Home / Ekonomi

Senin, 1 Maret 2021 - 11:19 WIB

Hati-hati Ahok saat Singgung Nabi Muhammad

Viewer: 499
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Kompasnasional l Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menyinggung ajaran Islam. Namun kali ini, Ahok lebih berhati-hati dalam mengungkap maksud yang ingin disampaikannya.

Hal ini terjadi ketika Ahok berbicara dalam acara Milad ke-9 Pesantren Motivasi Indonesia yang digelar secara virtual, Minggu (28/2).

Awalnya Ahok memberikan pandangannya mengenai kemandirian ekonomi di pesantren. Menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, pesantren harus bisa seperti Nabi Muhammad SAW yang tak hanya berdakwah, namun juga berdagang.

Kendati begitu, Ahok langsung buru-buru meminta agar pesannya tidak disalahartikan karena menyinggung soal Nabi Muhammad.

“Ini mohon jangan jadi masalah ya. Saya berpikir Nabi Muhammad dulu bukan cuma dakwah ya, tapi juga dagang. Jadi ini jangan dipersoalkan nanti, ini nanti salah menafsirkan dan ribut lagi. Ini saya mohon-mohon maaf ini. Saya bikin disclaimer dulu ini,” kata Ahok.

Baca Juga  Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,3 M Mantan Kacab Bank Diringkus Polisi

Penggambaran ini, kata Ahok, bertujuan mengingatkan para pesantren agar bisa mencapai kemandirian ekonomi. Menurutnya, seperti yang publik ketahui pesantren umumnya tak memiliki sumber penghasilan tetap.

Berdasarkan pepatah China yang dipegang Ahok, setiap hal harus mempunyai ‘sumurnya’ sendiri, termasuk pesantren. Dengan begitu, pesantren tak hanya bergantung pada sumber dana yang diberikan pihak lain dan tercapailah target kemandirian ekonomi tersebut.

“Itu yang harus dipikirkan, bagaimana dia bisa mendapatkan suatu penghasilan sendiri, yang sumurnya bisa menghidupi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Baca Juga  Buruan Daftar! Kartu Pra Kerja Resmi Dibuka

Untuk mempunyai sumur sendiri dan mencapai kemandirian ekonomi, Ahok menilai pesantren harus bisa memanfaatkan teknologi. Begitu juga dengan komunikasi dan jaringan yang besar.

Ia mengatakan masukan ini didapatnya dari hasil berkenalan dengan seorang kiai yang merupakan lulusan Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Tanpa menyebutkan nama, ia mengaku kiai itu merupakan kenalannya dari almarhum Saefullah yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta pada era kepemimpinannya dulu.

“Jadi para santri dilatih bisnis, bukan hanya dilatih kerja, dilatih berbahasa Inggris dengan baik juga, mengerti tentang saham,” katanya.

Kala itu, Ahok menyitir Surat Al-Maidah 51 terkait dengan pemilihan umum. Ahok divonis 2 tahun penjara.(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Harga Daging Ayam Meroket, Pedagang Ancam Mogok

Arsip

Ini Alasan Hary Tanoe Lengser Dari Bos MNC

Ekonomi

Blak-blakan Ahok: Saya digaji untuk menyelamatkan Pertamina

Ekonomi

Jepang Siapkan Rp57 Triliun untuk SWF Indonesia, 2 Kali Lebih Besar dari Investasi AS!

Berita

DJM 1 Kali Lagi Gelar Refleksi Kegiatan

Asahan

Pengabdian Lions Club Golden Estate diserbu warga

Daerah

Lapor… Pukat Trwol Dan Bom Ikan Kian Marak Pulau Mursala Tapanuli Tengah

Ekonomi

Pemulihan Ekonomi RI Diklaim Pakar Sebagai Yang Tercepat Setelah Tiongkok, Kapan?