Viewer: 7262
0 0

Home / Politik

Rabu, 18 November 2020 - 16:39 WIB

Unggah Video Rizieq Bicara Penggal Kepala, Jimly: Ceramah Penuh Kebencian

Viewer: 7263
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 19 Detik

Kompasnasional | Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengomentari soal rekaman video Habib Rizieq Shihab karena dianggap menyebarkan kebencian.

Dalam rekaman video yang diunggah melalui akun Twitter @JimlyAs pada Rabu (18/11/2020), tampak Habib Rizieq sedang berceramah. Di depan para jemaah, Rizieq meminta agar pelaku-pelaku yang menghina Islam hingga ulama diproses oleh aparat kepolisian. Jika tidak, Rizieq mengancam akan ada pemenggalan seperti yang terjadi di Prancis.

“Kepada pemerintah khususnya kepolisian kita kasih tahu kalau enggak mau terjadi peristiwa di Prancis, penghinaan nabi dipenggal, saudara, tolong kalau ada laporan penista-penista agama proses dong, betul?,” kata Rizieq.

Baca Juga  Massa penolak RUU HIP yang sejatinya berpusat di depan kantor DPR, sudah melimpah hingga Slipi, nyaris masuk tol.

Pemenggalan yang dimaksud terjadi kepada seorang guru di Prancis bernama Samuel Paty pada Oktober 2020. Kepalanya dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW kepada murid-muridnya.

Rizieq ingin agar pihak kepolisian mau memproses orang-orang yang telah menghina nabi, Islam dan ulama. Kalau tidak, ia mengancam tragedi pemenggalan kepala seperti yang terjadi di Prancis akan dilakukan di Indonesia.

Yang menghina nabi, menghina Islam, menghina ulama, proses, betul? kalau tidak diproses jangan salahkan umat Islam kalau besok kepalanya ditemukan di jalanan. Takbir! Takbir!,” ucapnya

Baca Juga  Politikus PDIP: Kritikus Nyinyir Justru Tingkatkan Pencitraan Risma

“Siap bela nabi? Siap bela nabi? Siap mati untuk rasulullah? Takbir!,” teriak Rizieq di depan para pengikutnya.

Jimly pun mengomentari isi ceramah Rizieq tersebut. Menurutnya ceramah Rizieq mengandung unsur kebencian dan permusuhan. Ia menganggap aparat keamanan bakal menindaknya.

“Ini contoh ceramah yang bersifat menantang dan berisi penuh kebencian dan permusuhan yang bagi aparat pasti harus ditindak,” kata Jimly.

“Jika dibiarkan provokasinya bisa meluas dan melebar. Hentikan ceramah seperti ini, apalagi atasnamakan dakwah yang mesti dengan hikmah dan mau’zhoh hasanah,” tambahnya. (SJI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
89 %
Surprise
Surprise
11 %

Share :

Baca Juga

Politik

Ada Usul Pemecatan Dirinya dari Gerindra, Arief Poyuono: Tak Usah Didengar!

Politik

Lolos Parlemen Saja Belum, Partai Berkarya Sudah Kisruh
Foto sidang Bharada

Berita

Sidang Lanjutan Kasus Brigadir J: Bharada E Cs Bakal Seruangan

Politik

Jadi Figur yang Terzalimi, Achmad Purnomo Diusung PKS Lawan Gibran

Politik

Novel Baswedan Positif Covid-19, DS: Salah Jokowi?
Foto ini didistribusikan oleh pemerintah Korea

Berita

Semenanjung Korea Panas: Korut dan Korsel Saling Serang

Politik

Cabup Dadang Janjikan Rp100 Miliar per Tahun untuk Guru Ngaji

Politik

Bawaslu Tegaskan Calon Kepala Daerah Dilarang Bagikan Bansos