Viewer: 784
0 0

Home / Ekonomi

Senin, 4 Januari 2021 - 17:52 WIB

Fintech Jack Ma Dijegal, China Banyak Belajar dari Raksasa Amerika

Viewer: 785
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Kompasnasional l Miliarder Jack Ma, melalu perusahaannya Ant Group telah dijegal untuk meraksasa. Sebagaimana diketahui, IPO perusahaannya Ant Financial, fintech milik Jack Ma telah dihentikan.

Hal ini karena pemerintah China dinilai tak ingin perusahaan teknologi di negaranya menjadi sangat meraksasa seperti di Amerika Serikat (AS).

Beberapa waktu lalu, Jack Ma bahkan mengkritik terang-terangan regulasi keuangan China hingga membuat pemerintah China bertindak. Alhasil, berbagai regulasi baru pun diterapkan, bahkan China mengeluarkan mata uang digital yuan.

Dilansir dari Asia Times di Jakarta, Jumat (11/12/2020) China telah menyadari bahwa upaya memperlonggar regulasi dan membiarkan kompetisi tanpa banyaknya aturan akan membuat raksasa teknologi tersebut terlalu berkuasa hingga mendominasi. Mereka tak ingin terjebak seperti Amerika.

Baca Juga  Awal Pekan, Harga Emas Dibuka Melemah Rp 1.000 per Gram

25 tahun yang lalu, perusahaan teknologi Amerika mengambil risiko dan merusak model bisnis yang sudah ada.

Saat ini, mereka adalah layanan publik yang baru, meraih pendapatan dari monopoli mereka dengan mengontrol pasar.

China ingin menghindari jebakan Amerika,” ujar pakar ekonomi David Goldman.

Seperti Apple di Amerika, Apple sangat kaya dengan uang tunai bahkan telah membeli kembali USD327 miliar sahamnya sejak tahun 2012. Itulah mengapa harga sahamnya naik 82% dalam enam tahun terakhir meskipun pendapatan operasinya hampir tidak berubah.

Baca Juga  Ikan Arwana Senilai Rp 1,9 Miliar Gagal Diselundupkan

Lalu, Facebook, Google ataupun Amazon begitu menguasai pasar di AS. Bahkan, 70 persen dari semua pendapatan iklan digital, masuk ke Facebook dan Google, yang melumpuhkan media independen Amerika untuk mendapatkan pendapatan iklan.

Alhasil, kini Facebook dan Google telah digugat oleh regulator karena dianggap menyalahgunakan posisi dominan untuk menekan para kompetitor yang lebih kecil.

Perusahaan teknologi China pun sudah sangat powerful. Alibaba dan JD.com menguasai 75% e-commerce. WeChat milik Tencent menangani 60% dari seluruh pembayaran di China,” ucap Jean Dominique Seval, direktur Soon Consulting. (WE/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kecuali Premium, Harga BBM Turun Mulai Malam Nanti

Berita

Anies: Jangan Berimajinasi Becak Ada di Jalan Utama Jakarta

Arsip

Strategi Arab Saudi Bangun Usai Dihantam Harga Minyak

Arsip

Subsudi Solar Dipotong, Bagaimana dengan Harga Jualnya?

Arsip

Warga Desa Bukit Meriah Minta Kasus Dana Desa TA 2015 Diusut

Arsip

Dana BOS Diminta Diusut Kepsek Sering Tinggalkan Tugas

Ekonomi

Bos Arisan Lebaran Tipu Ratusan Ibu-ibu hingga Rp1 Miliar, Dipakai Bangun Rumah

Arsip

Deklarasi Harta Tax Amnesty Rp 4.000 T, Bukti Rakyat Tak Taat Pajak