Home / Politik

Senin, 8 Februari 2021 - 22:21 WIB

Demokrat Beber Perbedaan saat Kader Temui Moeldoko dan Luhut

Viewer: 458
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

Kompasnasional l Partai Demokrat menjelaskan perbedaan kadernya saat bertemu dengan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan para kader yang bertemu Luhut memang atas keinginan sendiri. Mereka pun sudah mengenal Luhut sebelumnya.

“(Mereka) difasilitasi ke Jakarta, karena dijanjikan akan mendapat bantuan pasca bencana. Dan, mereka tidak tahu sebelumnya bakal bertemu Moeldoko,” kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Senin (8/2).

Kedua, menurut Herzaky, pertemuan beberapa kader senior dengan Luhut tidak mengajak para pemilik suara bersama mereka. Selain itu, Luhut juga tidak menghubungi para kader untuk meminta bertemu dengan para ketua DPC dan DPD.

Baca Juga  Hamzah Haz Khawatir PPP Hilang di Pemilu 2024

Berbeda halnya saat kader Demokrat bertemu dengan Moeldoko. Herzaku mengatakan ada usaha terstruktur dan sistematis untuk mengontak para pemilik suara sah, yakni ketua-ketua DPD dan DPC dari berbagai daerah Indonesia untuk bertemu di Jakarta.

Perbedaan berikutnya yakni ada pencatutan nama-nama menteri dan pejabat tinggi pemerintah lainnya.

Bahkan, menurut Herzaky, dalam pertemuan dengan Moeldoko, nama Presiden Joko Widodo juga dicatut. Jokowi disebut-sebut sudah mendukung rencana KLB dan pencapresan Moeldoko di 2024.

“Sedangkan di dalam pertemuan dengan Luhut, tidak ada pencatutan nama presiden maupun pejabat-pejabat tinggi negara,” ungkap dia.

Baca Juga  Era SBY Boleh Kenapa Era Jokowi Tak Boleh ?

Ada pula uang yang diberikan dan dijanjikan saat Moeldoko menemui kader Demokrat sebesar Rp100 juta jika para pemilik suara dari Partai Demokrat menyetujui KLB dan mengganti Ketua Umumnya dengan Moeldoko. Dalam pertemuan dengan Luhut, tidak ada janji-janji uang untuk para kader.

“Dengan demikian jelas, kalau dalam pertemuan dengan Moeldoko, ada penggalangan gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah secara terstruktur dan sistematis oleh pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional dekat dengan Presiden Joko Widodo,” ujar Herzaky.

“Sedangkan pertemuan dengan Luhut, masih bisa dikategorikan ngopi-ngopi biasa,” imbuhnya. (CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

Petinggi KAMI Laporkan Jenderal Sigit Prabowo, Refly Harun: Semoga Ini Bisa Mengubah Perilaku Aparat

Politik

Dipecat Demokrat, Nasib Jhoni Allen di DPR Juga Akan Berakhir

Politik

Jokowi Tetapkan Lima Deputi Kepala Staf Presiden, Ini Profilnya

Politik

Wasekjen PAN Yakin 80 Persen Pemilih PAN Tidak Akan Beralih ke Partai Ummat

Politik

SBY Cabut Pendaftaran Logo Demokrat, Kubu Moeldoko Sorak-sorai Kemenangan ‘Perang’: Skor Seri 1:1

Nasional

Pengamat Minta Jokowi Jangan Sampai Pilih Anak Macan yang akan Menerkam PDIP di Pilpres 2024

Politik

Seret Nama Jokowi, Marzuki Alie Sebut AHY Tak Punya Etika

Politik

Unggah Video Rizieq Bicara Penggal Kepala, Jimly: Ceramah Penuh Kebencian