Home / Berita / Ekonomi / Nasional / Politik

Sabtu, 26 November 2022 - 09:40 WIB

Isi Rekening Brigadir J Nyaris 100 Triliun, PPATK-BNI Beri Penjelasan

Viewer: 4330
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 51 Detik

Jakarta, Jejaknasional.com – Nominal mencapai Rp 99,99 triliun alias nyaris Rp 100 triliun, dengan jenis transaksi debet, muncul di dokumen berita acara penghentian sementara transaksi pada rekening Brigadir J. Dokumen yang beredar luas itu pun membuat heboh.
Terkait hal itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pun memberikan penjelasan. Awalnya PPATK mengatakan telah membekukan sementara rekening tersebut.

Pembekuan itu dilakukan terkait adanya transaksi dicurigai merupakan hasil tindak pidana terkait kasus pembunuhan Brigadir J itu sendiri. PPATK yang meminta penghentian sementara transaksi atas pendebetan atau penarikan terhadap rekening Brigadir Yosua (NY) pada 18 Agustus 2022 kepada penyedia jasa keuangan.

Kemudian, PPATK meminta penyedia jasa keuangan menyampaikan berita acara penghentian sementara transaksi kepada nasabah penyedia jasa keuangan paling lambat 1 hari kerja setelah pelaksanaan penghentian sementara transaksi.

Baca Juga  Pura-pura Pipis di Flyover UI, Jurus 4 Anak Lolos saat Dibawa Penculik

Dijelaskan, nominal yang tercantum bukanlah nilai saldo atau nilai transaksi melainkan nilai maksimum yang bisa diblokir oleh pihak penyedia jasa keuangan dalam hal ini Bank BNI.

“Dalam proses penghentian sementara transaksi, nilai nominal tertinggi pembekuan yang bisa dilakukan oleh pihak bank terhadap rekening yang dibekukan, tidak dapat ditafsirkan sebagai nilai saldo dalam rekening tersebut,” tulis PPATK dilansir dari detikFinance, Jumat (25/11/2022).

Hal senada disampaikan Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo. Dia ikut meluruskan informasi yang beredar terkait rekening Brigadir Yosua atau Brigadir J.

“Dokumen tersebut merupakan dokumen berita acara penghentian sementara transaksi bank yang harus dibuat sesuai dengan yang disyaratkan maupun dalam format berdasarkan Peraturan PPATK No. 18 Tahun 2017,” ujar Okki, dalam keterangan.

Okki juga menjelaskan, penyebutan nilai nominal dalam format berita acara tersebut merupakan nilai pemblokiran atau penghentian sementara transaksi dengan nominal angka maksimum. Dengan kata lain, nominal tersebut bukanlah transaksi maupun saldo rekening Brigadir Yoshua.

Baca Juga  Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bocah 10 Tahun di Manado

“Oleh karena itu perlu kami luruskan dan tegaskan disini bahwa nilai nominal dalam dokumen berita acara tersebut bukanlah nominal transaksi ataupun saldo rekening nasabah, sebagaimana dibahas dalam kanal youtube tersebut,” terang Okki saat dikonfirmasi.

Kemudian, menyangkut besaran angka yang nyaris menyentuh Rp 100 triliun itu, Okki mengatakan, nominal tersebut dibentuk berdasarkan sistem.

“Itu nominal angka maksimum transaksi di sistem,” katanya, kepada detikcom.

Dia menyatakan, angka tersebut sudah menjadi standar yang sama sebagai angka pemblokiran maksimal. Dengan demikian, tidak terkhusus pada kasus Brigadir Yosua.

“Standar sama untuk melakukan blokir maksimal,” lanjut Okki.

(Hen/Dtk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pangdam XII/Tpr dan Forkopimda Hadiri Vaksinasi Massal oleh BEM di Kalbar

Berita

Sambut Perayaan Tahun Baru Imlek, Kapolda Kalbar Bagikan 400 Paket Sembako

Berita

Masih Terapkan Kriteria Umur di PPDB 2021, DKI Dianggap Langgar Prinsip Keadilan

Berita

Teladan Tak Lolos Verifikasi, Ini Kata Walikota Medan

Berita

Wagub DKI Jakarta Positip Covid 19

Headline News

Pabrik Mesin di China Meledak, 2 Orang Tewas dan 24 Luka-Luka

Berita

Dukungan Psikososial Tumbuhkan Semangat Anak Terdampak Pandemi

Berita

KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN, BESOK, DIKUNJUNGI PRESIDEN RI JOKO WIDODO,