Viewer: 669
0 0

Home / Kesehatan

Sabtu, 2 Januari 2021 - 22:31 WIB

Dekan FEM IPB: Daun kelor khasiatnya lebih baik dari jeruk dan wortel

Viewer: 670
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 46 Detik

Kompasnasional l Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogir (IPB) Yusman Syaufakat mengatakan, daun kelor memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan. Bahkan, vitamin C di daun kelor tujuh kali lebih banyak dari jeruk.

Menurut Yusman, kandungan vitamin A di daun kelor lebih banyak dari wortel. Kadar kalsiumnya juga empat kali lebih banyak dari susu.

“Kaliumnya juga tiga kali lebih banyak dari pisang dan kandungan protein dua kali lebih banyak dari telur,” ungkap Yusman seperti dilansir dari laman IPB, Sabtu (2/1).

Ketua Dewan Guru Besar IPB, Evy Damayanthi memiliki pandangan yang sama. Dia mengaku kandungan gizi daun kelor tidak terbantahkan lagi.

Daun kelor bahkan banyak digunakan dalam program-program pengentasan masalah gizi. Daun kelor juga sudah sangat akrab dengan masyarakat Indonesia.

Baca Juga  Dinkes Asahan Lakukan Penyemprotan IRS 7 Ribu Rumah

Namun masih banyak masyarakat yang belum tertarik untuk membudidayakan tanaman yang kaya manfaat tersebut. “Di Nusa Tenggara Timur (NTT) setiap rumah sudah harus menanam paling tidak lima pohon kelor. Jadi saya senang membuat program pendampingan budidaya kelor dari hulu ke hilir,” jelas Evy.
Dosen dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB, Hamim juga menyampaikan, daun kelor dari sisi ketahanan merupakan jenis tanaman yang mudah dibudidayakan.

Walaupun demikian, proses budidaya dengan penerapan pertanian monokultur, risiko serangan hama menjadi hal yang cukup tinggi probabilitasnya. “Meski begitu, saya yakin para pakar di IPB pasti sudah melakukan kajian-kajian terkait dan pastinya sudah ada alternatif strategi pengendalian hama,” terang Hamim.

Ada 10.000 unit usaha daun kelor
Dari kalangan industri, yakni CEO PT Moringa Organik Indonesia (MOI), Budi Krisnadi menyebutkan, sudah ada 10.000 unit usaha daun kelor dari Aceh hingga Papua. Tapi, mayoritasnya usaha kecil.

Baca Juga  LIPI Uji Klinis Herbal untuk Pasien Corona

Budi menegaskan, titik susah dalam mengelola daun kelor adalah saat proses perontokan lembaran daun dan tangkainya. Apabila bagian tangkai terbawa ke dalam proses produksi, maka akan menurunkan kandungan dari daun kelor.

Sebab, bagian tersebut terdapat anti nutrien. “Proses rorot (perontokan lembaran daun) bisa dilakukan di rumah dengan mesin kecil. Ini menjadi potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” sebut Budi.

Budi menambahkan, perusahaannya terbuka bila ada unit usaha yang ingin belajar pengolahan daun kelor. Langkah ini merupakan bentuk dukungan untuk pengembangan daun kelor.(KCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Racun Kalajengking yang Disebut Bernilai Miliaran oleh Jokowi

Kesehatan

SE Kemenhub Keluar, Ojol Wajib Pakai Sekat Saat Bawa Penumpang

Berita

Tertawakan Diri Sendiri Ternyata Baik untuk Kesehatan Mental
Foto Ilustrasi Vaksin Covid - 19

Berita

Lokasi Vaksinasi COVID-19 di Medan Hari ini, Cek di Sini

Kesehatan

27 Warga Cipayung Jaktim Positif, Diduga Sepelekan Corona

Kesehatan

Puluhan Warga Sorong Tolak Rapid Test , Puskesmas : Mereka Masuk Klaster Gowa

Kesehatan

Organ Tubuh yang Belum Pulih Meski Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh
43 Jenis Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya-kompasnasional

Arsip

43 Jenis Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya