Home / Berita

Sabtu, 2 April 2022 - 01:03 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmikan gedung Utama Presisi Mapolda Sumsel,

Viewer: 355
0 0
Terakhir Dibaca:52 Detik

Jumat (1/4) dengan disaksikan oleh Ketua KPK, Firli Bahuri dan Gubernur Sumsel, H Herman Deru dan beberapa mantan Kapolda Sumsel.

Jenderal Sigit mengatakan, bahwa pembangunan gedung ini merupakan bagian dari suport terhadap Polri terhadap salah satu program. “Pembangunan gedung ini sangat mensuport program transpormasi kita menuju Polri yang Presisi, ” ujarnya.

Pembangunan gedung sendiri merupakan wujud nyata dalam memberikan pelayanan lebih baik apalagi gedung yang baru ini dilengkapi berbagai fasilitas seperti ruang pertemuan, ruang rilis, hingga commen center Kita harapkan hal ini.

Baca Juga  GMKI Cabang Pontianak Gelar Vaksinasi Massal, Edi Apresiasi Kepedulian Mahasiswa

dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat, ” tutupnya. Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH melalui Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi menambahkan, bahwa Gedung baru Polda Sumsel berlantai delapan dengan konsep smart building lengkap dengan fasilitasnya.

Baca Juga  Wagub Kalbar Hadiri Forum Komunikasi Transmigrasi Regional II

Peletakkan batu pertama pembangunan Mapolda Sumsel sebelumnya dilakukan langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S, MM didampingi Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Forkompimda, pada 5 Agustus 2020 lalu. “Pendanaan gedung Mapolda Sumsel kita ini sendiri berasal dari dana hibah Pemprov Sumsel,” aku dia.

(Bambang irawan)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Berita

Bupati Tapsel : Analisis Jabatan Bagi ASN Penting Dalam Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Berita

Pemkab Tapsel Gelar Rakor Penanggulangan Karhutla

Berita

Demonstran Myanmar Serukan Mogok Massal, Junta Militer Langsung Keluarkan Ancaman

Berita

Peringati Harkitnas ke-114, Jadi Momentum Untuk Bangkit dari Pandemi Covid-19

Berita

Diusir Polisi, Satu Keluarga Asyik Makan Lesehan Layaknya Piknik di Jalan Tol

Berita

Pemkab Simalungun Gelar Rapat Rembuk Percepatan Pencegahan Dan Penanganan Stunting

Berita

Hadiri RPP PAC Pemuda Pancasila Angkola Timur,Ini Sambutan Dr H Syahminan Zega