinfeksi mengeluarkan virus melalui air liur, urine, dan kotoran.

Baca Juga  Ombudsman Pangkas Anggaran Rp 91 M, Dana Tuntaskan Laporan Warga Tak Cukup

Manusia terinfeksi ketika bersentuhan dengan sisa-sisa tersebut. Cara penularan yang paling umum adalah menghirup debu yang terkontaminasi, misalnya saat kotoran kering atau bahan sarang tikus beterbangan ke udara.

Infeksi juga bisa terjadi jika partikel terkontaminasi tertelan atau jika seseorang menyentuh mata atau hidung setelah kontak dengan permukaan yang terkontaminasi. Virus ini dapat bertahan di lingkungan selama beberapa minggu. Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi tidak selalu diperlukan, meskipun gigitan hewan yang terinfeksi juga dapat menyebabkan penularan.

Apa saja gejalanya?
Tingkat keparahan penyakit sangat bergantung pada jenis hantavirus yang menginfeksi. Strain yang ditemukan di Eropa dan Asia umumnya menyebabkan gejala mirip flu, seperti:

Demam tinggi selama tiga hingga empat hari (di atas 38°C)
1. Sakit kepala
2. Nyeri perut
3. Nyeri punggung

Namun, beberapa pasien sama sekali tidak menunjukkan gejala.

Dalam beberapa kasus, penyakit dapat berkembang menjadi demam berdarah dengan sindrom ginjal, yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah dan gangguan fungsi ginjal, bahkan berkembang menjadi gagal ginjal akut.

Menurut tinjauan ilmiah tahun 2023 yang diterbitkan di jurnal The Lancet, tingkat kematian akibat sindrom ini berkisar dari kurang dari 1% hingga 15%, tergantung jenis virusnya.

Sementara itu, strain hantavirus yang ditemukan di Amerika Utara dan Selatan dapat menyebabkan sindrom paru, di mana cairan menumpuk di paru-paru, tekanan darah menurun, dan gangguan pernapasan berat dapat terjadi. Sindrom paru ini berakibat fatal pada sekitar 30-40% kasus, menurut studi yang sama.

Hantavirus di Jerman
Hantavirus telah dikenal di Jerman selama bertahun-tahun, dengan jumlah kasus tahunan biasanya berkisar antara 200 hingga 3.000 kasus.

Baca Juga  Telkshow Pemuda Kalbar Inspiratif Dan Lounching Gerakan Pakai Masker

Jenis hantavirus yang paling umum di Jerman adalah virus Puumala, dengan tikus ladang sebagai inang utama. Menurut The Lancet, tingkat kematian akibat virus ini sekitar 1%.

Infeksi manusia oleh virus Dobrava-Belgrade juga pernah dilaporkan di Jerman. Virus Puumala hanya ditemukan di wilayah Jerman bagian barat, sedangkan virus Dobrava-Belgrade terbatas di Jerman bagian timur, sesuai dengan habitat inangnya, yaitu tikus ladang bergaris.

Selain itu, virus Seoul juga sesekali menjadi penyebab infeksi hantavirus di Jerman.

Dampak jangka panjang dan pengobatan
Studi terbaru menunjukkan bahwa infeksi hantavirus dapat menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang, bahkan setelah infeksi akut sembuh. Peneliti menemukan bahwa pasien memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kanker darah tertentu dan penyakit kardiovaskular pada tahun-tahun setelah infeksi. Mekanisme penyebabnya masih belum sepenuhnya dipahami, menurut The Lancet.

Pengobatan hantavirus pada umumnya terbatas pada penanganan gejala. Pada kasus berat, pasien mungkin memerlukan cuci darah (dialisis) atau alat bantu pernapasan (ventilator).

Saat ini, belum tersedia vaksin hantavirus di Eropa, Amerika Utara, maupun Amerika Selatan. Vaksin memang digunakan di Cina dan Korea Selatan, tapi efektivitasnya belum terbukti secara ilmiah, menurut laporan The Lancet.

Penelitian mengenai terapi baru terus dilakukan. Sebuah terapi eksperimental berbasis antibodi dari para penyintas berhasil menetralisir beberapa jenis hantavirus dalam uji coba awal. Selain itu, vaksin DNA yang menargetkan virus Puumala menunjukkan hasil menjanjikan dalam uji klinis tahap awal pada manusia, dengan hasil yang dipublikasikan pada November 2024.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Data Kemendagri Dan Polri Sudah Terintegrasi Permudah Ungkap Korban Sriwijaya SJ-182

Berita

Kasus Dugaan Penganiayaan Bupati Aceh Barat, Polisi: Masih Tunggu Izin

Arsip

Marsinah, Buruh Dibunuh Gara-gara Minta Upah Naik Rp 550

Berita

Kegiatan Peresmian.Mess Polwan Dan Penyerahan dua Unit Mobil Dinas Polres Kapuas Hulu

Berita

Keluhkan Ikan predator  “ Iblis Merah”  di Danau Toba, Nelayan Tradisional: Ini Ancaman Serius Bagi Kami !

Berita

Ini Kronologi Dugaan Penganiayaan Versi Ratna Sarumpaet

Berita

Pentingnya Membangun Trotoar untuk Pejalan Kaki di Kota Pontianak

Berita

Wabup Kapuas Hulu Wahyu Membuka Pelatihan Fardhu Kifayah Oleh MUI