Viewer: 653
0 0

Home / Gaya Hidup

Selasa, 24 November 2020 - 14:56 WIB

Anies Posting Buku ‘How Democracies Die’, Ketua KPK: Sudah Lama Saya Baca!

Viewer: 654
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

Kompasnasional l Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri turut mengomentari postingan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat membaca buku ‘How Democracies Die’. Anies memposting fotonya saat membaca buku ‘How Democracies Die’ melalui akun resmi instagram pada Minggu, 22 November 2020.
Menurut Firli, buku ‘How Democracies Die’ yang dibaca Anies Baswedan dan kemudian diposting di halaman instagramnya, adalah buku lama. Firli mengklaim, dirinya sudah lama membaca buku tersebut, jauh sebelum Anies Baswedan. Kemarin saya lihat ada di media, Pak Anies membaca ‘How Democracies Die’. Sebelum itu ada bukunya ‘Why Nations Fail’, itu sudah lama saya baca pak, tahun 2002 saya sudah baca buku itu,” ujar Firli saat memberikan sambutan dalam kegiatan serah terima barang rampasan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (24/11/2020).

Baca Juga  UPDATE Corona 21 Juni, Tambahan Kasus Baru Tertinggi Kembali Terjadi di DKI Jakarta

“Kalau ada yang baru baca sekarang, kayak baru bahwa ya itu udah lama. Nah makanya banyak yang mengkritisi. Udah lama buku itu pak,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan isi dalam buku ‘How Democracies Die’ tersebut. Salah satunya isi dalam buku tersebut, kata Firli, kegagalan negara dalam mencapai tujuannya adalah karena maraknya tindak pidana korupsi.

“Disitu (buku How Democracies Die) dikatakan salah satunya negara banyak gagal menuju tujuannya karena korupsi,” ungkap Firli.

Baca Juga  Kisah Orang Rimba Ditolak Bank hingga Terpaksa Simpan Uang Rp 1,5 Miliar Dalam Tanah di Hutan

“Karena korupsi tidak hanya sekadar kejahatan merugikan keuangan negara, tidak hanya kejahatan sekedar merugikan perekonomian negara, tetapi korupsi adalah kejahatan yang merasuk ke seluruh sendi-sendi kehidupan,” sambungnya

Firli tak memungkiri, perilaku korupsi dapat merusak seluruh sendi kehidupan. Dia menyebut, penanganan korupsi dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, melakukan penyelamatan keuangan dan negara.

Kemudian yang kedua, menjamin tersampaikannya hak-hak politik dan sosial. Terakhir atau yang ketiga, ujar Firli, menjamin keselamatan bangsa dan warga negara. “Tiga hal itu yang harus kita pahami Kenapa kita harus melakukan pemberantasan korupsi,” pungkasnya. Bu (OZ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

Manusia Rp 2.400 Triliun Tinggal di Rumah Kontrakan Petak

Asahan

MELAWAN PENYAKIT BOCOR GINJAL BERSAMA LIONS CLUB M GOLDEN ESTATE

Gaya Hidup

Cek Fakta: Tidak Terbukti Susu Beruang Bisa Menangkal Covid-19

Gaya Hidup

Viral Foto ASN Berbaju Korpri Panjang, Politisi PDI Perjuangan Buka Suara

Berita

Tiga Lokasi Favorit Berkemah untuk di Kawasan Sibolangit

Berita

Tol Penghubung Tanjung Morawa-Kualanamu Diresmikan, Tarif Masih Gratis

Gaya Hidup

Gempar, Mantan Atlet Bongkar Tradisi Pesta Seks di Kampung Olimpiade

Gaya Hidup

CFD di DKI Akhirnya Kembali Digelar Jelang New Normal, Tapi Hanya Boleh Adakan Ini