Home / Nasional

Rabu, 4 Agustus 2021 - 13:52 WIB

Sri Mulyani Tetap Optimistis RI Jadi Negara Maju Tahun 2045

Viewer: 656
1 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 42 Detik

Kompasnasional l Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap optimistis Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan menjadi negara maju pada saat merayakan 100 tahun hari kemerdekaan, pada tahun 2045.

Dia menilai, peluang Indonesia menjadi negara maju masih bisa tercapai sesuai dengan target meskipun ekonomi Indonesia saat ini tertekan akibat cepatnya penyebaran pandemi COVID-19 varian delta.

“Fenomena ini sudah dipelajari dan kita tahu apa yang menyebabkan negara stuck di middle income,” kata dia dalam diskusi virtual, Rabu, 4 Agustus 2021.

Dia mengakui, penyebaran varian delta COVID-19 memang telah mengubah arah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Semula diperkirakan ekonomi Indonesia bisa pulih cepat mulai 2021.

“Varian delta ini yang mengharuskan kita untuk melakukan adjustment atau penyesuaian melalui pembatasan yang tentu nanti juga berpengaruh ke pemulihan ekonomi,” ujar Sri.

Baca Juga  Denda 5 Persen Bagi Pengusaha Yang Terlambat Bayar THR Pekerja

Meski demikian, Sri menekankan, pemerintah tidak akan menyerah pada revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini yang telah direvisi ke bawah oleh banyak lembaga internasional maupun domestik.

Oleh sebab itu, dia menekankan pemerintah akan tetap fokus pada perbaikan-perbaikan fundamental di dalam negeri supaya Indonesia bisa benar-benar menjadi negara maju pada ulang tahun ke-100 kemerdekaan.

“Sehingga kita tetap yakin pada momentum pemulihan tersebut dan saya yakin pasti sangat kuat dan juga dari sisi kemampuan kita untuk menahan dan mengatasi pandemi,” ucapnya.

Sri menekankan, berdasarkan pengalaman lebih dari 190 negara yang mayoritas masuk middle income trap, ditemukan kunci pertama untuk keluar dari jebakan itu adalah perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga  Pasien Gizi Buruk Asmat Cenderung Kembali ke Pola Hidup Lama

“Jadi kalau kita bicara SDM semua sepakat SDM penting tapi enggak banyak negara yang bisa selesaikan masalah ini meski mereka recognize ini penting,” tuturnya.

Perbaikan selanjutnya untuk bisa menjadi negara maju, dia menekankan, adalah pada sisi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, berkualitas, baik dari sisi finansial maupun ramah lingkungan.

Selanjutnya, adalah perbaikan institusi baik birokrasi dan regulasi maupun sektor swasta dalam hal, kepemilikan model insitiusi yang efisien, mampu cepat beradaptasi hingga tata kelolanya bagus.

“Memiliki institusi yang efisien, agile dan performanya bagus berdasarkan tata kelola yang bagus artinya efisiensi, korupsi dan konflik kepentingan menjadi sangat penting untuk diperangi,” tuturnya. (VCI/Red)

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Samsung dan Apple Ternyata Gunakan Timah dari Pulau Bangka, Buat Apa?

Nasional

Jokowi: Saya akan Jadi Penerima Pertama Vaksin COVID-19

Berita

Aktor Rizal Djibran Ditangkap Polisi karena Kepemilikan Sabu

Arsip

Menteri Jonan: Program BBM Satu Harga Tidak Boleh Gagal

Berita

Negara-Negara Eropa Didesak Ubah UU Pemerkosaan yang Rugikan Korban
Foto sidang Bharada

Berita

Sidang Lanjutan Kasus Brigadir J: Bharada E Cs Bakal Seruangan

Arsip

Munas SBSI 1992 Fokus Tiga Hal

Arsip

Puluhan Mahasiswa Asing Pelajari Budaya Solo