Viewer: 670
0 0

Home / Kesehatan

Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:21 WIB

Awas, Rumah Makan Jadi Tempat Penularan Covid-19

Viewer: 671
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 45 Detik

Kompasnasional | Rumah makan dan restoran menjadi tempat rawan penularan COVID-19 saat ini. Hal itu disampaikan oleh Pakar kesehatan Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr. Andani Eka Putra.

“Saat ini hampir tidak ada restoran dan rumah makan yang aman. Dalam sebuah tes usap pada salah satu restoran, hampir 30 persen karyawannya terinfeksi,” katanya.

Menurutnya, kerawanan rumah makan diperparah oleh konsumen yang tidak pakai masker di restoran, pelayan juga tidak pakai masker, akhirnya restoran jadi salah satu titik masalah penyebaran COVID-19. Ia mengemukakan cara paling tepat untuk mengatasi penyebaran COVID-19 di rumah makan adalah dengan melakukan pemeriksaan tes usap gratis bagi pengelola dan karyawan restoran.

Andani berharap para pengelola dan karyawan restoran menerapkan protokol COVID-19 yang benar dan semua pelayan wajib pakai masker, jaga jarak dengan pengunjung. Pada sisi lain, ia mengingatkan masyarakat tidak perlu takut dengan COVID-19 namun jangan lalai terhadap protokol kesehatan.

Baca Juga  Siapa Sangka Buah Rambusa Yang Kecil, Mempunyai Kasiat Yang Luar Biasa

“Masyarakat kita cenderung lalai, namun begitu terinfeksi stres minta ampun. Ini yang menyebabkan kematian karena stres berlebihan. Kenapa meninggal? Karena jantung, ginjal, dan gula tidak terkontrol. Ini yang terjadi, sudah mental tidak kuat, lalai pula,” katanya

Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand itu mengingatkan kalau merasa tidak kuat atau takut menghadapi COVID-19 maka jaga diri dan keluarga.

“Pikirkanlah ketika orang tua positif corona dan meninggal, sementara kita tidak bisa ketemu orang tua yang meninggal,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai aktivitas perjalanan dinas, mudik, wisata, dan pesta perkawinan.

Baca Juga  12 Siswa STM yang Akan Demo Omnibus Law Reaktif Corona, Dibawa ke Polda Metro

“Bagi yang melakukan aktivitas perjalanan dinas harus hati-hati. Setiap pulang dinas, bilang kepada suami jangan masuk kamar dulu, tes usap dulu,” katanya.

Begitu pula bagi yang mudik, rentan membawa virus dari luar kota. Berbicara tentang new normal, Andani mengatakan ini adalah sebuah karakter baru, yakni bagaimana melakukan adaptasi terhadap kondisi pandemi.

“Konsep new normal kembali pada kondisi normal, pada kondisi yang ada. Namun bukan kembali kepada kondisi semula. Konkretnya, kondisi adaptif atau penyesuaian terhadap kondisi era pandemi dengan memakai masker , jaga jarak, dan lain sebagainya,” katanya.

Ia mengatakan pandemi ini tidak bisa diselesaikan sendiri, namun hanya bisa diselesaikan dengan keterlibatan semua komponen bangsa.(T/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Apakah Minyak Kedelai Aman untuk Menggoreng Makanan?

Kesehatan

Kekurangan Zat Besi Jadi Ancaman Serius Generasi Emas Indonesia

Kesehatan

Baru Terungkap Ternyata Ini Manfaat Tak Terduga Buah Salak, Mulai dari Meningkatkan Kemampuan Otak Hingga Mencegah Penyakit Mematikan Ini
Sejuta Manfaat Jambu Biji Merah, Baik Untuk Kesehatan dan Ibu Hamil -kompasnasional

Arsip

Sejuta Manfaat Jambu Biji Merah, Baik Untuk Kesehatan dan Ibu Hamil

Kesehatan

Dirut RS Ummi Dipolisikan, FPI : Dokter dan RS Bekerja Sesuai UU

Kesehatan

Pakar IPB: Minum Air Putih Ternyata Dapat 5 Manfaat

Kesehatan

Idap Sindrom Rapunzel, Remaja Ini Punya Kebiasaan Makan Rambutnya Sendiri

Berita

Menteri PAN-RB: Seluruh PNS Dibolehkan Kerja dari Rumah