Viewer: 638
0 0

Home / Nasional

Minggu, 27 Desember 2020 - 14:33 WIB

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Minta Semua Pihak Hentikan Perdebatan Ideologi

Viewer: 639
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 32 Detik

Kompasnasional l Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto meminta seluruh pihak untuk menghentikan perbedaan ideologi bangsa.

Cak Nanto, sapaan akrab Sunanto, juga meminta seluruh pihak mengehentikan terus berbicara perbedaan-perbedaan antara sesama anak bangsa.

“Umur kita (Indonesia) sudah 75 Tahun seharusnya sudah selesai. Tetapi kita masih berbicara perbedaan ideologi tentang bangsa. Kita masih berbicara perbedaan-perbedaan yang seharusnya kita sudah berbicara tentang bagaimana membangun bangsa yang sejahtera sejuk,” kata Cak Nanto dalam acara Webinar Silahturahmi Nasional Lintas Agama, Minggu (27/12/2020).

Menurutnya, Pancasila merupakan kesepakatan final yang telah diambil oleh para pendiri bangsa. Setelah puluhan tahun tanah air merdeka, seharusnya persoalan ini tidak boleh terus menjadi perdebatan.

Baca Juga  Satu Kompi Kopassus Selamatkan Satu Batalyon TNI Dari Sergapan Musuh

Baca juga: Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Gelar Bedah Musik Kebangsaan Dihadiri Beberapa Musisi

“Di konsep Muhammadiyah ada dikenal yaitu Pancasila dan negara itu sudah kesepakatan final. Tinggal bagaimana kita berjanji untuk membangun bangsa kita. Jadi tidak ada lagi pembicara-pembicara dan perbedaan yang seharusnya kita sudah selesai. Kita sudah berkorban untuk itu, maka kita harus menghargai pengorbanan yang sangat luar biasa. Kalau nggak tidak mungkin bisa menjadi bangsa yang aman dan luas seperti ini,” jelasnya.

Namun demikian, Cak Nanto juga mengingatkan kepada seluruh pejabat negara untuk tetap bersikap negarawan. Tidak boleh kepentingan institusi atau pribadi di atas kepentingan rakyat Indonesia.

Baca Juga  DPC SBSI 1992 Kota Tangerang Sesalkan Ketidakhadiran PT TIFICO Fiber Indonesia tbk

“Jadilah pejabat yang negarawan, jadilah rakyat yang negarawan yang memungkinkan dirinya untuk semua golongan tidak hanya satu golongan. Tidak hanya kepentingan institusi saja tetapi untuk kepentingan keamanan dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia meminta aparat keamanan TNI-Polri yang berada di garda terdepan juga untuk mengayomi seluruh masyarakat.

“Jadi mohon maaf kepolisian TNI-Polri berada di di Garda terdepan untuk mengayomi semuanya dan tidak hanya bertugas mengayomi tetapi juga bagaimana menciptakan bangsa ini bangkit dari keadaan itu kalau tugasmu mengayomi. Kalau membantu kami masyarakat sipil untuk bangkit saya kira perlu kolaborasi kebangsaan,” pungkasnya. (TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Gatot Brajamusti Ngaku Diancam sebelum Ditangkap Polisi

Berita

KPK Periksa 5 Politikus untuk Dalami Kasus E-KTP

Nasional

Pengakuan Guru Besar FKUI soal Nakes Pada Luhut: Kami Minta Tolong Pak

Berita

Surati Penyidik Ada Urusan Lain, Sandiaga Uno Batal Diperiksa Polisi Hari Ini
Foto Istimewa

Berita

Isi Rekening Brigadir J Nyaris 100 Triliun, PPATK-BNI Beri Penjelasan

Arsip

Kebenaran Kritik SBY dan Kontroversi Dana Haji
Foto Pelaku pembunuhan anak kandung sendiri beserta istri

Berita

Sadis Berujung Tangis dari Rizky si Raja Tega Bunuh Anak Sendiri

Berita

Fahri Hamzah desak pengesahan Provinsi Pulau Sumbawa