Home / Arsip / Arsip 2016 / Nasional / Reviews

Sabtu, 16 April 2016 - 13:41 WIB

Satu Kompi Kopassus Selamatkan Satu Batalyon TNI Dari Sergapan Musuh

Viewer: 1064
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 40 Detik

Dalam sehari, Kota Dili berhasil direbut. Menghadapi pasukan yang lebih kuat, tentara Fretilin dan Tropaz memilih mundur dari kota dan berlari ke dalam hutan. Informasi intelijen memperkirakan musuh bergerak menuju Kota Aileu.

Pasukan segera diperintahkan untuk mengejar. Dari sejumlah pasukan, hanya Kompi A Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang masih segar bugar.

Pertempuran itu dilukiskan dalam buku biografi ‘Letjen (Purn) Soegito: Bakti Seorang Prajurit Stoottroepen’, yang ditulis Beny Adrian. Cetakan pertama tahun 2015, yang diterbitkan PT Gramedia, Jakarta.

Kompi A dipimpin Lettu Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut seharusnya ikut bersama rekan-rekannya terjun ke pusat Kota Dili. Namun, pesawatnya terkena tembakan dan harus berputar balik ke Kupang.

Operasi Seroja 2015 buku hari “h”: 7 desember 1975

Begitu Luhut bisa mendarat di Timor Timur, Letkol Soegito langsung mempercayakan Luhut dan anak buahnya memberi perlindungan bagi pasukan TNI yang terjebak.

Baca Juga  Jokowi Harus Tiru Presiden Filipina Bongkar Pejabat Beking Narkoba

Di tengah perjalanan, tepatnya menuju Kampung Moliana. Yonif 405 yang berada di barisan paling depan disergap musuh. Sergapan sempat berhasil diatasi oleh Kompi B pimpinan Capa Martadi. Tak lama, Kompi A datang membantu, Kompi B segera digeser untuk melindungi sisi kiri.

Sergapan yang dilakukan musuh membuat gerakan pasukan terhambat. Luhut segera menyusun strategi, dia segera menggempur posisi musuh di malah hari. Dengan gerakan perlahan, kadang-kadang merayap, mereka berhasil menemukan lokasi persembunyian musuh.

Jelang pagi, tembakan dimulai, roket berterbangan dan membuyarkan konsentrasi musuh dan memilih mundur. Berkat serangan mendadak itu, pasukan TNI dari Yonif 405 kembali bergerak maju.

Baca Juga  Jessica Didatangi Krishna Murti di Sel, Disuruh Mengaku Bunuh Mirna

Operasi Seroja 2015 buku hari “h”: 7 desember 1975

Setelah sampai di Aileu, komposisi pasukan diubah. Kapten Bambang Mulyanto ditunjuk sebagai pemimpin, sedangkan Martadi diperintahkan kembali ke Dili. Di bawah kepemimpinan Bambang, kompinya banyak terlibat pertempuran, kebanyakan akibat disergap musuh.

Komandan Brigade Letkol Atmanto meminta bantuan Kopassus untuk membantu. Setelah sampai di lokasi penyergapan, Bambang langsung membaca situasi. Setelah strategi tersusun rapi, dia bersama anak buahnya langsung memburu musuh di ketinggian, hingga berhasil dipukul mundur.

Begitulah tugas Kompi B selama di Aileu. Penugasan yang sama terus mereka terima, hingga akhirnya ditarik ke Dili dan dikembalikan ke markas (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

KPK Janji Akan Bongkar Kasus Besar dalam Waktu Dekat

Berita

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Ruas Depok-Antasari

Arsip

Warna Rambut Sama, Dara The Virgin dan Agnez Mo Kembar?

Arsip

Predator Seks Penghina Jokowi Ditangkap di Puncak Bogor

Arsip

Ini Milisi Filipina yang Bantu RI Bebaskan Sandera dari Abu Sayyaf

Arsip

Tugas Ketua BPG Berubah Fungsi
LBH Medan Terima 4 Pengaduan,Soal THR Yang Tidak Di Keluarkan Perusahaan-kompasnasional

Arsip

LBH Medan Terima 4 Pengaduan,Soal THR Yang Tidak Di Keluarkan Perusahaan

Berita

Seorang Pemuda Nekat Bongkar Rumah, Gondol Emas dan Uang Jutaan hanya untuk foya-foya