Viewer: 643
0 0

Home / Ekonomi

Sabtu, 5 Desember 2020 - 15:10 WIB

Jepang Siapkan Rp57 Triliun untuk SWF Indonesia, 2 Kali Lebih Besar dari Investasi AS!

Viewer: 644
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Kompasnasional l Jepang menyatakan siap berinvestasi hingga Rp57 triliun untuk pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B. Pandjaitan di sela-sela kunjungannya ke Jepang bersama Menteri BUMN Erick Thohir. Komitmen tersebut diberikan oleh Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Maeda Tadashi.

“JBIC siap mendukung pendanaan SWF Indonesia sebesar US$4 miliar [Rp57 triliun], dua kali lipat lebih besar dari yang disampaikan the US International Development Finance Corporation (DFC), lembaga pembiayaan asal Amerika Serikat (AS),” sebut Luhut dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga  Sanksi Tegas! Berani Jual Gula di Atas Rp 12.500/Kg Siap-siap Disambangi Polisi

Pertemuan dengan Gubernur JBIC digelar di Tokyo, Jepang, Jumat (4/12). Pertemuan itu turut dihadiri oleh Erick, Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi, serta tidak kurang dari 20 investor potensial dari Negeri Sakura, yang bergerak di bidang finansial dan energi.

Pertemuan antara Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B. Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir dengan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Maeda Tadashi di Tokyo, Jepang, Jumat (4/12/2020)./Istimewa

“JBIC akan menjadi salah satu lembaga keuangan yang berpartisipasi dalam master fund SWF Indonesia yang disebut Nusantara Investment Authority (NIA). Dukungan dari JBIC dan Pemerintah Jepang tentunya akan memperkuat ikatan kerja sama strategis Indonesia-Jepang, dan makin menarik sektor swasta Jepang lainnya berinvestasi di Indonesia,” ungkap Heri.

Baca Juga  Gubsu Edy Copot Dirut Bank Sumut

Komitmen yang disampaikan oleh Gubernur JBIC tersebut akan segera ditindaklanjuti di tingkat teknis. Investasi tersebut diharapkan dapat mulai masuk ke Indonesia pada kuartal I/2021.

“Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur SWF Indonesia akan selesai pada pertengahan Desember ini dan tentunya PP tersebut tentunya akan makin mempercepat pembentukan lembaga dana abadi Indonesia,” tambah Erick. (BC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Masyarakat NTT Sudah Berani Bermain Saham, Transaksi Saham Tembus Rp 195 Miliar, Wow!

Asahan

Lions Club Golden Estate Diserbu 600an Masyarakat Kurang Mampu

Arsip

Harga Rkok Naik, Edies Adelia Minta Para Pria Agar Tidak Heboh

Berita

Rancangan Perda Larangan Penggusuran Rumah Penduduk tanpa Penyediaan Rumah Pengganti

Arsip

Maret 2017, Beli Gas Elpiji 3 Kg Bersubsidi Harus Pakai Kartu Sejahtera Kemensos

Berita

Pro Kontra Penenggelaman Kapal di Tataran Elite Pemerintahan
Pertumbuhan Ekonomi Tetap, Defisit Anggaran Melebar-Detikasia

Arsip

Pertumbuhan Ekonomi Tetap, Defisit Anggaran Melebar

Arsip

Polemik di balik larangan dan pembatasan impor bahan baku