Viewer: 630
0 0

Home / Ekonomi

Senin, 28 Desember 2020 - 20:17 WIB

Pemprov DKI Kemungkinan Tarik Rem Darurat Lagi, Pengusaha: Sudah 10 Bulan Kami Terpuruk

Viewer: 631
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 22 Detik

Kompasnasional l Ketua DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, kemungkinan kebijakan rem darurat yang diwacanakan Pemprov DKI Jakarta bisa membuat pengusaha frustrasi.

Sarman meminta Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan kebijakan rem darurat agar tidak membebani pelaku usaha.

“Karena sudah 10 bulan dunia usaha tertekan dan terpuruk, nyaris frustrasi,” ucap Sarman dalam pesan teks, Senin (28/12/2020).

Dia menilai, kemungkinan rem darurat untuk wilayah DKI Jakarta merupakan sinyal kurang baik untuk dunia usaha.

Apabila Pemprov DKI kembali memperketat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan menarik emergency break, para pengusaha merasa khawatir.

Baca Juga  Grab Didenda Rp30 Miliar, Hotman Paris Angkat Suara

Dia menilai, penerapan kebijakan tersebut akan membuat aktivitas ekonomi semakin terbatas dan stagnan.

Sebab, dengan kebijakan rem darurat tersebut, penerapan pembatasan jam operasional dan pembatasan ruang gerak masyarakat akan terjadi lagi.

Dan secara psikologis akan menurunkan rasa optimisme di kalangan pelaku usaha,” ucap Sarman.

Dengan kebijakan rem darurat tersebut, pembatasan jam operasional dan ruang gerak masyarakat akan terjadi lagi.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, ada kemungkinan kebijakan rem darurat ditarik kembali apabila kasus Covid-19 di DKI Jakarta terus meningkat.

“Kami akan lihat nanti dalam beberapa hari ke depan, setelah tanggal 3 (Januari 2021) nanti apakah dimungkinkan, nanti Pak Gubernur akan meminta kepada jajaran apakah dimungkinkan ada emergency break (rem darurat),” ucap Ariza dalam keterangan suara, Minggu.

Baca Juga  Ahok Gagal Paham Soal Tax Amnesty

Ariza mengatakan, keputusan tersebut nantinya akan diambil sesuai dengan fakta dan data yang ada terkait wabah Covid-19 di Jakarta.

Dia tidak bisa memastikan apakah rem darurat benar-benar akan diambil karena data terkait penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta cukup dinamis.

“Memang ini sangat dinamis sekali, terkait untuk data dan fakta,” ucap Ariza. (K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Penjualan Komputer & Printer Merosot, HP Inc Pecat 4.000 Karyawan

Arsip

India Dinobatkan Negara Dengan Biaya Hidup Termurah Sedunia

Berita

Mentan Mau Bagikan 10 Juta Ekor Ayam Petelur ke Masyarakat Miskin

Arsip

ADD Digunakan Bangun Irigasi
Denda 5 Persen Bagi Pengusaha Yang Terlambat Bayar THR Pekerja

Berita

Denda 5 Persen Bagi Pengusaha Yang Terlambat Bayar THR Pekerja

Berita

PUK F SPTI-KSPSI Pondok Batu Tapteng Terbentuk

Ekonomi

Bukan Izin, KPPU Sebut Ada Pelanggaran Pada Pengiriman Benih Lobster

Berita

Harga Batu Bara Naik, Tarif Listrik Pelanggan Non Subsidi Naik