Home / Ekonomi

Senin, 1 Maret 2021 - 11:19 WIB

Hati-hati Ahok saat Singgung Nabi Muhammad

Viewer: 492
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Kompasnasional l Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menyinggung ajaran Islam. Namun kali ini, Ahok lebih berhati-hati dalam mengungkap maksud yang ingin disampaikannya.

Hal ini terjadi ketika Ahok berbicara dalam acara Milad ke-9 Pesantren Motivasi Indonesia yang digelar secara virtual, Minggu (28/2).

Awalnya Ahok memberikan pandangannya mengenai kemandirian ekonomi di pesantren. Menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, pesantren harus bisa seperti Nabi Muhammad SAW yang tak hanya berdakwah, namun juga berdagang.

Kendati begitu, Ahok langsung buru-buru meminta agar pesannya tidak disalahartikan karena menyinggung soal Nabi Muhammad.

“Ini mohon jangan jadi masalah ya. Saya berpikir Nabi Muhammad dulu bukan cuma dakwah ya, tapi juga dagang. Jadi ini jangan dipersoalkan nanti, ini nanti salah menafsirkan dan ribut lagi. Ini saya mohon-mohon maaf ini. Saya bikin disclaimer dulu ini,” kata Ahok.

Baca Juga  Rupiah Kembali Melemah, Sempat Sentuh Level Rp 13.000 per USD

Penggambaran ini, kata Ahok, bertujuan mengingatkan para pesantren agar bisa mencapai kemandirian ekonomi. Menurutnya, seperti yang publik ketahui pesantren umumnya tak memiliki sumber penghasilan tetap.

Berdasarkan pepatah China yang dipegang Ahok, setiap hal harus mempunyai ‘sumurnya’ sendiri, termasuk pesantren. Dengan begitu, pesantren tak hanya bergantung pada sumber dana yang diberikan pihak lain dan tercapailah target kemandirian ekonomi tersebut.

“Itu yang harus dipikirkan, bagaimana dia bisa mendapatkan suatu penghasilan sendiri, yang sumurnya bisa menghidupi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Baca Juga  Korea Utara Diduga Terkait dengan Peretasan Mata Uang Virtual

Untuk mempunyai sumur sendiri dan mencapai kemandirian ekonomi, Ahok menilai pesantren harus bisa memanfaatkan teknologi. Begitu juga dengan komunikasi dan jaringan yang besar.

Ia mengatakan masukan ini didapatnya dari hasil berkenalan dengan seorang kiai yang merupakan lulusan Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Tanpa menyebutkan nama, ia mengaku kiai itu merupakan kenalannya dari almarhum Saefullah yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta pada era kepemimpinannya dulu.

“Jadi para santri dilatih bisnis, bukan hanya dilatih kerja, dilatih berbahasa Inggris dengan baik juga, mengerti tentang saham,” katanya.

Kala itu, Ahok menyitir Surat Al-Maidah 51 terkait dengan pemilihan umum. Ahok divonis 2 tahun penjara.(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Labuhanbatu Minta Seluruh Usulan Pembangunan di Desa dan Kecamatan Jadi Prioritas

Ekonomi

Bos Arisan Lebaran Tipu Ratusan Ibu-ibu hingga Rp1 Miliar, Dipakai Bangun Rumah

Arsip

Guru Honorer Ungkap Pungli SMAN 13 Disudutkan Kepsek & Wali Murid

Berita

Perjalanan Anies-Sandi Mewujudkan Rumah DP 0 yang Dulu Diragukan…

Arsip

Penjualan Komputer & Printer Merosot, HP Inc Pecat 4.000 Karyawan

Berita

RI Cari Pasar Ekspor Sawit ke China hingga Uzbekistan

Ekonomi

Orang Kaya Pondok Indah dan Menteng Jual Rumah

Arsip

Tarif Interkoneksi Turun, Saham Operator Babak Belur