Kompasnasional.com.Balige,Toba, | Masyarakat Kabupaten Toba saat ini masih berhadapan dengan pandemi Covid-19, hal ini sangat nyata di setiap aktivitas masyarakat dengan mengikuti Protokol Kesehatan, pembatasan mobilisasi massa dan Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah mulai dari tk.PAUD,TK,SD,SLTP dan SLTA masih di angka 50% pada setiap tatap muka (TM).
Pemerintah Pusat melakukan pengetatan terhadap masuknya warga asing agar penyebaran covid-19 varian baru yang disebut sebagai Varian Delta dan yang lebih dahsyat lagi varian OMICRON, dan Pemerintah Daerah juga melakukan hal yang sama tidak terkecuali Pemkab Toba.
Kabupaten Toba saat Puncak kasus covid-19 di Toba capai 705 orang pada bulan Agustus 2021 yang sangat menakutkan dan memborbardir percaya diri masyarakat, hal ini dibenarkan oleh Satgas Gugustugas Covid-19 Kab.Toba Drs.Lalo H.Simanjuntak,MSi, melalui WA Kadis Kominfo tersebut, dan pada Jumat 3/12/2021 keadaan terpapar covid-19 di Kab.Toba pada posisi nihil,sebut Lalo.
Sesuai penelusuran Kompasnasional ke Dinas Kesehatan Kab.Toba cq.Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit ( P2P ) Tiurmali Hutagaol mengatakan bahwa
Terpapar atau penderita Human Immunodeficiency Virus – Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) di Toba saat ini mencapai 548 orang.
Kasus ini menjadi semacam sinyal bahwa di Kabupaten Toba penderita HIV/AIDS lebih mengejutkan dari pada Covid-19. Ini sesuatu yang perlu diperhatikan Pemerintah Kabupaten Toba sebagai daerah objek wisata dan memiliki tatanan sebagai daerah Religius.
Saat Kompasnasional menanyakan, hal apa yang sudah dan akan dilakukan Dinas terkait menghadapi kondisi ini ? Kabid P2P mengatakan usaha dan upaya Dinas Kesehatan beserta seluruh jajaran diantaranya Puskesmas yang ada di Kabupaten Toba melakukan deteksi dini kepada ibu hamil dan penderita TB secara berkala dan Rutin kepada masyarakat, penyuluhan ke desa, ke Lokalisasi,ke Lapas juga ke Pemakai Narkoba Suntik (Penasun), kepada pengunjung lokalisasi disarankan agar memakai alat pelindung ujar Tiurminta.
Kabid P2P juga mengajak warga masyarakat agar senantiasa setia sama pasangannya, dan jauhi Narkoba sebut Tiurminta. Secara khusus kami juga berharap apabila kita mengetahui dan mengenal penderita HIV/AIDS, janganlah di diskriminasi di dalam kehidupan sehari- hari, pintanya. Data yang ada pada Dinas Kesehatan 548 ini boleh saja berbeda dengan data HAM Toba ujar Tiurminta.
Dan kondisi ini terjadi akibat dari bebasnya kehadiran
Cafe-cafe remang-remang yang saat ini cukup banyak bertaburan di Toba tanpa pendampingan dari Nakes, tanpa pengawasan, semua bebas, dan disinyalir menjadi sarang beredarnya pemakai dan penggunaan Narkoba ujarnya.
Sementara di tempat terpisah, menurut dr.Tihar Hasibuan,MARS sebagai Ketua Komite HIV/ AIDS Kab.Toba yang berubah nama menjadi HKBP AIDS MINISTRY (HAM) tingkat distrik, mengatakan ; secara khusus kegiatan kemarin (pelaksanaan perayaan hari HIV/AIDS se Dunia) bekerja sama dengan Pemda Kab Toba, tujuan nya adalah untuk memutus mata rantai penularan dengan mendampingi Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) ujar dr.Tihar Hasibuan, Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS), Jumat 3/12/2021 sekitar pukul 13.32 wib dan data yang ada pada HAM dari tahun 2003 hingga Oktober 2021 adalah ; penderita HIV 122 orang,AIDS 340 orang terdiri dari (Laki-laki = 350 orang,perempuan = 112 orang), resiko penularan Narkoba = 86 orang dan hubungan seks beresiko sebanyak = 362 orang dan untuk.transfusi darah = 1 orang, Penularan ibu ke anak (Perinatal) = 12 orang.
Hidup = 162 orang, meninggal 238 orang, rujuk ke luar 20 orang, dan los contact = 42 orang, sebut dr.Tihar Hasibuan,MARS. (LamS)





