Home / Berita / Nasional / Reviews

Rabu, 3 Oktober 2018 - 10:55 WIB

Ini Kronologi Dugaan Penganiayaan Versi Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet saat di Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (16/9/2018). (Johannes Saragih/Batamnews)

Ratna Sarumpaet saat di Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (16/9/2018). (Johannes Saragih/Batamnews)

Viewer: 605
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 44 Detik

KompasNasional.com,Jakarta – Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Nanik S Deyang, mengungkap kronologi dugaan penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. Diceritakan Nanik, insiden tersebut terjadi pada 21 September 2018 di wilayah Jawa Barat.

“Ratna dihajar tiga orang 21 September di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung malam hari,” kata Nanik lewat siaran pers diterima, Selasa (2/10/2018).

Saat itu, Ratna Sarumpaet baru saja menghadiri acara konfrensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah Hotel. Ratna naik taksi bersama peserta dari Sri Lanka dan Malaysia. Namun tetiba, taksi ditumpangi mereka dihentikan agak jauh dari keramaian.

“Nah saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju Bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya,” lanjut Nanik.

Nanik meneruskan, usai dipukuli, Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal, sehingga bagian samping kepalanya robek. Menurut pengakuan Ratna, kejadiannya sangat cepat sehingga sulit mengingat bagaimana urutan kejadiannya.

“Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. Oleh sopir taksi Mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi,” beber Nanik.

Baca Juga  Kapolda Sumut Tinjau Pos PAM Simpang Dua Pematangsiantar

Ratna yang ditelantarkan di tengah jalan, dikatakan Nanik, berusaha mencari kendaraan untuk membawanya menuju rumah sakit terdekat. Untungnya, tindakan cepat bisa dilakukan sehingga pada malam itu juga Ratna memutuskan langsung pulang ke Jakarta.

Pengakuan Ratna Sarumpaet, insiden tersebut membuatnya trauma. Karenanya Ratna berdiam selama 10 hari tanpa membuka mulut ke siapa pun.

“Barulah hari Minggu lalu dia memanggil Pak Fadli Zon ke rumahnya, dan baru semalam Pak Fadli melaporkan ke Pak Prabowo, dan hari ini Bu Ratna menemui Pak Prabowo,” Nanik menyudahi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menceritakan,  aksi tersebut terjadi di parkiran Bandara Husein Sastranegara Bandung.

“Ini sudah kita investigasi, tempatnya di Bandung, di parkiran Bandara,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Dia melanjutkan, Ratna dianiaya dua atau tiga orang laki-laki hingga babak belur.

Wakil Ketua DPR ini juga mengungkap alasan Ratna untuk tidak melapor ke Polisi sejak penganiayaan terjadi. Kata dia, Ratna ingin pemulihan fisik dan psikologis.

“Jadi beliau recovery karena ada luka jahitan di kepala,” ujarnya.

Sementara itu, Jajaran Polda Jawa Barat langsung menindaklanjuti informasi dugaan pengeroyokan terhadap aktivitas sosial Ratna Sarumpaet di wilayah hukumnya. Namun polisi belum berhasil menemukan jejak penganiayaan yang kabarnya terjadi di wilayah Bandung itu.

Baca Juga  Jadwal dan Lokasi Vaksinasi COVID-19 di Medan Pekan Ini, Januari 2023

Direktur Reskrimum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana mengatakan, pihaknya telah menelusuri rumah sakit dan klinik yang ada di Bandung dan sekitarnya.

Setidaknya, total sementara sudah ada 31 rumah sakit yang dicek oleh kepolisian. 23 di antaranya berada di Kota Bandung. Namun hasilnya tidak ditemukan pasien bernama Ratna Sarumpaet yang pernah dirawat.

“Delapan RS di wilayah Cimahi juga sudah dicek, semua negatif. Yang jelas Polda Jabar dan jajaran proaktif menindaklanjuti berita di medsos dengan cek ke RS-RS,” ujar Umar saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Polda Jawa Barat dan jajarannya sejauh ini juga belum menerima laporan secara resmi dari Ratna terkait dugaan pengeroyokan tersebut. Sehingga polisi masih kesulitan melakukan penyelidikan.

Umar mengaku belum mengirimkan anak buahnya menemui Ratna. Sebab, ibunda artis Atiqah Hasiholan itu tidak tinggal di wilayah hukumnya.

“Dia kan di Jakarta. Kami cek yang di Bandung dulu. Nanti biar yang di Polda Metro yang ke yang bersangkutan (menemui Ratna),” ucapnya.(Liputan6/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Raih 34 Medali Ajang KSPN 2022, SMKN 3 Pematangsiantar Buktikan SMK Bisa Hebat

Berita

Pembunuh Polisi Divonis ‎48 Tahun Penjara

Berita

Rombak Kantor Bupati Kapuas Hulu Jadi Gedung Pelayanan Satu Atap

Berita

BAZNAS Sidempuan Salurkan ZIS Kepada Mustahik, Wali Kota : Senyum Mereka Adalah Bahagia Kita

Berita

Upacara HBN Ke-72 Virtual Berlangsung Khidmat.

Berita

Miliki Tanaman Obat Keluarga, Bupati dan Ketua TP PKK Tapsel Apresiasi Desa Paran Padang

Nasional

PT TMI Bantah Diberi Tugas Beli Alutsista oleh Kemhan

Berita

Musdes Sus Evaluasi Penetapan Penerima BLT-DD 2020 Desa Labang .