Kompas Nasional l Siantar
SMK Teladan Pematangsiantar dengan Protokol Kesehatan melaksanakan pekan kulminasi pengganti prakerin di gedung SMK Swasta Teladan. Jalan Singosari kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara Selasa (20/10/2020) sekitar jam 09.00 wib
Salah satu siswi SMK Teladan Rinca Eklesia Siringoringo jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) mengatakan, kegiatan ini bisa kami dapat, karena pembimbing kami mengajarkannya dengan baik.
Sebelum kami mengikuti pekan kulminasi pengganti prakerin di SMK Teladan ini, kami ada praktek 1 kali 1 minggu di SMK Teladan ini.
“Disekolah ini bukan hanya teori saja yang kami lakukan tetapi praktek juga kami lakukan,” sebut Rinca.
Lebih lanjut Rinca Eklesia mengucapkan, terimakasih kepada SMK Teladan semoga sekolah ini semakin jaya. Semakin lebih baik lagi. Terkhusus kepada guru-guru tenaga pengajarnya. Jadi dari sekolah ini kami dapat ilmu yang bagus apa itu tentang sekretaris, seperti melakukan panggilan, mengarsip, mengagenda pokoknya tentang perkantoran sudah kami kuasai di sekolah SMK Teladan ini.
Ditanya dengan cita-cita, Rinca menjawab sesuai dengan jurusan dan ilmu yang sudah saya kuasai ingin menjadi sekretaris perkantoran, tutupnya
Lisnawati Purba Amd, selaku staf penerbit PT. Erlangga Pematangsiantar dan sekaligus tim penguji berkata disini kami dari tim penguji mengawasi yang sudah dilaksanakan dalam prakerin. Jadi melaksakan ujian langsung serta mengawasinya, ujarnya
“Selama pandemi Covid19 siswa hanya bisa melakukan prakerin melalui daring, dan tidak bisa melakukan praktek kerja lapangan (PKL) diperusahaan,” kata Lisnawati.
Dalam kegiatan ini kita diundang melakukan pengecekan apa yang dikerjakan atau dipelajari siswa-siswi dan sekaligus menguji mereka dalam presentasi.
Lisnawati Purba juga, menyampaikan kepada siswa-siswi SMK Teladan walaupun dalam proses belajar mengajar melalui daring, pesan saya kepada siswa , tetaplah belajar dirumah supaya bisa mengikuti ujian-ujian nantinya.
Sementara Nur Dian Satrya HD S.Kom tim penguji dari PT. Tiga Serangkai Pematangsiantar mengatakan , kita dari tim penguji dari luar, dalam kegiatan ini mereka sedang mengikuti ujian presentasi untuk bahan sebagai syarat di industri dunia kerja.
Jadi materi kita berikan kepada mereka supaya mereka terbiasa didunia kerja itu serta mempresentasekan dibidang Pemasaran atau Jasa di perusahaan, kata Nurdian
“Mereka juga harus bisa menjelaskan hasil omset perusahaan dan hasil penjualan perusahaan itu untuk menjadi bahan analisa dalam stategi pemasaran berikutnya,”terangnya
Jadi dalam kegiatan ini sangat baik supaya anak-anak terbiasa serta SMK bisa dan SMK hebat.
Nur Dian Satrya juga berharap, kepada siswa sudah mampu dan mempunyai keahlian dibidangnya sehingga nanti diterima diindustri lapangan kerja.
Ketua kompetensi keahlian OTKP Tiambun Rajagukguk SPd menerangkan seyogianya prakerin SMK ini dilaksanakan didunia kerja, seperti didunia industri dan dunia usaha atau diperkantoran pemerintahan untuk jurusan OTKP. Karena dimasa pandemi covid19 siswa kita tidak bisa keluar untuk prakerin.
Jadi dalam hal ini SMK Teladan Pematangsiantar mengambil kebijakan sesuai dengan program atau surat dari Dirjen Pendidikan vokasi SMK bawasannya Pelaksanaan prakerin bisa digantikan dengan pelaksanaan disekolah. Jadi kami sebagai ketua jurusan mengemas apa yang dikerjakan atau diberikan kepada siswa seperti kerja dikantor.
Dalam hal ini kami membuat pengganti prakerin disekolah ini selama 9 minggu, dan minggu ini adalah minggu terakhir yang disebut pekan kulminasi. Pekan kulminasi ini kita mengundang bagian keuangan dari PT. Erlangga serta supervisor dari PT. Tiga serangkai sebagai tim penguji siswa SMK Teladan.
Jadi kegiatan ini mereka mengiuji anak-anak apakah mereka sudah bisa dan menguasai jurusan yang mereka tempu. Sehingga anak-anak benar-benar lulusan SMK, dan sudah mempunyai kompetensi administrasi perkantoran.
Tiambun Rajagukguk juga berharap, anak-anak didiknya tidak kecewa karena tidak langsung berada dikantor, meskipun demikian kami sudah membuat terbaik kepada peserta didik kami sehingga mereka betul-betul sedang bekerja didalam perkantoran dalam melaksanakan pengganti prakerin di SMK Teladan ini.
Kepala sekolah SMK Swasta Teladan Pematangsiantar H. Sudarlian SPd,MSi mengatakan; salah satu program pembelajaran disekolah menengah kejuruan (SMK) adalah praktik kerja industri (prakerin).
Prakerin adalah proses pembelajaran didunia kerja (dunia usaha dan dunia industri). Didunia kerja inilah SMK menerapkan, memantapkan serta memantapkan kompetensinya.
Siswa yang melaksanakan Prakerin kelas XI dan XII dengan lama prakerin antara 3 bulan sampai 6 bulan.
Pandemi Covid19 juga berdampak dalam pelaksanaan prakerin, banyak sekolah sudah mengirimkan siswanya untuk melaksanakan prakerin didunia usaha dan didunia industri.
Dalam hal ini setiap sekolah terpaksa menarik kembali siswanya guna memutus mata rantai penyebaran Covid19.
Persoalannya bagaimana dengan siswa pada sekolah-sekolah yang belum melaksanakan prakerin?. Prakerin Bagi siswa kelas XII SMK tidak berjalan selama pandemi Covid19, pelaksanaan prakerin tertunda ini harus dilaksanakan mengingat manfaat prakerin bagi siswa sangat perlu ketika memasuki dunia kerja baik dalam dunia usaha dan dunia industri sebagai penerima tenaga kerja yang siap pakai.
Karena itu, perlu adanya langkah antisipatif sebagai penggantinya, sesuai dengan SE Dirjen Pendidikan Vokasi No.1 tahun 2020, SMK Teladan memberikan tugas-tugas berbasis proyek atau pembelajaran berbasis DU/DI dilakukan kerjasama dengan DU/DI hingga saat ini sampai 24 Oktober 2020 dilaksanakan pekan kulminasi.
Dalam pekan Kulminasi SMK Teladan Pematangsiantar dengan tetap melaksanakan protokoler kesehatan untuk menilai hasil kerja siswa yang dilakukan oleh assesor (penguji) eksternal dari DU/DI dan hasilnya akan dituangkan di sertifikat siswa.
Penulis : Toni Tambunan
Editor : Nilson Pakpahan



