Home / Berita

Selasa, 6 Mei 2025 - 12:00 WIB

Di DPR, Kepala BGN Ungkap Butuh Tambahan Rp 50 T untuk MBG 2025

Kepala BGN di DPR

Kepala BGN di DPR

Viewer: 381
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

Jakarta, JejakNasional – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan pihaknya membutuhkan anggaran senilai Rp 116,6 triliun untuk program makan bergizi gratis atau MBG di 2025. Dadan menyebut pihaknya membutuhkan tambahan dana sebesar Rp 50 triliun dari Rp 71 triliun anggaran yang telah dimiliki.

Hal itu disampaikan Dadan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/5/2025). Dadan menyebut penyerapan anggaran hingga Mei tahun ini baru di angka Rp 2,386 triliun atau 3,36 persen.

“Nah ini realisasi anggaran sampai sekarang, jadi Badan Gizi memiliki anggaran Rp 71 triliun dan sampai hari ini kita baru bisa menyerap Rp 2,386 triliun. Jadi baru kurang lebih 3,36%,” kata Dadan dalam rapat.

Baca Juga  Pimpin Upacara Bendera. Bupati Nisut Amizaro Waruwu, Tegaskan Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat.

Dadan mengatakan pihaknya akan maksimal merealisasikan anggaran yang dimiliki. Ditargetkan pada Juni 2025 anggaran yang terserap bisa di angka Rp 4,7 triliun, Juli Rp 16 triliun dan Agustus Rp 28 triliun.

“September kita akan menyerap kurang lebih Rp 51 triliun, kemudian Oktober Rp 60 triliun, November Rp 88 triliun dan Desember Rp 116 triliun,” ujar Dadan.

Ia mengatakan anggaran sebesar Rp 71 triliun sudah disepakati oleh DPR RI. Kendati demikian, untuk percepatan pelayanan makan bergizi gratis bagi 82,9 juta orang BGN masih membutuhkan tambahan anggaran.

“Jadi kami masukan bukan hanya anggarannya Rp 71 triliun yang sudah disetujui, tapi kami buatkan mekanisme penyerapan anggaran termasuk yang diminta Pak Presiden terkait dengan percepatan pelayanan makan bergizi kepada 82,9 juta,” ujar Dadan.

Baca Juga  Dibuka Jam 5 Sore, Ini Cara Daftar Akun SSCASN di sscasn.bkn.go.id buat Pendaftaran CPNS 2024

“Jadi MBG ini jika mengikuti mekanisme yang sudah kami rencanakan akan membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 116,6 triliun untuk memberikan pelayanan kepada 82,9 juta,” tambahnya.

Dadan pun menyinggung pihaknya membutuhkan tambahan senilai Rp 50 triliun. Total anggaran Rp 116,6 triliun itu akan digunakan sampai Desember 2025.

“Jadi kalau sekarang ada Rp 71 triliun tambahan Rp 50 triliun sudah akan cukup bisa melayani seluruh penerima manfaat sampai Desember,” imbuhnya.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

MAPAN RI Tapsel Minta Polisi Tindak Tegas Oknum DPRD yang Ketangkap Dugem

Berita

Bupati Tapanuli Utata Pimpin Rapat Apkasi tentang Pengalihan Kewenangan di Bidang Mineral

Asahan

Bimtek PPDP Di Kecamatan Kisaran Timur Berjalan Lancar
Foto suasana sidang tuntutan kasus sabu terhadap dua warga aceh di Pn

Berita

2 Pria Asal Aceh Dituntut Hukuman Mati gegara Bawa Sabu 24 Kg

Berita

Wawako P.Sidimpuan Hadiri Penutupan TMMD Ke 111 Kodim 0212/TS

Arsip

Cara Unik Apple dan Google Sembunyikan Informasi Lowongan Kerja

Berita

Kisah Bripka Sandi-Aipda Yuniar, Anggota Polri yang Berkontribusi untuk Pendidikan dan UMKM Indonesia 

Berita

Wanita Dibawah Umur Asal Sirandorung Jadi Korban Cabul dan Kekerasan