Viewer: 7284
0 0

Home / Politik

Rabu, 18 November 2020 - 16:39 WIB

Unggah Video Rizieq Bicara Penggal Kepala, Jimly: Ceramah Penuh Kebencian

Viewer: 7285
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 19 Detik

Kompasnasional | Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengomentari soal rekaman video Habib Rizieq Shihab karena dianggap menyebarkan kebencian.

Dalam rekaman video yang diunggah melalui akun Twitter @JimlyAs pada Rabu (18/11/2020), tampak Habib Rizieq sedang berceramah. Di depan para jemaah, Rizieq meminta agar pelaku-pelaku yang menghina Islam hingga ulama diproses oleh aparat kepolisian. Jika tidak, Rizieq mengancam akan ada pemenggalan seperti yang terjadi di Prancis.

“Kepada pemerintah khususnya kepolisian kita kasih tahu kalau enggak mau terjadi peristiwa di Prancis, penghinaan nabi dipenggal, saudara, tolong kalau ada laporan penista-penista agama proses dong, betul?,” kata Rizieq.

Baca Juga  Mahasiswa yang Demo Kantor DPP Demokrat Tak Terima Nama Kampusnya Dicatut AHY

Pemenggalan yang dimaksud terjadi kepada seorang guru di Prancis bernama Samuel Paty pada Oktober 2020. Kepalanya dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW kepada murid-muridnya.

Rizieq ingin agar pihak kepolisian mau memproses orang-orang yang telah menghina nabi, Islam dan ulama. Kalau tidak, ia mengancam tragedi pemenggalan kepala seperti yang terjadi di Prancis akan dilakukan di Indonesia.

Yang menghina nabi, menghina Islam, menghina ulama, proses, betul? kalau tidak diproses jangan salahkan umat Islam kalau besok kepalanya ditemukan di jalanan. Takbir! Takbir!,” ucapnya

Baca Juga  Bawaslu RI: Sekitar 700 ASN Terlibat Pelanggaran Pilkada

“Siap bela nabi? Siap bela nabi? Siap mati untuk rasulullah? Takbir!,” teriak Rizieq di depan para pengikutnya.

Jimly pun mengomentari isi ceramah Rizieq tersebut. Menurutnya ceramah Rizieq mengandung unsur kebencian dan permusuhan. Ia menganggap aparat keamanan bakal menindaknya.

“Ini contoh ceramah yang bersifat menantang dan berisi penuh kebencian dan permusuhan yang bagi aparat pasti harus ditindak,” kata Jimly.

“Jika dibiarkan provokasinya bisa meluas dan melebar. Hentikan ceramah seperti ini, apalagi atasnamakan dakwah yang mesti dengan hikmah dan mau’zhoh hasanah,” tambahnya. (SJI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
89 %
Surprise
Surprise
11 %

Share :

Baca Juga

Politik

Dipecat Partai Demokrat, Jhoni Allen Gugat AHY ke Pengadilan

Politik

RUU Larangan Minuman Berakohol, Dampaknya Bisa ke Wisatawan Asing

Politik

Wasekjen PAN Yakin 80 Persen Pemilih PAN Tidak Akan Beralih ke Partai Ummat

Politik

Eggi Sudjana tak Penuhi Panggilan Penyidik, Kuasa Hukum Bilang Begini

Politik

Survei Indikator: Ganjar Pranowo Pilihan Capres Tertinggi Selama Pandemi

Politik

Politikus Demokrat Minta Maaf dan Hapus Cuitan ‘Paha Mulus’

Politik

Ketua DPD I Golkar Sumut Resmikan RTLH dan Berikan Sembako di Tapteng

Politik

Novel Baswedan Positif Covid-19, DS: Salah Jokowi?