Home / Politik

Sabtu, 27 Februari 2021 - 10:57 WIB

Dipecat Demokrat, Nasib Jhoni Allen di DPR Juga Akan Berakhir

Viewer: 503
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 21 Detik

Kompasnasional l Partai Demokrat memecat tujuh anggota kadernya terkait isu kudeta kepemimpinan terhadap Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Salah satu nama yang dipecat adalah Jhoni Allen Marbun.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menjelaskan dengan keputusan pemecatan tersebut maka tujuh nama kader tersebut tak lagi dikaitkan dengan Demokrat. Tujuh kader itu yakni Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, Ahmad Yahya, dan Marzuki Alie.

“Dengan demikian, sejak keputusan ini ditetapkan, seluruh nama di atas secara otomatis gugur,” kata Herzaky, dalam keterangannya, Jumat, 26 Februari 2021.

Baca Juga  Uni Irma: Apa Hubungan Fadli Zon dengan FPI?

Dia menambahkan terkait nasib Jhoni Allen Marbun yang saat ini sebagai Anggota DPR periode 2019-2024 di Komisi VII, Demokrat juga sudah menentukan sikap. Jhoni Allen juga akan tak akan lagi menjadi anggota dewan.

Status Jhoni Allen Marbun sebagai Anggota DPR RI, akan dilakukan PAW (Penggantian Antar Waktu) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutur Herzaky.

Pun, ia menjelaskan Majelis Tinggi Partai Demokrat sudah berupaya melakukan komunikasi dengan Jhoni Allen. Menurut dia, Jhoni dianggap sebagai kader aktif yang jadi salah satu aktor utama dalam gerakan kudeta.

Dia menyebut Jhoni dianggap berupaya memasukkan tokoh dari eksternal partai untuk merancang kongres luar biasa atau KLB. Tokoh eksternal itu diisukan terkait dengan niat maju untuk konstetasi Pilpres 2024.

Baca Juga  Polres Tapteng Jelang Pilkades

Kemudian, ia menekankan alasan pemecatan Jhoni karena terbukti melakukan perbuatan tingkah laku buruk yang merugikan partai. Djoni bersama lima kader lainnya yaitu Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Syofwatillah Mohzaib, Ahmad Yahya dinilai merugikan partai dengan mendiskreditkan, mengancam, menghasut, mengadu domba, melakukan bujuk rayu dengan imbalan uang dan jabatan. Selain itu, mereka menyebarluaskan kabar bohong dan fitnah serta hoax. ( VCI/Red )

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

DPR Saat Rapat: Mohon Maaf Pak Menteri, Jangan Dipakai Dulu Itu Kalung Anti Corona, Nanti Warga Ikutan

Opini

Peneliti UGM: Klaim Kesatuan Islam-Minang, Instrumen Politik

Berita

Pilkada 2020 Simalungun Paslon Radiapoh-Zonny Unggul Sementara

Berita

KNTM Minta Jangan Pilih Pemimpin Pro Pukat Trawl
Ketua umum partai garuda ahmad ridha sabana

Berita

Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

Politik

Bawaslu Tegaskan Calon Kepala Daerah Dilarang Bagikan Bansos

Politik

PDIP Ingin Pilkada Serentak Digelar 2024, Pengamat: Anies Kehilangan Panggung

Politik

Survei Poltracking Pilkada Surabaya Dinilai Ada yang Tak Masuk Akal