Viewer: 865
0 0

Home / Ekonomi

Sabtu, 19 Desember 2020 - 21:12 WIB

Berusia 44 tahun, inilah profil orang terkaya termuda Indonesia 2020 versi Forbes

Viewer: 866
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

Kompasnasional l Forbes kembali merilis daftar 50 orang terkaya Indonesia pada 2020. Dari daftar tersebut, terdapat nama Ciliandra Fangiono, berusia 44 tahun yang menjadi orang kaya termuda di Indonesia dalam Forbes Indonesias 50 Richest.

Ciliandra menjadi orang terkaya ke-30 di Indonesia dengan total kekayaan US$ 1,05 miliar atau sekitar Rp 14,8 triliun (kurs Rp14.100). Namun, total kekayaannya merosot dibandingkan tahun lalu senilai US$ 1,37 miliar atau sekitar Rp 19,3 triliun.

Lantas, dari mana sumber kekayaan Ciliandra Fangiono?

Pengusaha kelapa sawit
Dikutip dari Forbes, Ciliandra Fangiono menjabat sebagai CEO First Resources, sebuah perusahaan minyak sawit terdaftar di Singapura dengan perkebunan di seluruh Indonesia.

Baca Juga  Aturan Disahkan Sri Mulyani, Harga Rokok Resmi Naik 1 Januari 2017

Dia merupakan generasi kedua yang mewarisi perusahaan sawit dari ayahnya, Martias. Keluarganya memiliki saham mayoritas di perusahaan tersebut, yang dirintis oleh ayahnya, Martias lebih dari dua dekade lalu.

Sebelum bergabung dengan bisnis keluarga, Ciliandra bekerja di divisi perbankan investasi Merrill Lynch di Singapura. Dia adalah seorang Senior Scholar di bidang Ekonomi dan dianugerahi PriceWaterhouse Book Prize di Universitas Cambridge.

Dirangkum dari laman resminya, First Resources didirikan pada tahun 1992 dan terdaftar di Bursa Singapura sejak 2007.

First Resources adalah salah satu produsen minyak sawit terkemuka di Asia Tenggara , yang mengelola lebih dari 200.000 hektar perkebunan kelapa sawit di provinsi Riau, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat di Indonesia.

Baca Juga  PT Lanny Inabua Ekspor Perdana Kayu Merbau Olahan Di Kampung Harapan Sentani Papua

Kegiatan bisnis inti perusahaan meliputi budidaya kelapa sawit, memanen tandan buah segar (TBS) dan mengolahnya menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (PK).

Selain perkebunan dan pabrik kelapa sawit, First Resources melalui pabrik penyulingan, fraksionasi, biodiesel dan penghancur inti, memproses produksi CPO dan PK menjadi produk berbasis kelapa sawit yang bernilai lebih tinggi.

Di antaranya adalah biodiesel, refined, bleached and deodorized (RBD) olein dan RBD stearin, minyak inti sawit, dan pengekspor inti sawit. Produk perusahaan selama ini dijual ke pasar lokal dan internasional. (KCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Berita

Setelah Sopir Truk, Kini Jokowi Terima Perwakilan Nelayan di Istana Negara

Berita

Jokowi Tekankan Freeport Harus Serahkan Saham Minimal 51 Persen

Ekonomi

Maybank Siap Ganti Duit Winda, Hotman: Rp 22 M Uang Kecil!

Arsip

Maret 2016, Nilai Impor Indonesia Tembus USD 11,29 Miliar

Arsip

Diperiksa Kasus Suap Raperda Zonasi, Aguan Naik Alphard Putih ke KPK

Berita

Peringatan HUT Sumut Ke-70,Tengku Erry Nuradi Sampaikan Pembangunan Sumut Terapkan Sistem Elektronik
LBH Medan Terima 4 Pengaduan,Soal THR Yang Tidak Di Keluarkan Perusahaan-kompasnasional

Arsip

LBH Medan Terima 4 Pengaduan,Soal THR Yang Tidak Di Keluarkan Perusahaan