Home / Berita / Daerah / Ekonomi / Korupsi / Kriminal / Nasional

Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:48 WIB

KPK Segera Periksa Petinggi Lippo Group Terkait Suap Izin Meikarta

Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro memakai rompi tahanan ketika ditanya wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/10). Billy Sindoro resmi ditahan terkait kasus suap Bupati Bekasi Neneng. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro memakai rompi tahanan ketika ditanya wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/10). Billy Sindoro resmi ditahan terkait kasus suap Bupati Bekasi Neneng. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Viewer: 531
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Kompasnasional.com, Jakarta– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan segera memanggil sejumlah pihak dari Lippo Group sebagai saksi kasus dugaan suap izin pembangunan Meikarta. Dalam kasus ini, KPK telah menjerat Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro.

“Pihak swasta baik itu dari Lippo Group atau yang lain jika dibutuhkan dalam penyidikan akan kami panggil dan akan dilakukan pemerikasaan,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (17/10/2018).

Selain Lippo Group, KPK juga akan memeriksa pejabat di Pemkab Bekasi untuk mendalami kasus dugaan suap ini. Kendati begitu, Febri mengaku belum tahu pasti kapan pemanggilan para saksi akan dimulai.

“KPK akan melakukan proses pemeriksaan terhadap pegawai dan pejabat pemerintahan di Kabupaten Bekasi atau pihak yang terkait dengan perizinan ini,” katanya.

KPK, kata dia, berharap agar pihak-pihak yang dipanggil bersikap kooperatif. Febri mengingatkan ada jeratan pasal bagi pihak-pihak yang tak kooperatif dan berusaha menghalangi penyidikan.

“Kami imbau agar bersifat kooperatif kepada pihak-pihak tertentu baik yang berkepentingan langsung atau tidak langsung dengan perkara ini,” ucap Febri.

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Selain Bupati Neneng, KPK juga menjerat delapan orang lainnya dalam kasus ini.

Mereka adalah Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi Jamaludi, Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

Kemudian, Billy Sindoro selaku Direktur Operasional Lippo Group, Taryudi dan Fitra Djajaja Purnama selaku konsultan Lippo Group, serta Henry Jasmen pegawai Lippo Group.

Realisasi Pemberian Janji

Bupati Neneng dan sejumlah pihak diduga menerima hadiah atau janji Rp 13 miliar terkait proyek tersebut. Diduga, realiasasi pemberian sampai saat ini adalah sekitar Rp 7 miliar melalui beberapa kepala dinas.

Keterkaitan sejumlah dinas lantaran proyek tersebut cukup kompleks, yakni memiliki rencana membangun apartemen, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga tempat pendidikan. Oleh karena itu, dibutuhkan banyak perizinan.(Liputan6com/Aw)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  Satuan Reskrim Polres Melawi Lakukan Penangkapan Judi Kupon Putin.

Share :

Baca Juga

Berita

Polisi Ungkap Fakta Baru: Ada Aset Firli Bahuri Tak Masuk LHKPN

Berita

Otak manusia memiliki sel saraf lebih banyak daripada jumlah bintang di galaksi ‘

Nasional

Serka Silvi, Tentara Wanita yang Lolos Ikut Misi PBB ke Lebanon, Rela Tinggalkan 2 Anak Kecil demi Tugas Mulia

Berita

Gara-gara Diminta Uang Rp4000, Isteri Sekarat Ditikami Suami

Berita

Wakil Walikota Pematangsiantar Terima Sertifikat dan Hasil Penilaian Kepatuhan Standrad Pelayanan Publik 2021

Berita

Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, Mengukuhkan Pengurus Paguyuban Sedulur Jowo di Kabupaten Melawi

Berita

Sekolah Inklusi, Komitmen Pemkot Pontianak Wujudkan Ramah Disabilitas

Berita

Bhabinkamtibmas Polsek Badau Rutin Kampanyekan Anti Karhutla di Kecamatan Badau