Home / Ekonomi

Kamis, 4 Februari 2021 - 12:26 WIB

Buwas Sebut Ada Lingkaran Setan yang Bikin Harga Kedelai Mahal

Viewer: 472
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 30 Detik

Kompasnasional l Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, mahalnya harga kedelai saat ini disebabkan oleh lingkaran setan, yaitu praktik kartel serta birokrasi yang terlalu panjang.

Menurut dia, akar persoalan kenaikan harga kedelai bukanlah masalah kekurangan pasokan atau keterbatasan produksi luar negeri. Tetapi akibat adanya praktik kartel dari importir kedelai.

“Sehingga kalau bicara bagaimana masalah jagung, bagaimana kedelai, ya itu akar masalahnya, makanya ada lingkaran setan, ini yang sulit kita basmi kecuali bersama sama,” ungkap pria yang akrab disapa Buwas itu dalam konferensi pers virtual, Rabu (3/2/2020).

Dia mengatakan, harga pangan impor sebetulnya murah, seperti kedelai, jagung, bawang putih, hingga daging. Namun menjadi mahal saat sampai di tangan konsumen karena distribusinya yang berlapis-lapis.

Baca Juga  Diperiksa Kasus Suap Raperda Zonasi, Aguan Naik Alphard Putih ke KPK

Setiap berpindah dari satu pihak ke pihak lainnya maka akan ada pungutan biaya, sehingga ongkos pengirimannya menjadi mahal. Kemudian biaya itu akhirnya dibebankan kepada konsumen.

“Akar masalahnya karena kartel terlalu banyak, birokrasi terlalu panjang. Satu ke satu semua pakai biaya. Nah ini yang kita istilahkan wujud korupsi sebenarnya,” katanya.

“Tapi hasil atau beban korupsi itu dibebankan ke masyarakat yaitu konsumen. Dari harga Rp 7.000 dijual Rp 12.000, selisih Rp 5.000, yang Rp 5.000 ini dibebankan ke konsumen, padahal yang menikmati oknum-oknum tertentu,” lanjut Buwas.

Baca Juga  Pengusaha Ramai-Ramai Minta Anies Cabut PSBB Transisi DKI

Menurut dia, Bulog sebenarnya punya tugas untuk menjaga ketersedian dan stabilisasi harga kedelai, selain beras dan jagung. Ini sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan Kepada Perum Bulog Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional.

Namun demikian, hingga saat ini ia mengaku Bulog tak bisa menjalankan tugas tersebut, khususnya dalam hal impor kedelai. Padahal, seringkali perajin tahu dan tempe menanyakan perihal importasi kedelai kepada Bulog.

Buwas menyebutkan, para perajin menginginkan Bulog yang melakukan importasi kedelai, bukan oleh importir swasta. Sehingga diharapkan Bulog dapat menjamin ketersediaan kedelai dan stabilisasi harganya.(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

RI ‘Menyerah’ Pada Abu Sayyaf, Siap Bayar Tebusan 10 WNI Disandera

Berita

Reaksi Anies Baswedan Dengar Curhat Bang Yos yang Kewalahan Mengatur Becak

Arsip

Manado Ingin Bangun Sirkuit Balap Ala Monaco Dan Singapura

Berita

4 Fakta di Balik Jembatan Suramadu, Tarif Tol Gratis hingga Harapan Jokowi

Arsip

Dana BOS Diminta Diusut Kepsek Sering Tinggalkan Tugas

Arsip

Ada Wacana Pembatasan Produksi, Harga Minyak Dunia Naik

Berita

Mahathir Ajak Pengusaha RI Investasi di Malaysia

Arsip

THR Untuk PNS Cair Seminggu Sebelum Lebaran