Home / Nasional

Rabu, 4 Agustus 2021 - 13:52 WIB

Sri Mulyani Tetap Optimistis RI Jadi Negara Maju Tahun 2045

Viewer: 682
1 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 42 Detik

Kompasnasional l Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap optimistis Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan menjadi negara maju pada saat merayakan 100 tahun hari kemerdekaan, pada tahun 2045.

Dia menilai, peluang Indonesia menjadi negara maju masih bisa tercapai sesuai dengan target meskipun ekonomi Indonesia saat ini tertekan akibat cepatnya penyebaran pandemi COVID-19 varian delta.

“Fenomena ini sudah dipelajari dan kita tahu apa yang menyebabkan negara stuck di middle income,” kata dia dalam diskusi virtual, Rabu, 4 Agustus 2021.

Dia mengakui, penyebaran varian delta COVID-19 memang telah mengubah arah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Semula diperkirakan ekonomi Indonesia bisa pulih cepat mulai 2021.

“Varian delta ini yang mengharuskan kita untuk melakukan adjustment atau penyesuaian melalui pembatasan yang tentu nanti juga berpengaruh ke pemulihan ekonomi,” ujar Sri.

Baca Juga  Walikota Sebut Kadin Organisasi Besar

Meski demikian, Sri menekankan, pemerintah tidak akan menyerah pada revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini yang telah direvisi ke bawah oleh banyak lembaga internasional maupun domestik.

Oleh sebab itu, dia menekankan pemerintah akan tetap fokus pada perbaikan-perbaikan fundamental di dalam negeri supaya Indonesia bisa benar-benar menjadi negara maju pada ulang tahun ke-100 kemerdekaan.

“Sehingga kita tetap yakin pada momentum pemulihan tersebut dan saya yakin pasti sangat kuat dan juga dari sisi kemampuan kita untuk menahan dan mengatasi pandemi,” ucapnya.

Sri menekankan, berdasarkan pengalaman lebih dari 190 negara yang mayoritas masuk middle income trap, ditemukan kunci pertama untuk keluar dari jebakan itu adalah perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga  Serka Silvi, Tentara Wanita yang Lolos Ikut Misi PBB ke Lebanon, Rela Tinggalkan 2 Anak Kecil demi Tugas Mulia

“Jadi kalau kita bicara SDM semua sepakat SDM penting tapi enggak banyak negara yang bisa selesaikan masalah ini meski mereka recognize ini penting,” tuturnya.

Perbaikan selanjutnya untuk bisa menjadi negara maju, dia menekankan, adalah pada sisi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, berkualitas, baik dari sisi finansial maupun ramah lingkungan.

Selanjutnya, adalah perbaikan institusi baik birokrasi dan regulasi maupun sektor swasta dalam hal, kepemilikan model insitiusi yang efisien, mampu cepat beradaptasi hingga tata kelolanya bagus.

“Memiliki institusi yang efisien, agile dan performanya bagus berdasarkan tata kelola yang bagus artinya efisiensi, korupsi dan konflik kepentingan menjadi sangat penting untuk diperangi,” tuturnya. (VCI/Red)

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Seniman Batobo Kampar Lakukan Aksi Gerakan Peduli Sesama

Berita

KPK imbau pejabat baru agar segera lapor harta kekayaan
Foto aksi tolak RKUHP di depan gedung DPR

Berita

Media Asing Soroti Ancaman RI Jadi Otoriter usai Sahkan KUHP Baru

Berita

Menarik Unit Secara Paksa, PT SMS Finance Digugat Nasabah di PN Pematangsiantar

Arsip

Jokowi Akan Resmikan Irigasi Lakkut Siborna

Berita

Ini Kronologi Dugaan Penganiayaan Versi Ratna Sarumpaet

Arsip

Ahli Kubu Jessica Sebut Pembunuhan Berencana Harus Ada Motif

Nasional

Ini 3 Nama Vaksin Produksi Sinovac yang Dinyatakan Halal dan Suci Oleh MUI