Viewer: 1130
0 0

Home / Berita

Senin, 8 Juni 2020 - 15:33 WIB

Penyaluran BLT-DD Rp62.400.000 Juta di Nagori Janggir Leto Kabupaten Simalungun Tidak Tepat Sasaran.

Viewer: 1131
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 13 Detik


Kompas Nasional |  Simalungun
Penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp62,400.000 juta dari Dana Desa (DD) diduga tidak tepat sasaran di Nagori Janggir Leto, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun.


Pasalnya, dari data penerima  BLT-DD itu, sebagian warga dengan tingkat ekonomi tergolong mampu seperti punya usaha, pegawai swasta, dan memiliki kendaraan aktif mendapatkan BLT-DD tersebut. 
Sebaliknya warga yang dalam kondisi pas – pasan justru tidak mendapatkan itu.


“Dinagori kami masih ada warga yang hidupnya pas-pasan, tapi dia tidak masuk dalam daftar penerima BLT-DD itu. Sedangkan yang punya usaha, pegawai swasta dan mempunyai kendaraan roda dua, dapat bantuan tersebut,” sebut salah seorang sumber yang meminta namanya supaya dirahasiakan, kepada Kompasnasional.com ini, Minggu (07/06/2020) sekira jam 11.30 wib.


Ditambahkannya lagi, untuk Nagori Janggir Leto, pangulu telah berhasil menyalurkan dana sebesar Rp.62.400.000 kepada 104 Kepala Keluarga
“Untuk satu bulannya itu . Yang herannya dari data 104 kk tersebut sebagian itu ada yang mampu, dimanalah kepedulian pejabat desa saat ini, padahal masih banyak warga miskin dan tidak mampu justru  tidak mendapatkan hak-nya,” ungkapnya.

Baca Juga  Lepas Pasukan Perdamaian PBB, Kapolri: Selalu Pedomani Tribrata dan Catur Prasetya 


Menurutnya, semestinya setiap gamot dan perangkat desa, harus melakukan pendataan secara terbuka dan transparan. Sehingga bantuan untuk membantu warga terdampak Virus Corona atau Covid-19 ini, benar-benar bisa tepat sasaran.
Selain itu, lanjut sumber ini, data daftar penerima BLT-DD itu, harusnya dibuka didepan umum dan tepat sasaran. Sehingga semua masyarakat bisa melihat dan mengetahui siapa dan termasuk statusnya apa warga yang terdaftar penerima BLT DD maupun bantuan yang lainnya.


“Setelah adanya permasalahan ini, pangulu telah melangkahi Permendes Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan Permendes Nomor 11 Tahun 2020 yang mengatur tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa (DD) Tahun 2020. Yang mana BLT itu seharusnya sasarannya adalah orang miskin, orang sakit kronis bertahun-tahun, dan orang kehilangan pekerjaan karena pandemi covid-19 ini,” ungkapnya.

Baca Juga  SATGAS TMMD SAMBAS BANTU ANAK - ANAK SEBERANGI SUNGAI


Sebelum menutup pembicaraan dia memaparkan, salah satu ketentuan alokasi DD untuk penanganan Covid-19 ini ialah untuk pagu anggaran DD di bawah Rp 800 juta alokasinya sebesar 25 persen, Rp 800 – Rp 1,2 miliar sebesar 30 persen, dan DD di atas 1,2 milar alokasinya sebesar 35 persen.
Penyalurannya, sambung sumber ini, dilakukan secara bertahap. Sebesar 15 persen di bulan pertama, 15 persen bulan berikutnya, dan 10 persen di bulan selanjutnya.


“Setiap penerima BLT nominalnya sama, yakni Rp 600 ribu per bulannya.Tapi dengan adanya kejadian tidak tepat sasaran penerima BLT DD ini, pelan pelan saya akan cari data lengkapnya dan akan membawanya ke jalur hukum di kemudian hari,” tutupnya.
Hingga berita ini di kirimkan keredaksi, Pangulu Nagori Janggir Leto F.Simanjuntak belum tidak memberikan komentar walau berulangkali dihubungi dengan nomor 082161xxxxxx.

Penulis: Nilson Pakpahan

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Halsel Tanggung Biaya Pengobatan Penderita Jantung Bocor

Berita

Mulai Malam Ini Hingga 14 Hari Ke Depan,Aktivitas Malam Di Batasi

Berita

Masuk Zona Merah, Cabdis Pendidikan Siantar Hentikan Simulasi PTM

Berita

Kasdam XII/Tpr Kukuhkan 13 Pamen Jadi Warga Kodam

Berita

Warga Melawi Masih Antusias Untuk Dapat Vaksinisasi*

Berita

Tahun Depan Ada Kolom Baru di STNK, Ketambahan 2 Pajak Ini

Berita

Pasca Dilantik Bupati Dan Wabup Tapsel Pimpin Apel Gabungan Perdana

Berita

Diwakili Kadis Pariwisata, Plt. Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Rakerwil Generasi Muda Pujakesuma Wilayah Sumut Tahun 2022