Viewer: 701
0 0

Home / Kesehatan

Sabtu, 12 September 2020 - 20:24 WIB

Satgas: Banyak Anggapan Teman Dekat Tidak Tularkan Covid-19

Viewer: 702
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

Kompasnasional | Banyak masyarakat beranggapan teman atau orang terdekat tidak menularkan virus Covid-19. Dari anggapan itu membuat banyak masyarakat yang tidak patuh akan protokol kesehatan pada saat bertemu teman maupun sanak keluarga.

Demikian disampaikan oleh Ketua Bidang Perubahan Perilaku, Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry Harmadi dalam acara dalam Bincang Sore Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan tema “Edukasi Perubahan Perilaku pada Satuan Pendidikan”, Jumat (11/9/2020).

“Survei litbangkes 30 persen respondennya menyatakan bahwa ‘Saya tidak mungkin berisiko terkena wabah ini dari lingkungan terdekat (teman atau keluarga)’. Bayangkan itu. Kita sudah bisa menjawab, kenapa banyak yang tidak patuh pada 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), karena mereka yakin tidak terkena covid-19,” ujar Sonny.

Baca Juga  Pemburu Harimau Sumatera Semakin Leluasa Bergerak Saat Pandemi Covid-19

Padahal, bilang dia, penyuluhan 3M sampai saat ini terus digencarkan oleh pemerintah. Bahkan, Satgas Covid-19 juga meminta radio agar terus mensosialisasikan penerapan 3M.

Sonny menginginkan masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Makanya, pelaksanaan 3M itu harus dijalankan secara ketat.

“Bila melaksanakan 3M dengan baik, akan kita berikan insentif, bukan dalam bentuk uang. Misalnya restoran yang bisa mendukung kepatuhan orang terhadap protokol kesehatan, restoran itu kita beri stiker patuh. Jika restoran tidak patuh, maka kita tempelkan stiker, mereka kita tidak anggap patuh,” tegasnya.

Baca Juga  Positif COVID-19, Doni Monardo Minta Masyarakat Hindari Makan Bersama

Jadi demi menghilangkan anggapan bahwa teman atau keluarga tidak menularkan Covid-19, bisa dengan melakukan intervensi individu, institusi, wilayah maupun komunitas.

Bila individu, misalnya untuk kelompok umur 7-12 tahun, maka institusi pendidikan yang bisa mengubah perilaku tersebut.

“Jadi di edukasi 3M, setiap anak belajar bisa berikan informasi tersebut. Untuk keluarga, bisa melalui penyuluh maupun petugas lapangan yang mereka akan masuk ke keluarga. Kalau untuk menangani kelompok paling sulit, paling kita ingatkan “Ingat pesan Ibu, pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan,” pungkas dia.(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Muncul Klaster Pabrik, Satu Pabrik di Majalengka Ditutup

Kesehatan

Pesan Wantimpres Sidarto Danusubroto Kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran
Foto:Ket//Dari Kanan ke kiri 1.Lion Leo Lopulisa 2.Vice 1 Lion Lili tan, 3. Vice 3 Lion Kosidin, 4.Vice 2 Lion Agustina, 5.Past President Lion Darmawan Yusuf , 6.Walikota Tanjung Balai H. Syahrial.

Asahan

Walikota Tanjung Balai menyaksikan Bantuan APD dari Lions Club Golden Estate kepada RSUD Tengku Mansyur Tanjung balai

Gaya Hidup

4 Penyakit Mematikan Dipicu Kekurangan Serat

Asahan

MELAWAN PENYAKIT BOCOR GINJAL BERSAMA LIONS CLUB M GOLDEN ESTATE

Kesehatan

Apakah Makanan Organik Lebih Sehat?

Kesehatan

Adakan Pesta Pernikahan Tanpa Prokes, Pengantin Dipenjara

Kesehatan

Merebus Jagung Airnya Jangan Dibuang, Berikut Manfaatnya bagi Kesehatan