Home / Internasional

Sabtu, 12 Juni 2021 - 18:38 WIB

Kim Jong-un Ibaratkan K-Pop Seperti ‘Kanker Ganas’

Viewer: 382
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 54 Detik

Kompasnasional l Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un memandang popularitas K-Pop telah merusak generasi muda di negaranya. Ia bahkan mengibaratkan K-Pop sebagai ‘kanker ganas’.

Mengutip New York Times, Kim Jong-un menilai K-Pop telah merusak generasi muda Korut, mulai dari gaya pakaian, rambut, tutur kata, hingga perilaku. Hal ini membuat pemerintah kian gencar membuat kampanye demi mencegah penyebaran paham anti-sosialis dan non-sosialis yang telah merasuki jiwa-jiwa anak muda di negaranya.

Dalam rangka tersebut, Kim Jong-un memerintahkan jajarannya untuk menarik semua produk yang berkaitan dengan Korsel, yang dianggap dapat merusak ideologi bangsa.

Baru-baru ini, pemerintah Korut telah membuat undang-undang baru berkaitan dengan Korsel. Warga yang ‘berbicara, menulis, atau bernyanyi’ dengan gaya Korsel akan mendapatkan hukuman kerja paksa hingga dua tahun.

Baca Juga  Biadab! Ini Video Muslim Palestina Sholat Ditendang Polisi Israel, Tiga Tewas

Terlebih, fenomena ini muncul di tengah kondisi ekonomi Korut yang tengah memburuk. Akibatnya, Kim Jong-un terdesak untuk mengambil alih kekuasaan demi menjaga reputasinya di mata rakyat.

Apa yang dilakukan Kim Jong-un setidaknya senada dengan yang dikemukakan oleh Jung Gwang-il, pembelot yang menjalankan jaringan penyelundupan produk-produk K-Pop ke Korut.

“Dia [Kim Jong-un] harus menegaskan kembali kontrol ideologisnya pada kaum muda, jika dia tidak ingin kehilangan pondasi untuk masa depan pemerintahan dinasti keluarganya,” ujar Gwang-il.

Sebagaimana diketahui, Kim Jong-un dan keluarganya telah berkuasa di Korea Utara selama tiga generasi. Hingga hari ini, kesetiaan kaum milenial di Korut kerap diuji.

Kegemaran kaum milenial pada K-Pop mulai mencuat saat Korut mengalami kelaparan besar-besaran di akhir 1990-an yang menyebabkan jutaan orang meninggal. Kejadian itu memaksa warga bertahan hidup dengan membeli makanan dari pasar ilegal yang menjual barang-barang selundupan dari China, termasuk di antaranya video bajakan dari Korsel.

Baca Juga  Pemuda 17 Tahun Tembak Tiga Polisi Turki Hingga Tewas

Dari sana, warga Korut perlahan menyadari bahwa gambaran yang buruk mengenai Korsel hanyalah bentuk propaganda pemerintahnya.

Selanjutnya, warga Korut pun menikmati tayangan-tayangan dari Korsel secara sembunyi-sembunyi. Semua dilakukan agar mereka terbebas dari ancaman hukuman 5-15 tahun kerja paksa.

“Bagi Kim Jong-un, invasi budaya dari Korea Selatan telah melampaui tingkat yang dapat ditoleransi,” ujar Jiro Ishimaru, pemimpin redaksi Asia Press International, sebuah situs web di Jepang yang memantau Korea Utara.

“Jika ini dibiarkan, dia khawatir rakyatnya akan mulai mempertimbangkan Korea Selatan sebagai alternatif ‘Korea’ [tempat tinggalnya] dan meninggalkan Korut.”
(CNN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Menkeu AS Minta Trump Jatuhkan Sanksi Baru Iran

Berita

Samsung Galaxy S9 Akan Punya Pendeteksi Wajah Secanggih iPhone X

Berita

Puluhan Ribu Data Pengguna VR Porno Dibajak

Internasional

Arab Saudi Bebaskan Dua Aktivis Perempuan

Berita

DJM 1 Kali Lagi Gelar Refleksi Kegiatan

Internasional

Demo Krisis Air Bersih di Iran Ricuh, Satu Polisi Tewas

Internasional

Jatuhkan Bola Boling Dari Jendela, Peniru ‘Joker’ Dinyatakan Bersalah

Berita

Puluhan Jamaah Tumbang Saat Wukuf dan 4 Wafat di Arafah