Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) dibuka menguat di perdagangan hari ini, Jumat (22/7). Rupiah dibuka di Rp 13.090 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.099 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak melemah usai pembukaan. Tercatat, Rupiah sempat menyentuh level Rp 13.117 per USD pukul 09.55 WIB. Saat ini, Rupiah kembali bergerak menguat ke Rp 13.103 per USD.
Bank Indonesia mencatat pada Juni 2016, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) mengalami penguatan atau apresiasi sebesar 3,4 persen (mtm) ke level Rp 13.213 per USD. Hal ini dipengaruhi mulai meredanya ketidakpastian kenaikan Fed Fund Rate (FFR), terbatasnya dampak Brexit dan meningkatnya sentimen positif atas pengesahan UU Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara mengatakan, dampak Brexit terhadap Rupiah cenderung terbatas, dibandingkan dengan mata uang lainnya dan hanya berlangsung singkat.
“Penguatan kembali Rupiah didorong oleh persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik,” ujar dia di kantornya, Jakarta, Kamis (21/7).
Menurutnya, penguatan ini juga sejalan dengan pengesahan UU Pengampunan Pajak, perbaikan kondisi makro ekonomi serta perkiraan penundaan kenaikan FFR oleh The Fed.
“Penguatan tersebut sejalan dengan aliran masuk modal asing yang kembali meningkat setelah sempat sedikit terkoreksi akibat Brexit,” jelas dia (mdk|dwk)








