Home / Berita

Sabtu, 12 April 2025 - 11:47 WIB

Memasuki Pancaroba, Simak Imbauan BMKG dan Prospek Cuaca Sepekan

Viewer: 355
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 39 Detik

Jakarta, JejakNasional – Pada April 2025, sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki masa pancaroba, yakni peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Sehubungan ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis imbauan serta prospek cuaca.

“Sebanyak 403 ZOM (Zona Musim) atau sekitar 57,7% wilayah di Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada periode bulan April hingga Juni 2025. Kondisi ini menunjukan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, atau sering disebut sebagai masa pancaroba,” tulis BMKG, Sabtu (12/4/2025).

Berikut ini penjelasan lengkap dari BMKG:

Kondisi Cuaca di Masa Pancaroba
Selama masa pancaroba, hujan umumnya turun pada siang hingga menjelang malam, diawali dengan udara hangat sejak pagi yang membuat atmosfer menjadi labil. Pemanasan permukaan yang intens memicu terbentuknya awan konvektif, terutama awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat menyebabkan hujan lebat disertai kilat, angin kencang, bahkan hujan es atau puting beliung.

Hujan di periode ini memiliki karakteristik yang tidak merata dan berlangsung singkat. Meski durasinya pendek, intensitasnya bisa tinggi dan berisiko menimbulkan gangguan, terutama jika disertai fenomena cuaca ekstrem lainnya.

Baca Juga  Tiket Kereta buat Mudik Lebaran Bisa Dibeli Mulai Besok

“Karakteristik hujan pada masa pancaroba cenderung tidak merata dan berlangsung dalam durasi yang singkat,” bunyi keterangan BMKG.

Imbauan BMKG di Masa Pancaroba
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba, seperti hujan lebat, angin kencang, petir, hingga puting beliung. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan berdampak signifikan, terutama di wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk mengamankan barang-barang di luar rumah yang mudah terbawa angin, serta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho rapuh saat hujan deras.

“Pastikan untuk mengamankan benda-benda di luar rumah yang mudah terbawa angin, hindari berteduh di bawah pohon atau baliho yang sudah rapuh saat hujan deras, dan selalu perbarui informasi cuaca terkini melalui website resmi kami di https://www.bmkg.go.id atau melalui aplikasi infobmkg dan sosial media @infobmkg,” imbau BMKG.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan
Terkait dinamika atmosfer, BMKG menjelaskan aktivitas MJO diperkirakan terjadi di wilayah barat Aceh hingga Papua utara, termasuk Laut Cina Selatan dan perairan timur Indonesia. Bersama gelombang atmosfer lain seperti Kelvin, Rossby Ekuator, dan Low Frequency, fenomena ini berpotensi meningkatkan awan konvektif serta pembentukan sirkulasi siklonik di wilayah Indonesia tengah hingga utara.

Baca Juga  Polisi Bongkar Praktik Judi Online di Apartemen, 24 Orang Ditangkap

Sistem tekanan rendah diprakirakan muncul di Teluk Benggala, sementara sirkulasi siklonik terpantau di Kalimantan Selatan, Laut Arafura, dan Samudra Pasifik utara Papua. Kondisi ini memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di berbagai wilayah, mulai dari Aceh hingga Papua, yang berpotensi memicu hujan intensitas tinggi.

Selain itu, labilitas atmosfer yang kuat (pemicu cuaca ekstrem lokal) terpantau di banyak wilayah Indonesia. Dengan kondisi atmosfer yang dinamis ini, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta rutin memantau informasi cuaca terkini.

Prospek Cuaca hingga 14 April 2025
Menurut BMKG, wilayah Indonesia masih didominasi berawan hingga hujan ringan. Sehingga perlu diwaspadai potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bisa disertai kilat/petir dan angin kencang, di wilayah berikut:

  • Hujan Lebat: Sumatra Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua Pegunungan.
  • Angin Kencang: Aceh, Riau, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

“Prospek di atas merupakan kondisi secara umum,” terang BMKG.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Stabilkan Harga Bapok, Pemprov Sumut Gelar Pasar Murah di 33 Kabupaten/Kota

Berita

Jokowi Lantik Kepala BNN dan Saksikan Pengucapan Sumpah Hakim MK Hari Ini

Berita

Gubernur H.Sutarmidji Menghadiri Acara Gebyar Vaksinasi di Sekolah Terpadu Pontim

Berita

Hari Pertama Operasi Patuh di Bantul, 154 Pelanggar Kena Tilang Online

Berita

Mensos RI Santuni Korban Longsor, Bupati Tapsel Ucapkan Terima Kasih

Berita

Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa mengapresiasi pencetakan kartu identitas anak (KIA) Mencapai Target Nasional

Berita

BRI Cabang Ternate Sosialisasi Modal dan Pinjaman Bagi Karyawan PT Wanatiara Persada

Berita

Kapolda Kalbar Lakukan Kunjungan Kerja di Polresta Pontianak Kota