Viewer: 602
0 0

Home / Ekonomi

Jumat, 23 Oktober 2020 - 09:38 WIB

Agar Tetap Cuan, Begini Strategi Investasi untuk Tahun 2021

Viewer: 603
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

Kompasnasional | Kondisi pandemi Covid-19 hingga kini belum usai, padahal tidak lama lagi akan tutup tahun 2020 dan memasuki tahun 2021.

Lalu, bagaimana strategi investasi di tahun 2021 yang penuh dengan ketidakpastian ?

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso mengatakan ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh para investor agar investasi dengan harapan imbal hasil tidak surut lantaran ketidakpahaman investor akan strategi yang tepat.

“ Strategi investasi untuk tahun 2021 tetap pilih perusahaan yang baik, yang earningnya positif dan tetap bisa menghasilkan keuntungan,” kata Aria dalam Capital Market Summit & Expo, Kamis (22/10/2020).

Aria mengatakan, investor juga harus memahami andai kata perusahaan go public yang mengalami perlambatan dalam kinerjanya.

Baca Juga  Jepang Siapkan Rp57 Triliun untuk SWF Indonesia, 2 Kali Lebih Besar dari Investasi AS!

Strategi perusahaan untuk mempertahankan eksistensi bisnis perlu menjadi pertimbangan investor.Dia bilang, penyesuaian strategi secara efisien pada perusahaan guna mempertahankan kriteria pendapatan tetap positif cukup penting bagi investor. Dengan begitu fundamental perusahaan teruji dalam kondisi-kondisi yang bergejolak.

“Andaikan memang perusahaan mengalami perlambatan, kita bisa melihat bagaimana manajemen bisa menguasainya dengan baik. Kalaupun terjadi penurunan, tentunya penurunan tidak telalu dalam,” jelas dia.

Aria juga menyarankan, investor untuk mencari perusahaan yang masih memiliki pertumbuhan dalam kinerjanya, seperti laba korporasi yang positif, dan supply demand yang seimbang.

“Kita melihat masih ada bebeapa emiten yang bisa memertahankan pertumbuhan. Paling tidak jika ada perlambatan, perlambatan tidak terdalu dalam,” jelas dia.

Baca Juga  Pasukan Filipina Kalah Tempur, Padahal Sudah Dibantu AS Rp 5 Triliun

Lalu, hal terpenting yang menjadi pertanyaan adalah, kapan investor harus mulai membeli saham? Anda tentunya harus mengingat, ketika kondisi-kondisi tidak terduga yang berdampak pada valuasi saham yang mengalami penurunan, hal ini justru bisa dimanfaatkan untuk potensi cuan yang lebih tinggi.

“Pelemahan-pelemahan harga itu, ketepanan dimana kita bisa beli. Kondisi seperti ini adalah kondisi sangat bagus ketika kita bisa memilih sahamyang sangat murah. Saat ada pelemahan, kekhawatiran , itu adalah kesempatan kita untuk akumulasi beli perusahaan yang bagus,” ujar dia.

Kemudian, Aria mengingatkan agar investor tetap membagi risiko investasi dengan diversifikasi. Dengan melakukan diversifikasi, maka akan meminimalisir risiko kerugian investor.
(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Anak Usaha PGN Operasikan Pembangkit Listrik di Tanjung Balai Karimun

Arsip

Maret 2016, Nilai Impor Indonesia Tembus USD 11,29 Miliar

Ekonomi

Lembaga Perlindungan Anak Sumut Sayangkan Pembiaran Pelajar Menjadi Badut

Berita

Tiga Pilar : Kapolri Harus Tegas Menolak Calon Kabareskrim Titipan Partai Politik, Istana Maupun Pengusaha.

Berita

Penataan Tanah Abang terus diawasi

Arsip

Ada Wacana Pembatasan Produksi, Harga Minyak Dunia Naik
Sebanyak Rp2,14 T Uang Pecahan,Disediakan Jelang Lebaran-kompasnasional

Arsip

Sebanyak Rp2,14 T Uang Pecahan,Disediakan Jelang Lebaran

Ekonomi

Pemulihan Ekonomi RI Diklaim Pakar Sebagai Yang Tercepat Setelah Tiongkok, Kapan?