Home / Opini

Rabu, 6 Januari 2021 - 22:53 WIB

Hendropriyono Prediksi Ancaman Indonesia 2021

Viewer: 417
0 0
Terakhir Dibaca:57 Detik

Kompasnasional l Mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono memprediksi ancaman yang bakal mewarnai Indonesia pada 2021, di antaranya soal konflik ideologi dan merebaknya aksi antioligarki.

Menurutnya, tantangan yang bakal dihadapi adalah merebaknya aksi antioligarki dan kejahatan teroganisasi. Khusus antioligarki, katanya, digerakkan oleh barisan sakit hati, meski tak merinci siapa yang dimaksud.

“Ini diusung barisan sakit hati. Barisan sakit hati akan menggunakan isu antioligarki,” kata Hendropriyono dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (4/1).

Baca Juga  Sejarah Wabah Besar yang Melanda Dunia Setiap 100 Tahun (1720, 1820, 1920, 2020)

Oligarki secara umum diketahui merupakan sistem pemerintahan yang dikuasai sekelompok kecil elite berbasiskan kekuasaan dan modal.

Riset Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menyebut jaringan oligarki diduga terlibat dalam pelbagai agenda penting di Tanah Air. Di antaranya dugaan pembiayaan kampanye oleh kelompok bisnis tambang dalam agenda Pemilu.

Sementara yang kedua, Hendropriyono menyoroti soal kejahatan terorganisir. Motifnya, kata dia, adalah ideologi teror.

Baca Juga  Istri Pejabat alias Ibu-ibu PKK 'Jalan-jalan' ke Lombok, Kasus Mengendap di Kejari Tobasa ?

“Ini terus bermimikri, bermetamorfosa,” kata dia. “Sekarang namanya Front Persatuan Islam,” sambungnya.

Dia menyatakan metamorfosa macam ini seakan-akan menantang pemerintah, yang sebelumnya
Selain kedua soal itu, Hendropriyono juga meramalkan isu Papua dan intervensi luar negeri, berkaitan dengan bisnis, akan menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Dia menuturkan pelbagai tantangan itu akan merebak pada tahun ini.
(CNN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Shinta Bachir Dilamar Anggota DPRD

Opini

Sebut Hibah Akidi Tio Tak Ada Unsur Pidana, Pakar Minta Polisi Tidak Cari Pasal

Opini

Buya Syafii Maarif: Mendewa-dewakan Keturunan Nabi Adalah Perbudakan Spiritual

Arsip

Dalam 6 Bulan, Uber Telan Kerugian Rp 16,7 Triliun

Berita

Dishub DKI Minta Aplikasi Ojek Online Dimatikan di Area Tertentu

Opini

FKDT Sambut Gembira Penunjukan Gus Yaqut Menjadi Menteri Agama

Opini

Punya Tabungan 400 M Nenek Ini Ditolak Teller Saat Mau Ambil 1 Juta Saja, Begini Katanya

Opini

ACTA nilai alasan reklamasi sangat konyol dan berbau SARA.